• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, Februari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Kriminalisasi Orang Palestina sebagai Alat Eropa untuk Meredam Rasa Bersalah Sejarahnya

by Adara Relief International
Januari 16, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Kriminalisasi Orang Palestina sebagai Alat Eropa untuk Meredam Rasa Bersalah Sejarahnya
14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

“Kemewahan Eropa adalah sebuah skandal, dibangun di atas punggung para budak, diberi makan dengan darah mereka, dan berutang eksistensinya pada tanah dan lapisan bawah tanah dunia yang belum berkembang,” kata Frantz Fanon pada tahun 1961. Ia mengamati bahwa “kesejahteraan dan kemajuan Eropa dibangun dengan keringat dan mayat orang-orang kulit hitam, Arab, India, dan Asia, sebuah kenyataan yang tidak pernah terlupakan.” 

Sejak abad ke-15, ditandai dengan ekspedisi kolonial formal yang dipimpin oleh kekuatan seperti Spanyol, Prancis, Inggris Raya, dan Jerman, Eropa secara persisten menimbulkan tantangan pada bekas koloninya. Diskursus mengenai sejarah dan latar belakang motivasi serta konsekuensi kolonisasi meliputi aspek agama, politik, ekonomi, dan sosial, meluas hingga ke eksploitasi sumber daya sampai dengan hari ini. Eropa telah berhasil memanipulasi rasa bersalah dari sejarahnya yang bermasalah dengan memproyeksikan pola pikir diskriminatifnya untuk menuduh korban-korbannya melakukan perilaku kriminal.

Stigmatisasi kriminal yang persisten yang muncul dari masa lalu kolonial Eropa yang bermasalah, ditandai dengan perpindahan populasi asli, pemeliharaan perbudakan, dukungan terhadap supremasi kulit putih, kontribusi terhadap kehancuran akibat dua perang dunia, rasisme, xenofobia, dan advokasi untuk eksklusivitas agama, secara strategis digunakan melawan korban kolonisasi Eropa saat ini.

Salah satunya adalah dengan melihat apa yang terjadi pada penduduk Palestina, yakni pembersihan etnis dan perampasan tanah yang kemudian, setelah Perang Dunia II, kepemilikannya dialihkan untuk Zionis Eropa–dengan dipelopori oleh kekuatan kolonial Eropa dan Inggris Raya. Sejak itu, Eropa secara konsisten menyangkal hak orang Palestina untuk eksis dan menggunakan Palestina sebagai kambing hitam untuk membersihkan kejahatan sejarahnya terhadap orang Yahudi Eropa. Secara keliru, mereka memberi label orang Palestina sebagai entitas yang lekat dengan ekstremis, radikal, dan anti-Semitik.

Eropa telah membuka tabir proyek kolonialismenya atas Palestina dengan menekankan bahwa pemukim Zionis Israel merupakan entitas dengan akar pribumi di Timur Tengah, meskipun pada kenyataannya, pemukim Yahudi Eropa datang ke Palestina pada awal tahun 1920-an. Proyek ini mirip dengan yang terjadi di Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat, yang memiliki tujuan jangka panjang untuk menghapuskan populasi pribumi. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Presiden Israel, Isaac Herzog, yang menyatakan, “Perang di Gaza bukan hanya antara Israel dan Hamas, tetapi juga merupakan perang untuk menyelamatkan peradaban Barat.”

Sementara itu, orang Palestina digambarkan sebagai bangsa yang tidak mengedepankan moralitas dan sistem etika mereka. Taktik ini sering digunakan oleh Zionis dan sekutu Eropa mereka untuk menggoyahkan cita-cita pembebasan dan penentuan nasib sendiri yang diidamkan oleh orang Palestina. Hal ini menciptakan paradoks; orang Palestina dicap sebagai kriminal, radikal, dan ekstrem.

Palestina pada gilirannya harus menanggung akibat dari penganiayaan Eropa terhadap orang Yahudi yang mencapai puncaknya dalam Holocaust. Eropa mencari pembebasan diri dengan menjadikan orang Palestina sebagai korban dari bentuk penganiayaan baru, yakni rasisme, supremasi kulit putih, dan Islamofobia yang telah melekat dalam pemikiran Eropa.

Memalukan bahwa Eropa terus mempertahankan stereotip palsu, menggambarkan orang Palestina sebagai orang barbar dan jihadis radikal, serta menyangkal kemanusiaan mereka dengan propaganda yang merendahkan. Pernyataan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant tentang pengepungan total di Gaza, yang memperlakukan penduduknya sebagai “manusia binatang” adalah contoh nyata dari pendekatan yang merendahkan ini.

Sebagai tanggapan atas upaya kriminalisasi dan pelabelan terhadap orang Palestina, muncul kesadaran dan perlawanan terhadap stigmatisasi yang diberlakukan oleh orang Eropa. Orang Palestina, sepanjang sejarah mereka, tidak pernah menumbuhkan permusuhan terhadap Yahudi, kekerasan, radikalisasi, atau rasisme. Label-label ini justru dipaksakan oleh penjajah Eropa yang menunjukkan sifat asing dari pola pikir prejudis tersebut. Dalam perlawanan teguh bangsa Palestina terhadap intervensi asing pada tanah, budaya, dan kehidupan damai mereka, bangsa Palestina konsisten menolak penjajahan, dari mulai Inggris hingga Zionis Israel. Perlawanan ini tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga perlawanan terhadap ideologi diskriminatif yang dipaksakan oleh penjajah Eropa.

Meskipun menghadapi perjuangan berkelanjutan, Orang Palestina percaya bahwa individu Yahudi non-Zionis tidak menimbulkan ancaman eksistensial dan menganjurkan untuk memberi perlindungan terhadap mereka. Orang Palestina mengedepankan kemanusiaan bahkan dalam masa-masa gelap, menolak label merendahkan dari orang Eropa kulit putih yang rasis, dan menolak untuk dilabeli sebagai ‘binatang manusia’ dan ‘anak-anak kegelapan’ oleh pemimpin Israel. Mereka mempertahankan posisi moral yang lebih tinggi, yang didasarkan pada asal-usul pribumi dan penolakan untuk menyakiti jiwa yang tidak bersalah berdasarkan perbedaan yang dirasakan, menolak rasisme, dan mempertahankan semangat manusia bebas mereka di tengah upaya pemusnahan.

Tulisan ini merupakan sebuah opini yang ditulis oleh Hanan Sahmoud 

sumber:

https://www.#/20240112-why-palestinians-must-be-criminalised-so-europe-can-feel-better-about-its-history/

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca Juga

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Genosida Israel pada Hari ke-98 Menimbulkan Banyak Korban Sipil di Gaza

Next Post

100 Hari Agresi Israel Mencacat 5.875 Warga Palestina yang Ditahan 

Adara Relief International

Related Posts

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo
Berita Kemanusiaan

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

by Adara Relief International
Februari 19, 2026
0
13

Para menteri pemerintah Israel secara terbuka menyatakan niat mereka untuk secara mendasar mengubah status politik dan hukum wilayah Palestina yang...

Read moreDetails
Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Pembersihan Puing-Puing di Gaza Membutuhkan Waktu 7 Tahun

Februari 19, 2026
15
Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Israel Menyita 2.000 Dunam Tanah Palestina di Sebastia dan Burqa

Februari 19, 2026
13
Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Israel Batasi Jemaah Masjid Al-Aqsa, Larang Mesaharati Berkeliling Selama Ramadan

Februari 19, 2026
13
Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Ramadan yang Kini Hampa di Tengah Genosida Gaza

Februari 19, 2026
14
Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

Februari 19, 2026
25
Next Post
Jumlah Tawanan Palestina di Penjara Israel Capai 4.910 Orang selama Agresi di Gaza

100 Hari Agresi Israel Mencacat 5.875 Warga Palestina yang Ditahan 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630