Indonesia siap menjadi tuan rumah turnamen Piala Dunia U-20 pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023. Akan ada 20 tim dari seluruh dunia berpartisipasi dalam acara olahraga ini, termasuk Tim Nasional (Timnas) Israel. Namun, keikutsertaan timnas Israel dalam turnamen ini telah memicu kontroversi dan polemik di Indonesia. Beberapa pihak, seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), menentang kehadiran timnas Israel karena berbagai alasan, seperti dukungannya terhadap tindakan Israel terhadap rakyat Palestina.
“Sikap tegas tidak membuka hubungan diplomatik dengan Israel ini harus dipertahankan dan dijaga dengan sepenuh hati selama Israel masih terus menjajah bangsa Palestina,” ujar Ketua MUI, Sudarnoto Abdul Hakim dalam keterangannya pada Rabu (8/3). Selama ini, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, sehingga secara resmi, Indonesia tidak mengakui adanya negara Israel.
Kehadiran Timnas sepak bola Israel dalam acara Piala Dunia FIFA U-20 di Indonesia dinilai tidak mengubah sikap Indonesia dalam mendukung Palestina. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) Teuku Faizasyah menyatakan, sikap tersebut adalah langkah konsisten yang selalu dibawa Indonesia dalam setiap kesempatan. “Kami tegaskan kembali posisi Indonesia konsisten dan akan tetap konsisten, adapun partisipasi semua tim dan aturan main (Timnas) Under 20 ini ditetapkan oleh FIFA,” ujar Faiz dalam pertemuan rutin media pada Jumat (10/3).
Menurut Faiz, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi selalu secara khusus membawa isu Palestina di berbagai forum. Dia mencontohkan saat acara G20, Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, hingga Dewan Hak Asasi Manusia. Bahkan, Faiz menyinggung kunjungan Perdana Menteri Palestina Mohammad IM Shtayyeh ke Indonesia pada Oktober tahun lalu. Dalam kesempatan itu, perwakilan pemerintah Palestina itu memberikan apresiasi besar terhadap konsistensi Indonesia dalam mendukung Palestina. Faiz menjelaskan Indonesia masih tetap memberikan bantuan kepada Palestina. Bantuan kedaruratan kemanusian sebesar Rp 27,2 miliar. “Itu wujud peran konkret Indonesia dalam membantu menyiapkan Palestina pada waktu mereka nanti mendapatkan kemerdekaan,” ujar Faiz.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyebut isu soal penolakan Timnas Israel untuk berlaga di Piala Dunia U-20 yang digelar di Indonesia oleh sejumlah pihak telah ditangani oleh Kemlu. Dalam penyelenggaraan Piala Dunia U-20, menurutnya sejumlah lembaga pun memiliki tugas pokok dan fungsinya masing-masing. Termasuk, kata dia, Kemlu yang memiliki tugas diplomasi politik. Merujuk Peraturan Menteri Luar Negeri (Permenlu) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Hubungan Luar Negeri oleh Pemda dalam Bab X Hal Khusus poin B nomor 150, terdapat beberapa larangan bagi pemda dalam menyikapi Israel. Aturan tersebut diteken oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi.
Meski kedatangan timnas Israel menjadi kewenangan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), kiranya perlu diperhatikan prosedur yang ada dan selama ini masih berlaku pada Permenlu tersebut, yaitu
- Tidak ada hubungan secara resmi antara Pemerintah Indonesia dalam setiap tingkatan dengan Israel, termasuk dalam surat-menyurat dengan menggunakan kop resmi;
- Tidak menerima delegasi Israel secara resmi dan di tempat resmi;
- Tidak diizinkan pengibaran/penggunaan bendera, lambang, dan atribut lainnya serta pengumandangan lagu kebangsaan Israel di wilayah Republik Indonesia;
- Kunjungan warga Israel ke Indonesia hanya dapat dilakukan dengan menggunakan paspor biasa; dan
- Otorisasi pemberian visa kepada warga Israel dilaksanakan oleh Kementerian Hukum dan HAM c.q. Direktorat Jenderal Imigrasi. Visa diberikan dalam bentuk affidavit melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura atau Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok.
Di sisi lain, penolakan kehadiran timnas Israel ini berpotensi akan berdampak pada diberikannya sanksi kepada sepak bola Indonesia. Hal ini karena kedatangan timnas Israel bukan atas dasar undangan Indonesia, tapi mereka hanya datang berdasarkan undangan pihak ketiga yakni FIFA. Adapun terkait dengan sanksi yang berpotensi didapatkan jika melarang timnas Israel hadir, berdasarkan pada pasal 4 Ayat 5 menyebutkan aturan FIFA. Bahkan bukan hanya pelarangan, jika suporter Indonesia membawa atau mengkampanyekan slogan politik, maka termasuk pelanggaran.
“Peralatan tidak boleh memiliki slogan, pernyataan, atau gambar politik, agama, atau pribadi. Pemain tidak boleh memperlihatkan pakaian dalam yang menunjukkan politik, agama, slogan pribadi, pernyataan atau gambar, atau iklan selain logo pabrikan. Untuk pelanggaran apa pun, pemain dan/atau tim akan diberi sanksi oleh penyelenggara kompetisi, asosiasi sepak bola nasional, atau FIFA.” bunyi pasal tersebut.
Sumber:
https://internasional.republika.co.id
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








