• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Kriminalisasi Orang Palestina sebagai Alat Eropa untuk Meredam Rasa Bersalah Sejarahnya

by Adara Relief International
Januari 16, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Kriminalisasi Orang Palestina sebagai Alat Eropa untuk Meredam Rasa Bersalah Sejarahnya
14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

“Kemewahan Eropa adalah sebuah skandal, dibangun di atas punggung para budak, diberi makan dengan darah mereka, dan berutang eksistensinya pada tanah dan lapisan bawah tanah dunia yang belum berkembang,” kata Frantz Fanon pada tahun 1961. Ia mengamati bahwa “kesejahteraan dan kemajuan Eropa dibangun dengan keringat dan mayat orang-orang kulit hitam, Arab, India, dan Asia, sebuah kenyataan yang tidak pernah terlupakan.” 

Sejak abad ke-15, ditandai dengan ekspedisi kolonial formal yang dipimpin oleh kekuatan seperti Spanyol, Prancis, Inggris Raya, dan Jerman, Eropa secara persisten menimbulkan tantangan pada bekas koloninya. Diskursus mengenai sejarah dan latar belakang motivasi serta konsekuensi kolonisasi meliputi aspek agama, politik, ekonomi, dan sosial, meluas hingga ke eksploitasi sumber daya sampai dengan hari ini. Eropa telah berhasil memanipulasi rasa bersalah dari sejarahnya yang bermasalah dengan memproyeksikan pola pikir diskriminatifnya untuk menuduh korban-korbannya melakukan perilaku kriminal.

Stigmatisasi kriminal yang persisten yang muncul dari masa lalu kolonial Eropa yang bermasalah, ditandai dengan perpindahan populasi asli, pemeliharaan perbudakan, dukungan terhadap supremasi kulit putih, kontribusi terhadap kehancuran akibat dua perang dunia, rasisme, xenofobia, dan advokasi untuk eksklusivitas agama, secara strategis digunakan melawan korban kolonisasi Eropa saat ini.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Salah satunya adalah dengan melihat apa yang terjadi pada penduduk Palestina, yakni pembersihan etnis dan perampasan tanah yang kemudian, setelah Perang Dunia II, kepemilikannya dialihkan untuk Zionis Eropa–dengan dipelopori oleh kekuatan kolonial Eropa dan Inggris Raya. Sejak itu, Eropa secara konsisten menyangkal hak orang Palestina untuk eksis dan menggunakan Palestina sebagai kambing hitam untuk membersihkan kejahatan sejarahnya terhadap orang Yahudi Eropa. Secara keliru, mereka memberi label orang Palestina sebagai entitas yang lekat dengan ekstremis, radikal, dan anti-Semitik.

Eropa telah membuka tabir proyek kolonialismenya atas Palestina dengan menekankan bahwa pemukim Zionis Israel merupakan entitas dengan akar pribumi di Timur Tengah, meskipun pada kenyataannya, pemukim Yahudi Eropa datang ke Palestina pada awal tahun 1920-an. Proyek ini mirip dengan yang terjadi di Australia, Selandia Baru, dan Amerika Serikat, yang memiliki tujuan jangka panjang untuk menghapuskan populasi pribumi. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Presiden Israel, Isaac Herzog, yang menyatakan, “Perang di Gaza bukan hanya antara Israel dan Hamas, tetapi juga merupakan perang untuk menyelamatkan peradaban Barat.”

Sementara itu, orang Palestina digambarkan sebagai bangsa yang tidak mengedepankan moralitas dan sistem etika mereka. Taktik ini sering digunakan oleh Zionis dan sekutu Eropa mereka untuk menggoyahkan cita-cita pembebasan dan penentuan nasib sendiri yang diidamkan oleh orang Palestina. Hal ini menciptakan paradoks; orang Palestina dicap sebagai kriminal, radikal, dan ekstrem.

Palestina pada gilirannya harus menanggung akibat dari penganiayaan Eropa terhadap orang Yahudi yang mencapai puncaknya dalam Holocaust. Eropa mencari pembebasan diri dengan menjadikan orang Palestina sebagai korban dari bentuk penganiayaan baru, yakni rasisme, supremasi kulit putih, dan Islamofobia yang telah melekat dalam pemikiran Eropa.

Memalukan bahwa Eropa terus mempertahankan stereotip palsu, menggambarkan orang Palestina sebagai orang barbar dan jihadis radikal, serta menyangkal kemanusiaan mereka dengan propaganda yang merendahkan. Pernyataan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant tentang pengepungan total di Gaza, yang memperlakukan penduduknya sebagai “manusia binatang” adalah contoh nyata dari pendekatan yang merendahkan ini.

Sebagai tanggapan atas upaya kriminalisasi dan pelabelan terhadap orang Palestina, muncul kesadaran dan perlawanan terhadap stigmatisasi yang diberlakukan oleh orang Eropa. Orang Palestina, sepanjang sejarah mereka, tidak pernah menumbuhkan permusuhan terhadap Yahudi, kekerasan, radikalisasi, atau rasisme. Label-label ini justru dipaksakan oleh penjajah Eropa yang menunjukkan sifat asing dari pola pikir prejudis tersebut. Dalam perlawanan teguh bangsa Palestina terhadap intervensi asing pada tanah, budaya, dan kehidupan damai mereka, bangsa Palestina konsisten menolak penjajahan, dari mulai Inggris hingga Zionis Israel. Perlawanan ini tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga perlawanan terhadap ideologi diskriminatif yang dipaksakan oleh penjajah Eropa.

Meskipun menghadapi perjuangan berkelanjutan, Orang Palestina percaya bahwa individu Yahudi non-Zionis tidak menimbulkan ancaman eksistensial dan menganjurkan untuk memberi perlindungan terhadap mereka. Orang Palestina mengedepankan kemanusiaan bahkan dalam masa-masa gelap, menolak label merendahkan dari orang Eropa kulit putih yang rasis, dan menolak untuk dilabeli sebagai ‘binatang manusia’ dan ‘anak-anak kegelapan’ oleh pemimpin Israel. Mereka mempertahankan posisi moral yang lebih tinggi, yang didasarkan pada asal-usul pribumi dan penolakan untuk menyakiti jiwa yang tidak bersalah berdasarkan perbedaan yang dirasakan, menolak rasisme, dan mempertahankan semangat manusia bebas mereka di tengah upaya pemusnahan.

Tulisan ini merupakan sebuah opini yang ditulis oleh Hanan Sahmoud 

sumber:

https://www.#/20240112-why-palestinians-must-be-criminalised-so-europe-can-feel-better-about-its-history/

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Genosida Israel pada Hari ke-98 Menimbulkan Banyak Korban Sipil di Gaza

Next Post

100 Hari Agresi Israel Mencacat 5.875 Warga Palestina yang Ditahan 

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
23
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Jumlah Tawanan Palestina di Penjara Israel Capai 4.910 Orang selama Agresi di Gaza

100 Hari Agresi Israel Mencacat 5.875 Warga Palestina yang Ditahan 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630