• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Minggu, Februari 22, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Inilah Perbedaan Iklim di Gaza Dulu dan Sekarang 

by Adara Relief International
Desember 7, 2022
in Berita Kemanusiaan, Sosial EKonomi
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Inilah Perbedaan Iklim di Gaza Dulu dan Sekarang 
83
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Musim hujan melanda Gaza. Dulu, musim ini adalah musim yang indah. Orang-orang akan iri dengan iklim di Gaza, terlebih ketika hujan dipandang sebagai sumber penghidupan daripada pertanda datangnya bencana. Tapi, semuanya berbeda sekarang–ketika akan turun hujan, keluarga mulai khawatir tentang bagaimana anak-anak mereka akan pergi ke sekolah sebab biasanya hujan akan diiringi dengan banjir. Gambar anak-anak mengarungi jalanan yang terendam banjir setinggi pinggang, kini sudah menjadi pemandangan umum pada musim dingin ini.

Musim hujan tidak selalu seperti ini. 20 tahun yang lalu banjir jarang terjadi di Gaza, meskipun curah hujan dulu jauh lebih deras daripada sekarang. Bedanya, dulu Gaza memiliki infrastruktur, yang sekarang hampir musnah akibat perang dan blokade Israel yang tiada henti. Saat ini, meski hujan hanya beberapa jam, beberapa jalan akan tergenang dan air masuk ke rumah-rumah penduduk.

Dari tahun ke tahun, banjir semakin parah meskipun telah ada daftar panjang pencapaian dari kotamadya Gaza. Tapi tentu saja pemerintah kota tidak memiliki kemewahan untuk benar-benar mengembangkan infrastruktur Gaza karena terlalu sibuk memperbaiki kehancuran akibat serangan Israel. Situasi saat ini harus menjadi peringatan bahwa ada krisis infrastruktur yang terus berkembang di Gaza, yang diperburuk oleh perubahan iklim dan blokade Israel. 

“Sebagian besar tempat yang terkena dampak perubahan iklim adalah tempat dengan infrastruktur yang paling lemah dan paling tidak siap. Orang-orang harus membayar harga untuk perubahan iklim,” kata Dr. Ahmad Hilles, kepala Institut Nasional untuk Lingkungan dan Pembangunan.

Upaya untuk mengatasi peningkatan populasi Gaza terus dicegah dan dipersulit oleh Israel pada setiap kesempatan. Pekerjaan Otoritas Palestina (PA) selama beberapa tahun pada proyek yang bertujuan untuk memasok sumber energi bersih di kamp pengungsi Al-Bureij, misalnya, dilenyapkan ketika Israel mengebom proyek tersebut selama Operasi Guardian of the Walls pada 2021, sebelum proyek tersebut selesai.

Gaza juga tidak memiliki sarana untuk menggunakan kembali air hujan karena runtuhnya infrastruktur yang berkaitan dengan penampungan air hujan dan sumur air. Perubahan iklim yang makin ekstrem juga memperburuk situasi. Gaza sekarang menghadapi situasi berbahaya karena tidak akan mampu menangani bencana iklim yang tak terhindarkan terkait dengan akses air.

Baca Juga

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

“Gaza menghadapi kekurangan air lebih dari 150 juta meter kubik per tahun,” kata Hilles. “Perubahan iklim berdampak pada tingkat hujan, yang merupakan satu-satunya sumber air di Gaza. Kami sekarang menerima 60–70 juta meter kubik per tahun, tetapi masih membutuhkan 250 juta meter kubik. Ini juga berdampak buruk pada reservoir air bawah tanah,” lanjutnya. “Reservoir air semakin rendah 20–25 meter setiap tahun, dan itu menyebabkan bercampurnya air tanah dengan air laut.” Hilles menegaskan bahwa “air bawah tanah yang layak untuk konsumsi manusia harus mencakup pembacaan TDS kurang dari 1000-1500 miligram per liter, tetapi di Gaza mengandung TDS lebih dari 10.000 mg/L.” Semua ini tidak baik. “Ini berarti air bawah tanah menjadi mirip dengan air laut,” jelas Hilles.

Hilles percaya bahwa situasi seperti itu memaksa orang untuk mencari alternatif untuk bertahan hidup, termasuk sumber energi alternatif. Masalahnya adalah bahwa beberapa dari alternatif ini membahayakan nyawa orang-orang ini, dan banyak orang di Gaza telah kehilangan nyawa mereka ketika menggunakan bahan berbahaya untuk menyalakan rumah mereka selama pemadaman listrik di Gaza pada musim dingin.

Pada tahun 2018, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa pada 2020, Gaza “tidak dapat ditinggali”. Ramalan itu telah terjadi. Setiap indikator yang menjadi dasar prediksi laporan PBB itu telah berubah menjadi mimpi buruk kemanusiaan. “Hari ini, kami memiliki lebih dari 140 orang yang terkena kanker setiap bulan di Gaza, dan ini adalah akibat langsung dari apa yang kami makan, minum, dan hirup,” kata Hilles. “Satu-satunya cara bagi kami untuk melewati kondisi ini adalah dengan mengakhiri pengepungan Israel,” simpul Hilles.

Sumber:

https://mondoweiss.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: GazaPalestinaUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Penyandang Disabilitas Hadapi Kematian Dini akibat Ketidaksetaraan di Sektor Kesehatan

Next Post

Penyandang Disabilitas Palestina Sebanyak 2% dari Total Penduduk

Adara Relief International

Related Posts

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza
Berita Kemanusiaan

Dewan Perdamaian Rencanakan Bangun Pangkalan Militer di Gaza

by Adara Relief International
Februari 20, 2026
0
19

Pemerintahan Trump berencana membangun pangkalan militer yang berfungsi sebagai pusat operasional Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza. Rencana tersebut merujuk pada...

Read moreDetails
Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Sutradara “The Voice of Hind Rajab” Tolak Penghargaan di Berlin

Februari 20, 2026
16
Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Jurnalis Palestina Ungkap Penyiksaan di Penjara Israel

Februari 20, 2026
19
Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Jumlah Korban Terbunuh di Gaza Lebih Tinggi dari Angka Resmi

Februari 20, 2026
13
Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Cara Mengidentifikasi Kurma Produksi Permukiman Ilegal Israel

Februari 20, 2026
25
Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Menteri Israel Serukan Pembatalan Perjanjian Oslo

Februari 19, 2026
29
Next Post
Sulitnya Kehidupan Penyandang Disabilitas di Tengah Blokade Gaza

Penyandang Disabilitas Palestina Sebanyak 2% dari Total Penduduk

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630