Pusat Studi Tawanan Palestina mengatakan pada Senin (1/5) bahwa pendudukan Israel terus menahan anak-anak Palestina di bawah umur dan memenjarakan mereka di bawah penahanan administratif, lapor kantor berita Safa.
Menurut pusat tersebut, pengadilan militer Israel telah memperbaharui penahanan administratif Maher Bany Jaber yang berusia 17 tahun untuk keempat kalinya, selama empat bulan berikutnya. Jaber ditahan pada Mei 2022 dan tidak ada alasan yang diberikan untuk penahanannya.
Saat ini, ada delapan anak di bawah umur Palestina yang ditahan di bawah penahanan administratif di penjara-penjara Israel, kata Pusat Studi Tawanan Palestina. Ia menyebut contoh tiga anak di bawah umur, yaitu Yahya Al-Rimawi, 17, dari Beir Rima, sebelah barat Ramallah, Qasim Hawamdeh, 17, dari Hebron, dan Jamal Adi, 17, dari Beir Amer, sebelah utara Hebron.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








