• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Kementerian Dalam Negeri Gaza Buka Masa Amnesti bagi Kelompok Bersenjata Lokal untuk Menyerahkan Senjata

by Adara Relief International
Oktober 14, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Kementerian Dalam Negeri Gaza Buka Masa Amnesti bagi Kelompok Bersenjata Lokal untuk Menyerahkan Senjata
20
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional di Jalur Gaza pada Ahad (12/10) mengumumkan masa amnesti selama enam hari bagi individu yang terlibat dalam kelompok bersenjata lokal, selama mereka tidak terlibat dalam pembunuhan. Langkah ini bertujuan memulihkan ketertiban internal dan menyelesaikan persoalan hukum serta keamanan yang tertunda akibat kekacauan selama masa perang.

Dalam pernyataannya, kementerian menegaskan bahwa sebagian kelompok memanfaatkan situasi perang untuk melakukan tindakan kriminal seperti penyerangan terhadap warga dan penjarahan bantuan kemanusiaan. Karena itu, individu yang “tidak memiliki darah di tangan mereka” diberi kesempatan menyerahkan diri dan senjata mereka kepada aparat keamanan mulai Senin, 13 Oktober hingga Ahad, 19 Oktober 2025. Setelah masa itu, tindakan hukum tegas akan diberlakukan terhadap siapa pun yang menolak menyerahkan diri.

Baca Juga

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Langkah ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran atas munculnya milisi dan geng bersenjata yang beroperasi di luar kendali pemerintah Gaza—fenomena yang menurut sebagian analis ada kaitannya dengan campur tangan eksternal, terutama dari Israel.

Salah satu contoh tragisnya adalah pembunuhan jurnalis Palestina Saleh al-Jafarawi, yang diculik dan dieksekusi oleh anggota klan Doghmush, faksi anti-Hamas di Gaza. Ia tidak gugur dalam pertempuran, melainkan menjadi korban dari perang bayangan yang dijalankan melalui milisi internal yang beroperasi di bawah pengaruh luar.

Fakta ini menyingkap bentuk paling licik dari pendudukan bahwa perang tidak selalu dilakukan dengan tank atau jet tempur, melainkan dengan menyalakan konflik internal dan memastikan Gaza tak pernah benar-benar damai. Pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Juni 2025 memperkuat hal ini. Ia mengakui bahwa Israel telah “mengaktifkan” sejumlah klan yang menentang Hamas, bahkan mendukung mereka atas “saran pejabat keamanan.”

Salah satu klan yang disebut-sebut mendapat dukungan itu adalah klan Abu Shabab di Rafah, yang terlibat dalam penjarahan bantuan kemanusiaan. Strategi ini bukan hal baru: dengan memanfaatkan perpecahan sosial yang telah ada, Israel mendorong perang proksi untuk melemahkan tatanan sosial dan pemerintahan di Gaza.

Terbunuhnya Saleh al-Jafarawi mencerminkan bentuk perang tersembunyi, yaitu perang yang terus berjalan bahkan saat gencatan senjata diumumkan. Ketika peluru berhenti menyalak di perbatasan, kekerasan tetap berlangsung di jalan-jalan Gaza dalam bentuk penculikan, pembunuhan, dan sabotase internal.

Bagi Israel, tujuan akhirnya bukan sekadar kemenangan militer, melainkan kekacauan permanen. Dengan menciptakan ketidakpercayaan antarwarga dan melumpuhkan lembaga pemerintahan, Israel bisa mempertahankan kendali tanpa kehadiran fisik. Dalam tatanan semacam ini, setiap klan yang berpaling melawan rakyatnya sendiri menjadi alat penjajahan baru, bukan dengan senjata dari luar, namun dengan pengkhianatan dari dalam.

Sumber:

MEMO

ShareTweetSendShare
Previous Post

WFP Perluas Operasi Bantuan Pangan di Gaza Pasca-Gencatan Senjata

Next Post

Perang Psikologis di Gaza dan Siklus Duka yang Tidak Pernah Menemukan Akhir

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
20

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
Seorang perempuan menangis di samping jasad anak-anak yang menjadi korban serangan Israel (MEE)

Perang Psikologis di Gaza dan Siklus Duka yang Tidak Pernah Menemukan Akhir

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630