Pasukan Israel membunuh tiga warga Palestina dalam serangan di Tulkarem, barat laut Tepi Barat, Kamis (16/5) pagi, Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan dalam sebuah pernyataan. Ketiga pria tersebut adalah Ayman Mubarak (26 tahun), Husam Daabas (22 tahun) dan Muhammad Nasrallah (27 tahun). Kerumunan warga Palestina di kota tersebut berbaris dengan jenazah mereka dari Rumah Sakit Thabet Thabet ke pemakaman Tulkarem pada Kamis siang untuk memakamkan mereka.
Selain itu, pada hari yang sama pasukan Israel juga membunuh seorang remaja Palestina di Al-Quds (Yerusalem) dan mengklaim bahwa dia berusaha menikam warga Israel di Kota Tua Al-Quds. Remaja tersebut diidentifikasi sebagai Nur Shehab (17 tahun) dari lingkungan Sowana di kota tersebut. Pengacara Pusat Informasi Wadi Hilweh di Al-Quds kemudian melaporkan bahwa polisi Israel menahan jenazah Shehab dan menangkap orang tua Shehab di rumah mereka.
Pada Rabu (15/5) sore, pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah pengunjuk rasa Palestina di pintu masuk utara Ramallah, yang sedang memperingati Nakba, membunuh seorang mahasiswa di Universitas Birzeit.
Siswa yang dibunuh adalah Aysar Safi (20 tahun), siswa tahun kedua di Fakultas Pendidikan Jasmani Universitas Birzeit. Ia berasal dari Kamp Pengungsi Jalazon di utara kota. Safi terkena peluru tajam yang ditembakkan oleh tentara Israel saat mengambil bagian dalam preringatan Nakba. Ia dibawa ke Rumah Sakit Umum Ramallah dan dinyatakan meninggal tak lama setelah kedatangannya.
Ratusan mahasiswa Palestina berkumpul di Universitas Birzeit dan membawa jenazah Aysar Safi dalam prosesi pemakaman di dalam kampus, sebelum menuju ke rumahnya di Kamp Pengungsi Jalazon. Jenazahnya diusung di gang-gang kamp pengungsian sebelum dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya.
“Aysar sangat baik dan perhatian dan dia juga sangat energik dan aktif,” kata seorang temannya yang meminta untuk tidak disebutkan namanya kepada Mondoweiss. Ia mempunyai perasaan yang kuat terhadap para tawanan di penjara-penjara pendudukan. Ia selalu hadir saat pembebasan tawanan untuk menyambut mereka. Dia sangat optimis mengenai potensi pertukaran tahanan yang akan membuat mereka semua dibebaskan.”
Ayah Aysar Safi dan kakak laki-lakinya berada di penjara Israel. Itu sebabnya, ia mengurus bengkel alumunium milik ayahnya sejak ayahnya ditangkap dan sekaligus bekerja di sana sambil belajar.
“Aysar sangat bertanggung jawab, pekerja keras, dan pembelajar ulung. Ia berpotensi dalam sepak bola dan mengalami kemajuan dalam pembelajaran pendidikan olahraganya,” kata pamannya kepada wartawan di pemakamannya. “Kami menaruh harapan besar kepadanya.” Ibunya yang masih sangat berduka menolak berbicara kepada media.
Sejak 7 Oktober, pasukan atau pemukim Israel telah membunuh 503 warga Palestina di Tepi Barat dan al-Quds (Yerusalem).
Sumber: https://mondoweiss.net
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








