Yayasan Hind Rajab mengungkap identitas unit militer dan komandan Israel yang diduga bertanggung jawab atas kematian Hind Rajab, seorang anak Palestina berusia enam tahun, keluarganya, serta dua tenaga medis di Gaza pada 29 Januari 2024.
Berdasarkan investigasi selama lebih dari satu tahun, yayasan yang berbasis di Brussel ini menyebutkan bahwa unit tank Israel di bawah komando Letnan Kolonel Beni Aharon, komandan Brigade Lapis Baja ke-401 Angkatan Bersenjata Israel (IDF) menyerang kendaraan sipil yang ditumpangi keluarga Hind, lalu menghancurkan ambulans Bulan Sabit Merah yang dikirim untuk menyelamatkannya. Kedua paramedis di dalam ambulans terbunuh seketika.
Hind sempat selamat dari serangan awal dan memohon pertolongan lewat sambungan telepon: “Aku sangat takut… tolong datanglah.” Namun, ambulans yang dikirim untuk menyelamatkannya turut menjadi sasaran serangan, dan Hind akhirnya terbunuh.
Yayasan ini juga mengaku telah mengidentifikasi para prajurit, komandan lapangan, dan petugas operasi yang terlibat dalam serangan tersebut, dan menyatakan telah mengajukan pengaduan kejahatan perang ke Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Den Haag guna mengupayakan surat perintah penangkapan terhadap Letkol Beni Aharon. Mereka juga sedang mempersiapkan gugatan tambahan terhadap perwira-perwira lain dalam batalion tersebut.
Yayasan Hind Rajab merupakan cabang hukum dan hak asasi manusia dari Gerakan 30 Maret, yang didirikan untuk mengenang Hind Rajab dan berfokus pada penuntutan hukum terhadap prajurit Israel yang melakukan kejahatan perang terhadap rakyat Palestina.
Sejak 7 Oktober 2023, operasi militer Israel di Gaza terus berlangsung melalui darat, laut, dan udara dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat. Lebih dari 170.000 warga Palestina dilaporkan terbunuh atau terluka, dengan banyak lainnya masih tertimbun di bawah reruntuhan.
Sumber:
https://www.#/20250505-palestinian-girl-hind-rajab-killer-identified/








