Otoritas pendudukan Israel pada Jumat (23/12) menyerahkan jenazah seorang wanita Palestina yang dibunuh pasukan Israel pada bulan April di Kota Tua Hebron. Maha Kazem Za’atari, seorang penduduk berusia 24 tahun, ditembak mati pada April oleh tentara pendudukan Israel karena dituduh mencoba melakukan operasi penusukan terhadap tentara bersenjata berat yang ditempatkan di dekat Masjid Ibrahimi, dan sejak itu otoritas pendudukan menahan jenazahnya.
Jenazah Maha diserahkan oleh pasukan pendudukan Israel kepada Bulan Sabit Merah Palestina di pos pemeriksaan militer Tarqumia, sebelah barat kota, untuk kemudian diserahkan kepada keluarganya sebagai penghormatan terakhir. Parade pemakaman militer juga diadakan untuk perempuan muda itu, sebelum dimakamkan di Pemakaman Al-Shuhadaa.
Praktik Israel dalam menyita dan menahan jasad orang Palestina adalah pelanggaran hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia internasional. Ini mencakup larangan mutlak atas perlakuan kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan martabat, serta menetapkan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata harus mengubur jenazah tersebut dengan cara yang terhormat, kata kelompok hak asasi manusia.
Pendudukan Israel telah menahan 370 jenazah warga Palestina yang terbunuh dalam aksi sejak 1967 yang dimakamkan di “pemakaman angka,” termasuk 11 tawanan yang meninggal di penjara.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








