Dinas Penjara Israel (IPS) telah memulai relokasi 140 tawanan Palestina dari Gaza yang ditahan di fasilitas penahanan Sde Teiman, dekat Be’er Sheva. Hal tersebut dilakukan menyusul arahan pemerintah yang dikeluarkan pada pekan lalu.
Menurut Times of Israel, 50 tawanan dipindahkan ke “sayap tenda” di Penjara Ketziot pada Kamis (18/7), 50 lainnya dipindahkan pada hari Ahad (14/7), dan 40 sisanya dijadwalkan akan dipindahkan hari ini.
IPS menekankan bahwa pihaknya akan mempertahankan operasi darurat untuk mengelola penjara dan tawanan keamanan. Mereka mengklaim untuk mengutamakan perdamaian dan keselamatan publik.
Keputusan untuk memindahkan para tawanan itu diambil setelah adanya petisi ke Mahkamah Agung oleh Asosiasi Hak Sipil di Israel, yang menyerukan penutupan fasilitas tersebut karena adanya laporan yang kredibel tentang penyiksaan.
Haaretz melaporkan pada awal tahun ini bahwa tawanan Palestina menjadi sasaran pemukulan, diborgol ke dinding, dan dipaksa berdiri dengan tangan terikat di atas kepala.
Selain itu, kebersihan dasar diabaikan, dan tawanan mulai menolak mandi karena risiko hukuman yang diterima jika melebihi waktu yang ditentukan.
Perawatan medis juga dilaporkan sangat kurang, dan seorang pengacara menggambarkan kejadian bahwa terdapat tawanan yang ditindak tanpa anestesi oleh mahasiswa keperawatan, bukan oleh dokter yang berkualifikasi. Kemudian, yang paling mengganggu, dari 4.000 tawanan yang berada di Sde Teiman sejak Oktober, 35 orang meninggal di lokasi atau setelah dibawa ke rumah sakit sipil terdekat.
Militer Israel membantah tuduhan “penyiksaan sistematis” di fasilitas tersebut, dengan mengklaim bahwa segala bentuk penyiksaan terhadap tawanan dilarang keras dan diselidiki secara menyeluruh. Namun, banyaknya laporan yang konsisten dari mantan tawanan, ditambah dengan kesaksian personel Israel di lokasi tersebut, menunjukkan adanya pola penganiayaan dan penyiksaan yang mengganggu.
Pengungkapan fasilitas penahanan Sde Teiman telah menarik perhatian media. Pada bulan Mei, CNN mengungkap rincian mengerikan tentang penyiksaan dan penganiayaan terhadap warga Palestina di sana. Mahkamah Agung Israel juga telah mulai mendengarkan petisi dari kelompok hak asasi manusia untuk segera menutup tempat tersebut.
Menanggapi laporan tersebut dan petisi ACRI ke Pengadilan Tinggi, Israel menyatakan bahwa IDF akan menutup Sde Teiman secara bertahap, yang mengarah pada pemindahan segera tawanan Palestina ke penjara yang dikelola militer di Tepi Barat yang diduduki.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








