Israel mengebom beberapa rumah, termasuk rumah keluarga Hamad di Al-Zawaida di Khan Younis, membunuh sedikitnya 20 warga Palestina. Israel juga mengebom sembilan rumah di kota Rafah dan membunuh 13 warga Palestina. Di Gaza utara, pasukan Israel menyerang wilayah Sheikh Radwan, Al-Nasr, Al-Zaytoun, Al-Rimal, dan Al-Sabra, membunuh sedikitnya 10 warga Palestina, sebagaimana dilaporkan WAFA.
Ribuan warga Palestina masih hidup tanpa makanan yang cukup atau tempat berlindung yang layak di Jalur Gaza. Keluarga-keluarga Palestina mendapatkan makanan hangat melalui sumbangan amal dan harus mengantre dalam cuaca dingin untuk mendapatkan jatah mereka, yang akan dibagikan kepada seluruh keluarga.
Beberapa pekan terakhir ini merupakan waktu yang dingin dan menyedihkan bagi hampir 1,5 juta warga Palestina di Rafah, kota paling selatan yang berbatasan dengan Mesir, yang masih berada di bawah ancaman invasi Israel. Namun, situasi di Gaza utara juga tidak kalah suram. Sebuah pos pemeriksaan militer Israel di Jalan Salah El-Din yaitu sebuah jalur yang menghubungkan Gaza utara dan selatan, telah menghalangi truk bantuan untuk mencapai Kota Gaza.
Warga Palestina di Gaza utara menderita kekurangan air bersih. Pemerintah Kota Gaza mengatakan pada Ahad (18/2) bahwa agresi Israel telah menghancurkan 42.000 meter pipa air, 40 sumur, sembilan tangki utama air, dan 480 katup air pertanian sejak Oktober. Gaza utara terus menjadi medan pertempuran antara pasukan Israel dan pejuang kemerdekaan Palestina, meskipun Israel beberapa kali mengumumkan bahwa mereka telah menguasai wilayah tersebut.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








