Militer Israel terus melancarkan serangan ke kamp-kamp pengungsi Jenin dan Tulkarem di Tepi Barat yang diduduki. Menurut laporan Al Jazeera Arabic, pasukan Israel telah mengirim bala bantuan ke kamp pengungsi Jenin dan mulai menghancurkan sebagian area dengan buldoser. Kamp tersebut, yang dulunya merupakan pusat perlawanan bersenjata Palestina, kini hampir sepenuhnya kosong akibat pengosongan paksa dan pembunuhan puluhan warga. Operasi militer ini telah berlangsung selama 102 hari berturut-turut.
Di Kamp Pengungsi Tulkarem, serangan juga masih berlangsung hingga hari ke-96. Selain serangan fisik, militer Israel mengeluarkan perintah pembongkaran terhadap 106 bangunan di kamp Tulkarem dan Nur Shams. Warga diberi tenggat waktu 24 jam untuk mengosongkan properti mereka, berdasarkan pemberitahuan yang disertai peta berpenanda merah. Otoritas Israel mengklaim pembongkaran dilakukan untuk “kepentingan militer.”
Gubernur Tulkarem, Abdullah Kmeil, menyebut perintah pembongkaran ini sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan mendesak intervensi dari komunitas internasional serta organisasi hak asasi manusia. Seruan serupa juga disampaikan oleh berbagai organisasi masyarakat kepada PBB, Dewan Keamanan, dan lembaga HAM global untuk segera mengambil tindakan.
sumber:








