Israel telah melarang organisasi amal medis internasional, Doctors Without Borders (MSF), untuk beroperasi di Gaza dan Tepi Barat. Larangan ini terjadi setelah organisasi tersebut menolak menyerahkan daftar staf Palestina dan internasionalnya.
Dalam pernyataan pada Ahad (01/02), Kementerian Luar Negeri Israel menuduh MSF memiliki “sesuatu yang mereka sembunyikan”, dengan alasan MSF menolak memberikan informasi tentang stafnya. Israel membingkai penolakan terhadap permintaan itu sebagai masalah transparansi dan keamanan. Mereka juga menuduh bahwa dua karyawan MSF memiliki hubungan dengan kelompok bersenjata Palestina, Hamas dan Jihad Islam. MSF segera membantah keras tuduhan tersebut.
Kementerian luar negeri Israel mengatakan MSF telah berkomitmen pada awal Januari untuk membagikan daftar staf sebagai bagian dari syarat proses registrasi oleh Israel. Dalam pernyataan di situs webnya pada Jumat, MSF mengonfirmasi bahwa mereka telah setuju untuk membagikan nama-nama staf Palestina dan internasionalnya kepada Israel.
Keputusan awal MSF untuk mematuhi langkah-langkah Israel memicu kontroversi di kalangan komunitas medis. Dokter bedah Palestina ternama dunia, Dr. Ghassan Abu Sittah, mengutuk langkah tersebut. Ia memperingatkan bahwa badan amal itu akan membahayakan nyawa stafnya jika menyetujui perintah tersebut.
Lembaga amal tersebut kemudian menambahkan bahwa mereka meminta jaminan bahwa rincian staf hanya akan digunakan untuk tujuan administratif dan tidak akan membahayakan karyawan. Akan tetapi, MSF mengatakan bahwa mereka tidak mendapatkan jaminan tersebut. Oleh karena itu, mereka menyimpulkan bahwa “kami tidak akan membagikan informasi staf dalam keadaan saat ini”.
MSF kemudian mengumumkan tidak akan melanjutkan proses pendaftaran. Menurut kementerian Israel, tindakan ini bertentangan dengan pernyataan sebelumnya dan protokol yang mengikat. Akibatnya, kementerian mengatakan MSF terpaksa harus menghentikan operasinya dan meninggalkan Jalur Gaza paling lambat 28 Februari 2026.
Sumber: Middle East Eye, Al Jazeera, Middle East Monitor








