Kantor Media Pemerintah telah mengutuk keras pelanggaran berturut-turut terhadap jurnalis, yang terbaru adalah perpanjangan masa tawanan rumah jurnalis Al-Quds, Lama Ghosheh, Israel. Perpanjangan ini terjadi setelah Pengadilan Magistrat menunda persidangannya hingga 21 Maret. Kantor tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Rabu (15/2) bahwa keputusan ini tidak lain adalah intensifikasi pendudukan dalam kebijakan pelecehan dan penyalahgunaan profesional media Palestina, dan mengabaikan semua perjanjian dan kesepakatan internasional yang menegaskan perlindungan bagi jurnalis dan kebebasan media.
Mereka mengatakan bahwa jurnalis Ghosheh (30), ibu dua anak, ditangkap dari rumah ayahnya di lingkungan Sheikh Jarrah pada 4 September 2022. Penangkapan terjadi setelah terjadi penggerebekan terhadapnya pada tanggal 13 di bulan yang sama. Dia dilarang menggunakan media sosial, dan dipindahkan statusnya sebagai tawanan rumah. Kantor tersebut menekankan bahwa pelanggaran “Israel” terlalu lemah untuk merusak kemauan dan tekad para ksatria media Palestina yang setiap waktu terus melakukan tugas profesional dan peran nasional mereka, mengungkap kejahatan pendudukan terhadap rakyat Palestina dan menyampaikan kisah mereka ke seluruh dunia.
Mereka menyerukan perlunya mengungkap kejahatan pendudukan terhadap jurnalis, agar Federasi Jurnalis Internasional mengambil langkah hukum dan yudisial untuk meminta pertanggungjawaban pejabat penjajah Israel atas kejahatan mereka terhadap jurnalis Palestina dan media Palestina. Kantor tersebut meminta lembaga hak asasi manusia dan organisasi internasional yang mengadvokasi hak-hak perempuan untuk bergerak dan bekerja demi mengakhiri hukuman yang tidak adil terhadap jurnalis Lama Ghosheh, dan bergerak untuk mengadili dan meminta pertanggungjawaban pendudukan atas berbagai pelanggaran kebebasan media dan kejahatannya yang berkelanjutan terhadap jurnalis Palestina, yang terbaru adalah pembunuhan dua perempuan jurnalis, Shireen Abu Akleh dan Ghufran Warasneh.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








