Seorang lansia Palestina, Ahmad Hannani (78 tahun), meninggal pada Kamis (05/03) akibat pasukan pendudukan Israel (IOF) menghalangi ambulans yang hendak membawanya setelah ia terkena serangan jantung. Pencegahan tindakan medis itu terjadi di Kota Beit Furik, Nablus, utara Tepi Barat.
Aktivis Alaa Militat mengatakan bahwa tentara IOF sengaja menunda memindahkan Hannani ke salah satu pusat medis. Israel juga menghalangi kru ambulans memasuki kota selama sekitar satu jam, setelah dokter mengumumkan kematiannya akibat serangan jantung.
Baca juga : “Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis“
Militat menunjukkan bahwa IOF telah melakukan kampanye militer skala besar di kota itu sejak Rabu tengah malam. IOF mengerahkan sejumlah besar kendaraan militer dan patroli dalam kampanye militer tersebut. Israel juga melakukan kampanye luas penggerebekan yang menargetkan lebih dari 120 rumah. Di samping itu, mereka juga mencari beberapa orang, termasuk menyerang penduduk dan menyita sejumlah kendaraan.
Di sisi lain, lima warga Palestina terluka pada Rabu malam akibat terkena tembakan IOF selama serangannya ke pusat Kota Jenin, utara Tepi Barat. Seorang pemuda menderita cedera kritis setelah pasukan Israel menembaknya dari belakang, hingga peluru menembus keluar dada.
Sejumlah warga Palestina, termasuk seorang perempuan, juga terluka setelah pasukan Israel memukulinya selama penggerebekan di Kamp Pengungsi Al-Fawwar di selatan al-Khalil, serta di lingkungan Jaber dan Al-Salaymeh di daerah tertutup kota.
Selama enam hari berturut-turut, pasukan pendudukan Israel memperketat langkah-langkah penutupan di Tepi Barat. Israel menutup Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem) dan Masjid Ibrahimi di Al-Khalil (Hebron). Tak hanya itu, mereka juga menghalangi jemaah untuk salat di dalamnya dengan dalih eskalasi ketegangan Israel-Iran.
Sumber: Palinfo








