Kantor media pemerintah di Gaza mengumumkan pada Ahad (2/3) bahwa tentara Israel telah melakukan lebih dari 900 pelanggaran perjanjian sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 19 Januari.
Israel telah membunuh dan melukai ratusan warga Palestina di seluruh daerah di Jalur Gaza. “Pelanggaran ini termasuk pengeboman udara dan serangan artileri, penerbangan drone intensif, mencegah masuknya bantuan kemanusiaan, menembaki warga, menghancurkan rumah, dan menargetkan kendaraan,” jelas direktur jenderal kantor media, Ismail Al-Thawabta. “Termasuk mencegah bahan bakar memasuki Gaza, menghalangi masuknya kendaraan pertahanan sipil dan mesin berat, dan mencegah masuknya 260.000 tenda dan karavan.”
Al-Thawabta meminta masyarakat internasional dan mediator untuk menuntut Israel agar menghentikan kejahatannya dan menjunjung tinggi tanggung jawabnya dalam perjanjian gencatan senjata. Sebelumnya pada yang sama, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengumumkan bahwa jumlah total korban meninggal sejak gencatan senjata mulai berlaku telah meningkat menjadi 116 orang, dengan setidaknya 490 orang terluka.
Kementerian Luar Negeri Palestina memperingatkan tentang bahaya Israel yang mencegah masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza. Mengomentari keputusan Israel untuk memblokir masuknya bantuan, ia menekankan “penolakannya untuk mempolitisasi bantuan dan menggunakannya sebagai alat pemerasan, memperdalam penderitaan lebih dari dua juta warga Palestina, dan menambah penderitaan mereka saat ini karena genosida dan pengungsian.”
Kementerian itu juga meminta masyarakat internasional dan semua pihak untuk “berkomitmen pada tanggung jawab mereka untuk menuntut Israel agar mengizinkan bantuan masuk ke Jalur Gaza secara berkelanjutan. Tuntutan ini demi mencegah Israel menggunakan penderitaan Palestina dan kelaparan sebagai senjata untuk memaksakan kondisi politiknya.”
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








