• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Kutuk Genosida di Gaza, Seorang Perempuan Yahudi di Jerman Ditangkap oleh Polisi

by Adara Relief International
November 13, 2023
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM, Perempuan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Kutuk Genosida di Gaza, Seorang Perempuan Yahudi di Jerman Ditangkap oleh Polisi
19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Polisi Jerman untuk menahan  seorang perempuan Yahudi untuk interogasi, setelah ia mengacungkan poster berisi kutukan terhadap genosida Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza. Ia melakukan aksinya di tengah meningkatnya tindakan keras terhadap suara-suara pro-Palestina di negara tersebut.

Dalam sebuah video yang beredar online, seorang wanita Yahudi di ibu kota Jerman, Berlin, terlihat berdemonstrasi sendirian di distrik kota Neukölln bulan lalu sambil memegang papan bertuliskan: “Sebagai seorang Yahudi dan Israel: hentikan genosida di Gaza”. Dia kemudian dihentikan oleh petugas dan dibawa ke mobil polisi, tempat dia diinterogasi sebelum kemudian dibebaskan.

Perempuan tersebut kemudian diidentifikasi sebagai Iris Hefets, seorang psikoanalis bersertifikat dari Israel yang pindah ke Jerman pada tahun 2002 dan merupakan anggota dewan Suara Yahudi untuk Perdamaian yang Adil di Timur Tengah (EJJP). Dalam wawancara baru-baru ini dengan outlet DiEM25 (Gerakan Demokrasi di Eropa 2025), Hefets menyatakan bahwa dengan melakukan demonstrasi sendirian, “Saya ingin menunjukkan bahwa tidak semua orang Yahudi berpikiran sama seperti yang ingin digambarkan oleh pemerintah Jerman”.

Dia menceritakan bahwa para petugas “datang langsung kepada saya dan mereka mengatakan kepada saya bahwa apa yang saya lakukan dilarang. Saya mulai berdebat dengan mereka, saya memberitahu mereka bagaimana konstitusi itu…dan saya bersikeras menuntut hak saya [untuk berdemonstrasi]”. Mereka kemudian “menahan saya di mobil polisi dan mengambil kartu identitas saya, mengatakan kepada saya bahwa dilarang mengadakan demonstrasi pro-Palestina di sana. Jadi, saya katakan kepada mereka bahwa ini adalah tindakan yang pro-Israel: keluarga saya tinggal di sana, saya pikir ini juga merupakan akhir dari Israel, karena Israel sedang melakukan manuver menuju jalan buntu. Saya juga khawatir dengan keluarga dan teman-teman saya yang tinggal di sana.”

Dia mengatakan bahwa dua petugas polisi yang menginterogasinya berubah menjadi “bersimpati kepada saya… Salah satu petugas mengambil kartu identitas saya, kembali, dan mengatakan kepada saya bahwa dia sebenarnya menyesal, [bahwa] saya benar”. Setelah itu, “mereka melepaskan saya dan mengatakan bahwa mereka melakukannya demi keamanan saya”. Petugas kemudian mengizinkannya untuk terus membawa tanda tersebut dan melakukan demonstrasi, namun hanya di sudut dan bukan di tengah.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

“Saya tahu saya mendapat hak istimewa. Saya orang Israel, saya seorang Yahudi, saya seorang perempuan, saya seorang perempuan tua dengan rambut putih. Jika saya adalah laki-laki muda berpenampilan Arab, saya akan dipukuli”, kata Hefets dalam wawancara tersebut. Dia juga menyoroti pembatasan dan kondisi warga Palestina, para pendukung mereka, serta umat Islam di negara tersebut, dengan mengatakan bahwa “menjadi seorang Muslim yang sekarang berada di Jerman, sungguh mengerikan. 

Selama beberapa tahun terakhir, otoritas Jerman di seluruh sistem federal negara tersebut telah menindak demonstrasi dan protes pro-Palestina dengan dasar bahwa mereka mempunyai “tanggung jawab khusus” untuk melindungi kaum Yahudi melalui pencegahan kritik terhadap Israel. Posisi tersebut semakin menguat dan meningkat dalam beberapa minggu terakhir.

Sumber:

https://www.#

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها

Tags: GazaPalestinaPerempuanUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pura-pura Mengaku menjadi Perawat di RS Gaza, Seorang Perempuan Buat Video Pencurian Obat-obatan oleh Pejuang Palestina

Next Post

Israel Kembali Putus Layanan Internet, Kementerian Kesehatan Tidak Bisa Menghitung Jumlah Korban Agresi Gaza

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
14

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
14
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
26
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Israel Kembali Putus Layanan Internet, Kementerian Kesehatan Tidak Bisa Menghitung Jumlah Korban Agresi Gaza Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan bahwa mereka tidak dapat menghitung jumlah korban di Gaza karena terputusnya komunikasi dan internet, lapor Anadolu Agency. Dalam sebuah pernyataan, Ashraf al-Qudra, juru bicara kementerian, berbicara tentang serangan berturut-turut terhadap Rumah Sakit Al-Shifa dan sekitarnya, mengatakan bahwa situasi di rumah sakit tersebut “lebih dari bencana.” Dia mengatakan bahwa rumah sakit telah menjadi sasaran serangan Israel dari semua sisi. Al-Qudra mengatakan para korban yang terbunuh dan terluka tergeletak di tanah, depan pintu rumah sakit. “Taman rumah sakit telah berubah menjadi lapangan terbuka bagi penembak jitu Israel dan pesawat tak berawak. Tentara Israel menargetkan semua orang yang bergerak,” katanya. Juru bicara tersebut mengatakan bahwa sekitar 20.000 orang berada di dalam rumah sakit, termasuk keluarga pengungsi, petugas medis, dan korban luka. Dia mengatakan bahwa seorang bayi meninggal hari ini di unit perawatan intensif karena kekurangan oksigen dan peralatan pendukung kehidupan, sehingga ia menekankan kebutuhan mendesaknya akan pasokan medis. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Palestina Mai al-Kaila mengatakan bahwa 39 bayi yang dirawat intensif di Rumah Sakit Al-Shifa berada dalam “kondisi yang mengancam jiwa karena kekurangan oksigen.” Dia mengatakan bahwa 20 dari 35 rumah sakit di Gaza tidak berfungsi sejak 7 Oktober karena serangan Israel dan kekurangan bahan bakar. Israel telah melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza – termasuk rumah sakit, tempat tinggal, dan rumah ibadah. Setidaknya 11.078 warga Palestina terbunuh, termasuk 4.506 anak-anak dan 3.027 perempuan. Sumber: https://www.middleeastmonitor.com/20231112-gaza-health-ministry-says-it-could-not-count-yesterdays-casualties-due-to-communication-blackout/ Israel Kembali Putus Layanan Internet, Kementerian Kesehatan Tidak Bisa Menghitung Jumlah Korban Agresi Gaza Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan bahwa mereka tidak dapat menghitung jumlah korban di Gaza karena terputusnya komunikasi dan internet, lapor Anadolu Agency. Dalam sebuah pernyataan, Ashraf al-Qudra, juru bicara kementerian, berbicara tentang serangan berturut-turut terhadap Rumah Sakit Al-Shifa dan sekitarnya, mengatakan bahwa situasi di rumah sakit tersebut “lebih dari bencana.” Dia mengatakan bahwa rumah sakit telah menjadi sasaran serangan Israel dari semua sisi. Al-Qudra mengatakan para korban yang terbunuh dan terluka tergeletak di tanah, depan pintu rumah sakit. “Taman rumah sakit telah berubah menjadi lapangan terbuka bagi penembak jitu Israel dan pesawat tak berawak. Tentara Israel menargetkan semua orang yang bergerak,” katanya. Juru bicara tersebut mengatakan bahwa sekitar 20.000 orang berada di dalam rumah sakit, termasuk keluarga pengungsi, petugas medis, dan korban luka. Dia mengatakan bahwa seorang bayi meninggal hari ini di unit perawatan intensif karena kekurangan oksigen dan peralatan pendukung kehidupan, sehingga ia menekankan kebutuhan mendesaknya akan pasokan medis. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Palestina Mai al-Kaila mengatakan bahwa 39 bayi yang dirawat intensif di Rumah Sakit Al-Shifa berada dalam “kondisi yang mengancam jiwa karena kekurangan oksigen.” Dia mengatakan bahwa 20 dari 35 rumah sakit di Gaza tidak berfungsi sejak 7 Oktober karena serangan Israel dan kekurangan bahan bakar. Israel telah melancarkan serangan udara dan darat tanpa henti di Jalur Gaza – termasuk rumah sakit, tempat tinggal, dan rumah ibadah. Setidaknya 11.078 warga Palestina terbunuh, termasuk 4.506 anak-anak dan 3.027 perempuan. Sumber: https://www.middleeastmonitor.com/20231112-gaza-health-ministry-says-it-could-not-count-yesterdays-casualties-due-to-communication-blackout/

Israel Kembali Putus Layanan Internet, Kementerian Kesehatan Tidak Bisa Menghitung Jumlah Korban Agresi Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630