• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Kiat Menjalin Pernikahan yang Harmonis

by Adara Relief International
Januari 14, 2023
in Artikel, Syariah
Reading Time: 8 mins read
0 0
0
Kiat Menjalin Pernikahan yang Harmonis
12
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pernikahan atau kehidupan berumah tangga adalah salah satu karunia Allah Swt. kepada hamba-Nya. Namun, karena pernikahan juga tentang penyatuan dua jiwa, di situlah dimulainya pembangunan fondasi rumah tangga; tentang membangun kehidupan, karakter, kesabaran, ketekunan, dan pengorbanan, hingga fondasi tersebut kemudian dapat terlihat utuh dalam bentuk bangunan cinta.  Tentu dalam membangunnya akan banyak upaya yang harus dikeluarkan. Bisa jadi terasa melelahkan, bahkan menyakitkan, tetapi pada saat yang sama, juga membawa hikmah dan pelajaran. Maka, rumah tangga menjadi sarana bagi orang beriman untuk mengasah kesabarannya, khususnya dalam menghadapi perbedaan karakter yang Allah ciptakan antara suami dan istri.

Cermin keteladanan pernikahan yang Islam kehendaki adalah rumah tangga Rasulullah Saw. yang senantiasa dipenuhi dengan cinta, dan menjadi dambaan bagi setiap pasangan suami dan istri. Setiap rumah tangga mendambakan kehidupan yang harmonis atau yang dikenal dalam Islam dengan istilah sakinah mawaddah wa rahmah. Sebagaimana Allah berfirman,

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”

(Surah Ar-Rum ayat 21)

Dalam mewujudkan tujuan pernikahan tersebut, iman kepada Allah Swt. harus menjadi landasan dalam menjalani rumah tangga, sehingga kebahagiaan pernikahan yang hakiki akan diraih. Semakin dekat suami dan istri kepada Allah, akan semakin harmonis dan bahagia rumah tangganya. Namun, apabila suami dan istri menjauhkan diri dari Allah Swt., maka akan jauh pula rumah tangga dari kata harmonis dan bahagia.

Dengan adanya keimanan kepada Allah, maka seorang muslim akan menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunah sebagai pedoman dan panduan dalam mengarungi perjalanan kehidupan pernikahan untuk menjaga keharmonisan serta menjadi solusi bagi setiap permasalahan rumah tangga. Tujuannya, agar manusia yang beriman tidak dikuasai oleh nafsunya yang cenderung kepada hal-hal negatif karena bisikan dan godaan setan dalam menghancurkan rumah tangga. Dari Jabir radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ إِبْلِيْسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُوْلُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِيْءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُوْلُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيْهِ مِنْهُ وَيَقُوْلُ نِعْمَ أَنْتَ

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air (laut) kemudian ia mengutus bala tentaranya. Maka yang paling dekat dengannya adalah yang paling besar fitnahnya. Datanglah salah seorang dari bala tentaranya dan berkata, “Aku telah melakukan begini dan begitu”. Iblis berkata, “Engkau sama sekali tidak melakukan sesuatupun”. Kemudian datang yang lain lagi dan berkata, “Aku tidak meninggalkannya (untuk digoda) hingga aku berhasil memisahkan antara dia dan istrinya. Maka Iblis pun mendekatinya dan berkata, “Sungguh hebat (setan) seperti engkau” (HR. Muslim)

Sesungguhnya ada banyak hal sederhana yang manis dan romantis, bahkan bernilai sedekah, saat dilakukan kepada pasangan. Kebanyakan orang berpikir bahwa sedekah itu harus selalu dengan uang. Padahal, ada satu cara bersedekah yang bukan dengan uang tetapi memiliki dampak besar dalam menciptakan kebahagiaan. Apa itu? Misalnya ketika suami sedang duduk dengan istrinya, kemudian ia menyuapkan makanan dengan penuh senyuman, “Ini sayangku, buka mulutnya, nyammmm…” Perilaku tersebut sangat sederhana, tetapi bernilai sedekah dan berdampak luar biasa bagi keharmonisan rumah tangga. Rasulullah Saw. bersabda:

وَمَا أَطْعَمْتَ زَوْجَتَكَ ، فَهُوَ لَكَ صَدَقَةٌ

“Apa yang kau berikan sebagai makanan kepada istrimu adalah sedekah.” (HR. Ahmad)

Suapan ke mulut istri adalah sedekah. Tidak ada sesuatu yang lebih menyentuh dan menenangkan hati, kecuali sudah disampaikan oleh Rasulullah Saw, sosok paling romantis sepanjang zaman. Maka, jangan canggung berkepanjangan untuk bersikap manis kepada pasangan. Misalnya, daripada makan sendiri, alangkah baiknya jika saling menyuapi, saling menunjukkan rasa cinta dan sayang dengan niat bersedekah. Jika hal tersebut diamalkan sampai menjadi kebiasaan, sungguh, batin suami dan istri akan merasakan kehangatan dan kenyamanan.

Rasulullah juga mencontohkan untuk mandi bersama istrinya. Jika menyuapi pasangan saja banyak yang masih merasa malu, apalagi membahas mandi bersama. Padahal, Nabi Muhammad Saw. mencontohkan hal tersebut. Aisyah Ra. berkata, “Aku dan Rasulullah Saw. mandi bersama sampai berebut siapa yang mengambil air duluan.” Subhanallah. Jika suami dan istri dapat menjalankan apa yang telah Nabi Muhammad Saw. kerjakan, tentu akan merasakan kenikmatan dalam rumah tangga.[1]

Banyak sekali permasalahan rumah tangga terjadi, karena suami atau istri belum meneladani akhlak Nabi Muhammad Saw. Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan keluarga yang harmonis menurut Islam sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah Saw.:

1- Bersyukur kepada Allah

Pondasi rumah tangga harmonis adalah rasa syukur kepada Allah. Pemahaman seperti ini sangat penting dalam kehidupan rumah tangga agar kita mensyukuri apa yang sudah kita dapatkan dan memaklumi apa yang belum kita dapatkan. Pemahaman yang salah dalam menyikapi pemberian Allah Swt. membuat kita lupa, bahwa apa yang sudah kita dapatkan, sesungguhnya jauh lebih baik daripada apa yang belum kita dapat.

Melupakan pemberian Allah Swt. dapat mengakibatkan sikap tidak bersyukur, sehingga mengingkari atau tidak menganggap apa yang sudah didapatkannya. Jadi, fokuslah dengan apa yang sudah digenggaman, agar senantiasa bersyukur. Sebaliknya, Janganlah fokus terhadap apa yang belum kita dapatkan, karena berdampak kufur nikmatAllah Swt. berfirman: 

يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ ٱللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْكَٰفِرُونَ

 “Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kafir.” (Surah An-Naml ayat 83)

Prinsip iman seperti inilah yang harus diperkuat jika pasangan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, dengan melakukan evaluasi sebagai berikut:

Pertama, sudahkah kita mensyukuri bahwa suami atau istri adalah karunia Allah Swt. untuk kita, terlepas dari kekurangan-kekurangannya? Bersyukurlah atas pasangan yang Allah takdirkan kepada kita, sementara tidak semua manusia dengan mudah mendapatkan pasangan.

Kedua, jika kita sudah bersyukur atas pasangan kita, berarti ada kesiapan untuk mencintainya. Rasa cinta itulah yang akan menjadi solusi dari segala permasalahan rumah tangga. 

Ketiga, fokuslah terhadap hal-hal yang positif dan sesuai syariat terhadap pasangan kita. Yakinlah bahwa yang belum kita dapatkan dari pasangan kita, sesungguhnya sudah dikonversi oleh Allah dalam bentuk kenikmatan yang lain. Misalnya, seorang suami merasa bahwa istrinya tidak secantik yang ia dambakan, tetapi sebagai gantinya Allah berikan istri yang salihah atau cerdas dalam berpikir atau hal lain yang melebihi wanita lain. Begitu juga sebaliknya.

Begitulah cara agar kita merasa rida terhadap pasangan kita yang merupakan takdir dari Allah Swt. Maka, muliakan apa yang telah ditakdirkan Allah kepada kita, niscaya Allah akan memuliakan kita.[2]

2- Berbuat Baik kepada Pasangan Hidup Kita

Hendaknya suami dan istri ihtisab kepada Allah Swt., yakni meyakini bahwa apa yang dilakukan kepada pasangannya merupakan amal salih yang diperintahkan oleh Allah Swt. dan berpahala, sebagaimana yang dijelaskan dalam An-Nisa ayat 19,

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَنْ تَرِثُوا النِّسَاءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا بِبَعْضِ مَا آتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّا أَنْ يَأْتِينَ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا

“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.”

Kita sering mendengar perihal rumah tangga yang tidak harmonis karena alasan ketidakcocokan antara kedua belah pihak. Padahal, sudah jelas sejak awal bahwa laki-laki dan perempuan memang berbeda. Dalam mengatasi segala perbedaan yang ada, suami dan istri harus mengedepankan akhlak mulia, sehingga masing-masing akan siap saling memberi, mengalah, dan berupaya memberikan yang terbaik bagi pasangannya. Prinsipnya, jika kepada orang lain saja kita diperintahkan untuk berbuat baik, apalagi kepada pasangan hidup kita yang telah diikat dengan janji besar مِيثَاقًا غَلِيظًا kepada Allah Swt.[3]

3- Hadirkan Kebahagiaan pada Setiap Momen

Rumah tangga yang berkualitas tidak boleh melupakan hal-hal yang humanis, seperti bercanda, bersantai, berhias, berhibur, dan lain sebagainya. Harus kita yakini bahwa betapapun remehnya bentuk kasih sayang dan cinta yang ditunjukkan oleh suami istri, di sisi Allah bernilai ibadah. Hal ini dimaksudkan agar rumah tangga orang yang beriman menjadi lebih kokoh dan solid. Semuanya ini tidak mungkin dilakukan kecuali dengan semangat iman. Beberapa riwayat tentang poin ini adalah sebagai berikut:

Pertama, Aisyah r.a. bercerita: “Saat awal pernikahan kami, saya masih senang bermain boneka di sisi Nabi Saw. dengan beberapa teman perempuan saya. Maka, apabila Rasulullah Saw. datang dan masuk rumah, mereka bersembunyi  karena malu dan segan, lalu beliau membebaskan mereka bermain dengan saya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua, Aisyah r.a. bercerita: “Ketika hari raya dirayakan dengan permainan pemuda-pemuda Arfidah dengan tombak dan perisai yang terbuat dari kulit, terkadang aku yang bertanya, terkadang Nabi: ‘Apakah kamu berminat nonton permainan ini?’ ‘Ya’, jawabku. Maka Rasulullah Saw. menempatkan aku di belakangnya, pipiku dan pipinya berdekatan. Saat permainan hampir selesai, Rasulullah Saw. bersabda: ‘Terus-terus, wahai Arfidah (sebutan untuk kabilah Ethiopia).’ Ketika sudah mulai bosan, Rasulullah Saw. bertanya: ‘Sudah cukup?’ ‘Cukup’, jawabku. Maka Rasulullah Saw. mempersilahkan aku meninggalkan tempat. (HR. Bukhari dan Muslim)[4]

4- Saling menjaga ibadah

Tujuan manusia diciptakan adalah untuk beribadah kepada Allah Swt. sebagaimana Allah Swt. berfirman dalam Surat Az-Zariyat ayat 56,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Dengan demikian, tujuan pernikahan bukan sekadar untuk membentuk keluarga yang harmonis, tetapi keharmonisan tersebut harus selalu berada dalam bingkai ketaatan kepada Allah Swt. dengan senantiasa menjaga ibadah. Setiap pasangan harus saling mengingatkan untuk beribadah kepada Allah Swt. berikut ibadah-ibadah yang bisa dilakukan bersama pasangan kita:

Pertama, tilawah Al Qur’an

وَلَقَدْ نَعْلَمُ اَنَّكَ يَضِيْقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُوْلُوْنَۙ – (٩٧) فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِّنَ السَّاجِدِيْنَۙ – ٩٨

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتّٰى يَأْتِيَكَ الْيَقِيْنُ ࣖࣖ – ٩٩

Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan jadilah engkau di antara orang yang bersujud (salat). Dan sembahlah Tuhanmu sampai yakin (ajal) datang kepadamu. (Surah Al-Hijr ayat 97—99)

Kedua, tahajud

إِنَّ لَكَ فِي النَّهَارِ سَبْحًا طَوِيلًا  (٧) وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا   

Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).Sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan penuh ketekunan. (Surah Al-Muzzammil ayat 7 -8)

Baca Juga

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketiga, beristighfar

وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (Surah Al-Anfal ayat 33)

Keempat, berinfaq 

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْرًا لِأَنْفُسِكُمْ ۗ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

(Surat At-Tagabun ayat 16)

Kelima, bersalawat

 إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Surah Al-Ahzab ayat 56)

Keenam, berdoa

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (Surah Ghafir ayat 60)

Dengan demikian, mencintai dengan cara yang benar adalah dengan senantiasa melibatkan Allah, rida terhadap takdir-Nya, juga menjadikan Rasulullah sebagai teladan. (FAA)

 

[1] Syekh Ali Jaber, Deva Rachman, Ummu Hafad (2022). Agar Rumah Terasa Surga. Jakarta Timur: Pustaka Elmadina. Hal 23-26.

[2] Abdul Aziz Abdur Ro’uf (2015). Menembus Badai Rumah Tangga dengan Cahaya Al-Qur’an. Jakarta: Markaz Al-Qur’an. Hal 45-47.

[3]   Abdul Aziz Abdur Ro’uf (2015). Menembus Badai Rumah Tangga dengan Cahaya Al-Qur’an. Jakarta: Markaz Al-Qur’an. Hal 61-62.

[4] Abdul Aziz Abdur Ro’uf (2015). Menembus Badai Rumah Tangga dengan Cahaya Al-Qur’an. Jakarta: Markaz Al-Qur’an. Hal 174-175.

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Tags: Artikel
ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Bunuh 29 Anak Palestina di Tepi Barat

Next Post

Dolly Salim, Gadis Belia yang Pertama Kali Menyanyikan Lagu “Indonesia Raya”  

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
22

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
20
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
25
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
25
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
98
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
Dolly Salim, Gadis Belia yang Pertama Kali Menyanyikan Lagu “Indonesia Raya”  

Dolly Salim, Gadis Belia yang Pertama Kali Menyanyikan Lagu “Indonesia Raya”  

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630