• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, Februari 21, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Israel Cegat Armada Global Sumud: Aktivis Ditangkap, Dunia Internasional Mengecam

by Adara Relief International
Oktober 3, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Israel Cegat Armada Global Sumud: Aktivis Ditangkap, Dunia Internasional Mengecam
25
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pasukan Israel mencegat dan membajak sejumlah kapal yang tergabung dalam Armada Global Sumud, sebuah misi kemanusiaan internasional yang berupaya memecah blokade Israel atas Gaza. Para aktivis di atas kapal turut diculik, memicu gelombang kecaman dari berbagai negara.

Menurut penyelenggara, pasukan Israel mencegat armada pada Rabu (2/10), di sekitar 70 mil laut (130 km) dari pesisir Gaza. Sinyal komunikasi mereka ditanggung dan diputus ketika kapal-kapal semakin mendekati wilayah terblokade itu.

Baca Juga

Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Juru bicara Global Sumud, Saif Abukeshek, mengonfirmasi bahwa 13 kapal telah dicegat dengan lebih dari 201 orang dari 37 negara di dalamnya. Tercatat ada 30 peserta dari Spanyol, 22 dari Italia, 21 dari Turki, dan 12 dari Malaysia. Secara keseluruhan, misi ini melibatkan lebih dari 40 kapal sipil dan sekitar 500 aktivis dari berbagai negara.

Armada tersebut membawa bantuan kemanusiaan seperti susu bayi, makanan, dan obat-obatan. Penyelenggara menegaskan misi mereka damai, non-kekerasan, dan mendesak. Namun Israel menuding armada memiliki kaitan dengan Hamas dan berupaya melanggar blokade lautnya.

Sebelum penyerangan, Italia, Spanyol, dan Turki menarik pengawalan militer serta pengawasan udara mereka. Italia menghentikan pengawalan kapal pada 30 September setelah mencapai batas 150 mil laut yang dinyatakan Israel sebagai area terlarang, dan mendesak peserta untuk menghentikan misi. Spanyol menyusul pada 1 Oktober dengan menarik kapal perang Furor, sementara Turki menarik drone pengintai Akinci pada hari yang sama. Hal ini membuat armada benar-benar tanpa perlindungan ketika Israel melancarkan serangan.

Padahal, sejak September armada telah berulang kali mendapat serangan drone dan bom api yang diduga berasal dari Israel sebagai upaya intimidasi. Meski demikian, para pemimpin flotilla menegaskan akan terus berlayar hingga bantuan mencapai Gaza, tempat lebih dari 66.000 warga Palestina telah terbunuh sejak Oktober 2023. Penyerangan Israel terhadap armada kemanusiaan ini memicu kecaman global:

  • Malaysia: PM Anwar Ibrahim mengutuk keras tindakan intimidasi Israel terhadap kapal yang membawa warga sipil tak bersenjata dan bantuan hidup. Ia menilai Israel telah menunjukkan “penghinaan terhadap hati nurani dunia”.
  • Irlandia: Menlu Simon Harris menyebut aksi Israel “sangat mengkhawatirkan” dan menegaskan misi ini damai untuk menyoroti krisis kemanusiaan di Gaza.
  • Kolombia: Presiden Gustavo Petro mengusir diplomat Israel dan membatalkan perjanjian perdagangan bebas dengan Israel. Ia menyebut Netanyahu sebagai “penjahat dunia”.
  • Venezuela: Menlu Yvan Gil menyebut blokade bantuan sebagai “alat perang kriminal” untuk melenyapkan penduduk Gaza lewat kelaparan.
  • Turki: Kemenlu menyebut serangan Israel sebagai “tindakan teror” dan jaksa Istanbul membuka investigasi terkait penahanan 24 warganya.
  • Brasil: Pemerintah mengecam aksi Israel yang membahayakan keselamatan aktivis damai, menegaskan Israel bertanggung jawab atas keamanan warga Brasil yang ditahan.
  • Pakistan: PM Shehbaz Sharif menyebut serangan ini sebagai tindakan “keji” dan menuntut pembebasan segera para aktivis.
    PBB: Pelapor Khusus Francesca Albanese mempertanyakan mengapa negara-negara dengan angkatan laut kuat tidak ikut memecah blokade, sementara “warga dunia” dengan perahu kecil mampu mendekati Gaza.
  • Inggris: Pemerintah menyatakan “sangat prihatin” dan menegaskan Israel harus segera membuka akses bantuan ke Gaza tanpa syarat.
  • Australia: Canberra menyerukan semua pihak menghormati hukum internasional dan memastikan perlakuan manusiawi bagi para aktivis.
  • Spanyol: Pemerintah memanggil perwakilan Israel di Madrid untuk meminta penjelasan atas serangan yang menimpa 65 warga Spanyol dalam armada tersebut.

Insiden ini kembali menyoroti blokade ketat Israel atas Gaza yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Armada Global Sumud, yang dipimpin oleh ratusan aktivis internasional termasuk tokoh politik dan figur publik seperti Mandela Mandela, Greta Thunberg, Rima Hassan, dan Ada Colau, menegaskan misi mereka akan terus berlanjut.

“Misi ini damai, non-kekerasan, dan mendesak. Rakyat Gaza sedang kelaparan dan terkepung. Kami tidak bisa berhenti,” tegas para penyelenggara.

Sumber:
Qudsnen

ShareTweetSendShare
Previous Post

MSF: Serangan Israel Membunuh Tenaga Medis ke-14 di Gaza

Next Post

Israel Culik Perawat Palestina, Putri dari Dokter yang Sebelumnya Ditahan

Adara Relief International

Related Posts

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza
Berita Kemanusiaan

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

by Adara Relief International
Februari 20, 2026
0
11

Pemerintahan Trump berencana membangun pangkalan militer yang berfungsi sebagai pusat operasional Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza. Rencana tersebut merujuk pada...

Read moreDetails
Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Februari 20, 2026
11
Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Februari 20, 2026
13
Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Februari 20, 2026
11
Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Februari 20, 2026
12
Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Februari 19, 2026
26
Next Post
Israel Culik Perawat Palestina, Putri dari Dokter yang Sebelumnya Ditahan

Israel Culik Perawat Palestina, Putri dari Dokter yang Sebelumnya Ditahan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630