Zionis Israel telah memulai rencana untuk menyita 70 rumah warga Palestina di Kota Tua di Provinsi Hebron (Al-Khalil), Tepi Barat selatan. Direktur Komite Pembangunan Hebron, Imad Hamdan, mengatakan pendudukan Israel berencana untuk menyerahkan rumah-rumah warga Palestina kepada para pemukim Israel. Hamdan menambahkan: “Serangan Israel terhadap Gedung Nasreddine adalah awal dari implementasi rencana Israel,” seraya menegaskan bahwa Palestina “adalah pemilik asli dari rumah dan toko tersebut.”
Pada saat yang sama, dia menekankan bahwa kepemilikan warga Palestina atas bangunan-bangunan ini dilindungi oleh undang-undang lokal dan internasional, yang menjamin tempat tinggal warga yang aman dan terjamin serta mencegah pengusiran paksa. Sementara itu, aktivis Palestina di Hebron Issa Amro mengkritik “tanggapan lemah” Komite Konstruksi terhadap rencana pendudukan Israel, menekankan: “Awal penerapan rencana Israel, yang diungkapkan awal tahun ini, telah membunyikan alarm yang berbahaya.”
Amro menyatakan: “Pengusiran paksa orang-orang Palestina keluar dari Gedung Nasreddine, yang terletak di tempat-tempat paling sensitif di Kota Tua, bukanlah sebuah insiden yang dapat terjadi tanpa tindakan resmi.” Amro menuding Komite Pembangunan Hebron, sebuah badan pemerintah Palestina, telah mengoordinasikan pencurian properti Palestina dengan otoritas pendudukan Israel.
Aktivis tersebut mengutuk kebisuan Komite Pembangunan Hebron atas penghancuran enam toko Palestina oleh pemukim Israel di jantung kota beberapa hari yang lalu, menyatakan bahwa komite tersebut memiliki anggaran yang besar dan mampu berbuat lebih banyak untuk perlindungan properti Palestina di Hebron.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








