• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Februari 6, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza

by Adara Relief International
Februari 6, 2026
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM, Kesehatan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza
10
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Dalam tiga bulan pertama genosida Israel di Gaza pada 2023, tercatat empat kematian yang secara resmi terkait dengan kelaparan. Namun, pada 2024, angka itu meningkat menjadi 49, dan meledak pada 2025 seiring dengan pengepungan Israel yang mencekik. Ketika itu kematian mencapai angka 422 jiwa dalam satu tahun. Ini menunjukkan peningkatan yang mengejutkan, yakni 760 persen dalam jumlah kematian akibat kelaparan hanya dalam waktu 12 bulan.

Pelapor Khusus PBB untuk Hak atas Pangan, Michael Fakhri, mengatakan kepada Al Jazeera pada Agustus 2025 bahwa standar global untuk analisis kelaparan, yang dikenal sebagai Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC), cenderung “konservatif”. “Realitas di lapangan sangat jelas. Kami membunyikan alarm ketika mulai melihat anak-anak meninggal,” jelas Fakhri. Ia mencatat bahwa krisis tersebut telah memenuhi kriteria teknis yang ketat untuk kelaparan.

Kementerian Kesehatan di Gaza juga telah memberikan rincian korban kelaparan: 40,63 persen adalah lansia (di atas 60 tahun), dan 34,74 persen adalah anak-anak. Pada tahun 2025 saja, kasus di kalangan anak-anak di bawah lima tahun melonjak dari 2.754 pada bulan Januari menjadi 14.383 pada bulan Agustus.

Baca Juga

Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

Warga Palestina di Jalur Gaza dan bagian lain dari wilayah pendudukan Palestina menyebut Israel selama beberapa dekade berturut-turut telah menggunakan makanan dan bantuan sebagai senjata perang. Suleiman Basharat, seorang komentator dan peneliti Palestina tentang urusan Israel, menelusuri taktik tersebut hingga blokade Gaza yang Israel lakukan pada tahun 2007.

“Keruntuhan Kalori” Sebabkan Kelaparan Meluas di Gaza

Langkah-langkah Israel untuk meningkatkan kondisi kelaparan ini sangat menyeluruh. Sebelum genosida di Gaza meletus pada 2023, PBB mengatakan bahwa ada kebutuhan 500 truk yang membawa bantuan dan makanan untuk memenuhi kebutuhan hidup penduduk Gaza. Namun selama genosida, rata-rata hanya 19 truk per hari yang mendapat masuk ke Jalur Gaza – pengurangan sebesar 96 persen – yang beberapa media Israel sebut sebagai “keruntuhan kalori”:

  • Penurunan Drastis Kebutuhan Kalori: Sebelum genosida, 500 truk memasok kebutuhan pangan Gaza setiap hari. Selama genosida, jumlah ini turun menjadi rata-rata 19 truk per hari – penurunan sebesar 96 persen.
  • Perang Kehausan: Ketersediaan air anjlok dari 84 liter per orang menjadi hanya 3 liter selama pengepungan.
  • Bumi Hangus: Israel secara sistematis menghancurkan infrastruktur untuk produksi pertanian. Pada Agustus 2025, 90 persen lahan pertanian telah rata dengan tanah. Di samping itu, 2.500 peternakan ayam telah hancur (membunuh 36 juta unggas), dan pelabuhan perikanan luluh lantak.

Saat ini, kehancuran sektor pertanian di Jalur Gaza menjadikan Gaza bergantung pada bantuan eksternal. Dengan demikian, mudah bagi Israel untuk mengendalikan makanan yang diizinkan masuk ke Gaza. 

Jumlah 475 kematian yang tercatat secara resmi hanyalah puncak gunung es. Bagi banyak warga Palestina, genosida mungkin “berhenti sementara” secara teori. Akan tetapi bagi satu generasi warga Palestina, kelaparan buatan manusia, luka fisik dan politik bisa membutuhkan waktu puluhan tahun untuk sembuh.

Sumber: Al Jazeera

ShareTweetSendShare
Previous Post

Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Adara Relief International

Related Posts

Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis
Berita Kemanusiaan

Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

by Adara Relief International
Februari 6, 2026
0
10

Menurut penelitian baru yang terbit hari Kamis (05/02) dari HelpAge International dan Amnesty International, para lansia di Gaza menderita krisis...

Read moreDetails
26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

Februari 6, 2026
11
Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Februari 6, 2026
11
Global Sumud Flotilla Akan Kembali Berlayar pada Maret 2026

Global Sumud Flotilla Akan Kembali Berlayar pada Maret 2026

Februari 6, 2026
12
Israel Lakukan Kampanye Propaganda terhadap Dr. Hussam Abu Safiya

Israel Lakukan Kampanye Propaganda terhadap Dr. Hussam Abu Safiya

Februari 5, 2026
22
Gaza Menerima 54 Jenazah dan 66 Kotak Berisi Anggota Tubuh

Gaza Menerima 54 Jenazah dan 66 Kotak Berisi Anggota Tubuh

Februari 5, 2026
21

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630