Otoritas Israel memajukan 20 proyek permukiman baru di Al-Quds (Yerusalem) selama bulan Februari. Tindakan ini mempercepat upaya terkoordinasi untuk membentuk kembali kota itu secara demografis dan geografis.
Dalam laporan bulanannya tentang pelanggaran, Pemerintah mengatakan bahwa proyek-proyek tersebut mereka dokumentasikan melalui pemantauan harian terhadap pengumuman resmi pemerintah Israel dan pemerintah Kota Al-Quds. Rencana tersebut mencakup pembangunan baru, penguasaan lahan, dan memajukan perluasan permukiman di seluruh kota.
Tujuan proyek telah Israel ajukan untuk proses peninjauan. Proses ini adalah tahap pemeriksaan sebelum persetujuan akhir. Proyek tersebut merencanakan pembangunan 613 unit permukiman di atas lahan seluas kurang lebih 960 dunum. Lima rencana tambahan telah Israel setujui untuk 51 unit di lahan seluas sekitar 40 dunum, sementara tender lainnya untuk 231 unit.
Para pejabat Palestina mengatakan bahwa laju persetujuan dan tender mencerminkan strategi politik Israel. Strategi tersebut bertujuan untuk memperkuat kendali Israel atas Al-Quds dan membatasi prospek solusi dua negara di masa depan.
Baca juga : “Daftar Pelanggaran Israel di Al-Quds (Yerusalem) Sepanjang Januari 2026“
Bersamaan dengan perluasan permukiman, pemerintah mencatat 47 serangan pemukim di Al-Quds selama Februari. Serangan ini termasuk sembilan kasus yang melibatkan penyerangan fisik. Salah satu insiden mengakibatkan kematian Nasrallah Abu Siam yang berusia 20 tahun dari kota Mikhmas, di sebelah utara kota tersebut.
Serangan yang terdokumentasi termasuk penembakan, pembakaran, blokade jalan, pelecehan terhadap para penggembala, perampokan rumah dan vandalisme, serta penyerangan terhadap gereja-gereja. Menurut laporan, insiden-insiden tersebut terjadi di bawah perlindungan langsung pasukan Israel.
Pemerintah provinsi berpendapat bahwa perlindungan semacam itu menunjukkan koordinasi antara kelompok pemukim dan pemerintah sayap kanan Israel untuk memaksakan realitas baru di lapangan dan merusak status quo yang ada di Al-Quds (Yerusalem).
Dalam laporan tahunan terkait tahun 2025, Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman mengatakan bahwa komite perencanaan Israel meninjau 107 rencana pembangunan permukiman struktural di Al-Quds pada tahun lalu. 41 di antaranya berada di luar batas kota yang Israel tentukan dan 66 di dalam permukiman yang terletak di dalam batas tersebut.
Para pejabat Palestina berpendapat bahwa percepatan perencanaan permukiman mencerminkan upaya untuk memanfaatkan iklim politik regional dan internasional saat ini guna memperkuat perluasan permukiman yang lebih luas di Al-Quds (Yerusalem)
Sumber: Palinfo







