• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Minggu, Februari 22, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

“Kami Tetap di Sini, Meski Harus Mati di Sini,” Warga Gaza Menolak Pemindahan Paksa

by Adara Relief International
Februari 7, 2025
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
“Kami Tetap di Sini, Meski Harus Mati di Sini,” Warga Gaza Menolak Pemindahan Paksa

Warga Palestina Rashid Mansour, yang menyaksikan Nakba 1948 bersama keluarganya, berbicara tentang penolakannya untuk meninggalkan Gaza, setelah pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump, di Khan Younis di Jalur Gaza selatan, 5 Februari 2025. [REUTERS/Hatem Khaled]

14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Dengan kata-kata tegas ini, Rashad Mansour menolak usulan Presiden Donald Trump yang ingin Amerika Serikat mengambil alih Gaza dan mengubahnya menjadi “Riviera Timur Tengah” setelah merelokasi warga Palestina ke tempat lain. Pernyataan ini dilaporkan oleh Reuters.

Mansour, pria Palestina yang lahir pada tahun 1946, masih berusia balita ketika ia dan keluarganya terpaksa mengungsi ke Gaza akibat “Nakba” atau “Malapetaka”—peristiwa ketika ratusan ribu warga Palestina diusir atau melarikan diri dari tanah air mereka saat Israel didirikan di atas tanah Palestina pada tahun 1948.

Kini, di usianya yang senja, ia menegaskan tidak akan pernah meninggalkan tanah kelahirannya lagi.

“Kami ingin tetap tinggal di tanah dan negara kami,” katanya. “Kami menolak semua seruan yang meminta kami pergi dan menjadi pengungsi lagi.”

Trump, dalam klarifikasi atas pernyataannya sebelumnya, mengatakan pada Kamis (06/2) lalu bahwa ia mengharapkan Israel menyerahkan Jalur Gaza kepada Amerika Serikat setelah pertempuran berakhir dan penduduknya telah direlokasi ke tempat lain. Pada hari yang sama, Israel memerintahkan militernya untuk bersiap menghadapi “kepergian sukarela” warga Gaza.

Pemindahan paksa penduduk dari wilayah yang berada di bawah pendudukan militer merupakan kejahatan perang yang dilarang oleh Konvensi Jenewa 1949.

Baca Juga

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Seperti mayoritas warga Gaza lainnya yang merupakan keturunan pengungsi dari kota dan desa yang kini berada di wilayah Israel, Mansour masih menyimpan harapan untuk kembali ke rumah keluarganya, yaitu di Bayt Daras—sebuah desa Palestina di utara Gaza yang kini tidak lagi ada.

“Saya akan kembali ke wilayah tempat saya diusir,” ujarnya. Mengenai orang-orang Israel yang kini tinggal di tanah itu, ia menegaskan, “Ini bukan tanah mereka. Ini tanah kami. Kami telah hidup di sini selama bertahun-tahun, begitu juga ayah dan kakek kami.”

Dalam agresi terbaru yang telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza, Mansour kembali mengalami pengusiran. Kali ini, ia terpaksa meninggalkan rumahnya di Khan Younis, kota utama di selatan Gaza, menuju Rafah, bersama putra, menantu, dan empat cucunya. Namun, setelah gencatan senjata diterapkan, mereka kembali ke Khan Younis.

Sebagai seseorang yang telah hidup sepanjang sejarah konflik Arab-Israel, Mansour mengungkapkan bahwa agresi kali ini adalah yang paling mengerikan dari semua yang pernah ia saksikan.

“Agresi ini tidak pandang bulu, menyeret siapa pun, baik muda maupun tua, baik maupun buruk. Ini adalah agresi yang brutal,” ujarnya.

Sumber:

https://www.reuters.com

https://www.#

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Bencana Kemanusiaan Mengancam Gaza akibat Banjir dan Krisis Infrastruktur

Next Post

Serikat Pekerja Arab: Israel Menyiksa Pekerja Palestina Hingga Meninggal

Adara Relief International

Related Posts

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza
Berita Kemanusiaan

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

by Adara Relief International
Februari 20, 2026
0
19

Pemerintahan Trump berencana membangun pangkalan militer yang berfungsi sebagai pusat operasional Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza. Rencana tersebut merujuk pada...

Read moreDetails
Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Februari 20, 2026
16
Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Februari 20, 2026
19
Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Februari 20, 2026
13
Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Februari 20, 2026
26
Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Februari 19, 2026
29
Next Post
Serikat Pekerja Arab: Israel Menyiksa Pekerja Palestina Hingga Meninggal

Serikat Pekerja Arab: Israel Menyiksa Pekerja Palestina Hingga Meninggal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630