• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Ilan Pappé: Dekolonisasi Palestina dan Kegagalan Solusi Dua Negara

by Adara Relief International
Februari 28, 2025
in Berita Kemanusiaan, Hubungan Internasional dan Politik, Hukum dan HAM
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Ilan Pappé: Dekolonisasi Palestina dan Kegagalan Solusi Dua Negara

Prof Ilan Pappe di konferensi MEMO dan Forum EuroPal tentang Masalah Palestina di Eropa pada 23 November 2019 [Middle East Monitor]

19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sejarawan Israel, Ilan Pappé, telah lama menjadi salah satu suara paling vokal dalam mendukung dekolonisasi Palestina. Kini, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan rencana depopulasi Jalur Gaza untuk membangun kembali wilayah tersebut pasca-15 bulan serangan Israel, Pappé juga menjadi salah satu penentang utama rencana tersebut.

“Kita harus memastikan bahwa rekonstruksi Gaza bukan sekadar pertunjukan Amerika atau proyek kapitalis. Ini harus menjadi bagian dari upaya dekolonisasi yang dipimpin oleh Palestina sendiri,” kata Pappé dalam wawancara dengan Anadolu.

Menurutnya, ketertarikan Amerika Serikat dan perusahaan multinasional dalam rekonstruksi Gaza bukan sekadar kepedulian kemanusiaan, tetapi juga peluang untuk meraup keuntungan. “Sayangnya, bukan semata-mata keinginan membantu, tetapi lebih karena motif ekonomi.”

Rekonstruksi Harus Berorientasi Politik, Bukan Sekadar Bantuan

Pappé menyoroti bahwa tidak adanya gerakan nasional Palestina yang bersatu menuntut kewaspadaan agar proyek rekonstruksi tidak justru menguntungkan pihak luar dibandingkan korban genosida itu sendiri.

Ia menegaskan bahwa selain bantuan kemanusiaan, rekonstruksi Gaza juga harus memiliki dimensi politik. Hal ini mencakup penguatan persatuan Palestina serta dukungan lebih besar dari dunia Muslim dan negara-negara Global South (istilah untuk negara berkembang dan terbelakang-red.), tidak hanya dalam bentuk ekonomi, tetapi juga secara politik.

Pappé juga menyerukan kepada masyarakat sipil di negara-negara Global North (istilah untuk negara maju dan berkuasa-red.) untuk melampaui sekadar aksi simbolis dan benar-benar mendorong kebijakan nyata yang menguntungkan Palestina.

“Kita berharap dalam 10 tahun ke depan, masyarakat sipil di Global North dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah mereka, bukan sekadar menunjukkan solidaritas dengan Palestina,” ujarnya.

Upaya Israel Mencegah Dekolonisasi dan Memperkuat Dominasinya

Menurut Pappé, dekolonisasi Palestina sebenarnya telah dimulai, tetapi Israel melakukan segala cara untuk mencegahnya.

“Salah satu strategi mereka adalah memastikan bahwa proyek zionisme tidak runtuh. Israel harus menjadi kekuatan regional, bukan hanya mengendalikan Tepi Barat dan Gaza, tetapi juga bagian barat Suriah dan selatan Lebanon,” katanya.

Israel ingin membangun citra sebagai kekuatan yang ditakuti agar negara-negara lain menjalin aliansi dengannya, baik karena kepentingan maupun ketakutan. Namun, Pappé berpendapat bahwa strategi ini tidak akan berhasil dan justru dapat menyebabkan kehancuran besar.

Normalisasi Saudi-Israel: Kepentingan Politik, Bukan Perdamaian Nyata

Pappé juga menyoroti ambisi Trump untuk mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian dengan menyelesaikan konflik di Ukraina dan Timur Tengah.

Salah satu pilar strategi Timur Tengah Trump adalah normalisasi hubungan antara Israel dan Arab Saudi. “Saudi akan menuntut semacam timbal balik. Meskipun bukan pembentukan negara Palestina, mereka kemungkinan menginginkan komitmen Amerika terhadap solusi dua negara serta dimulainya kembali proses negosiasi,” jelasnya.

Namun, Pappé menekankan bahwa realitas politik di Israel saat ini sangat menentang gagasan solusi dua negara. “Diperlukan perubahan politik yang signifikan di dalam negeri Israel untuk mewujudkannya. Konstelasi politik saat ini sama sekali tidak mendukung diskusi tentang solusi dua negara.”

Meskipun demikian, ia mengakui bahwa Washington memiliki pengaruh terhadap Tel Aviv, seperti yang terlihat dalam tekanan AS agar Israel menerima gencatan senjata di Gaza pada bulan lalu meski mendapat tentangan keras dari kelompok sayap kanan di pemerintahan Israel.

Namun, Pappé memperkirakan bahwa upaya menuju normalisasi dengan Arab Saudi hanya akan menghasilkan tindakan simbolis tanpa perubahan nyata.

Solusi Dua Negara: Gagasan yang Sudah Mati

Menurut Pappé, solusi dua negara sudah tidak lagi relevan dan tidak dapat diwujudkan.

“Kenyataan di lapangan membuatnya mustahil,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa tidak ada kekuatan global—baik AS, Eropa, PBB, Rusia, China, maupun India—yang dapat mengubah situasi ini.

Ia menegaskan bahwa pengakuan internasional terhadap Palestina tidak boleh disalahartikan sebagai langkah nyata menuju negara merdeka. “Pengakuan itu lebih sebagai bukti bahwa Israel gagal menghapus Palestina sebagai gagasan dan identitas, tetapi bukan sebagai bentuk pengakuan terhadap negara yang benar-benar ada.”

Bagi Pappé, hanya ada dua pilihan yang tersisa bagi dunia: mempertahankan status quo apartheid seperti sekarang atau menggantinya dengan satu negara demokratis.

“Banyak pendukung solusi dua negara yang masih bertahan pada ide ini karena faktor kebiasaan politik, tetapi pada akhirnya mereka harus menerima kenyataan bahwa solusi ini telah mati,” tegasnya.

Kebutuhan Akan Kepemimpinan Palestina yang Bersatu

Salah satu tantangan utama saat ini, menurut Pappé, adalah perpecahan dalam gerakan nasional Palestina.

“Saat ini, gerakan nasional Palestina dalam kondisi kacau. Tidak ada kesatuan. Tidak ada badan perwakilan yang benar-benar berfungsi,” katanya.

Situasi ini membuat solidaritas internasional sulit diwujudkan dalam perubahan konkret. “Mereka bisa mengirim bantuan ke Gaza dan wilayah Palestina lainnya, tetapi mereka tidak bisa mendukung program politik karena tidak ada program politik yang jelas.”

Namun, Pappé tetap optimistis bahwa generasi muda Palestina akan mampu mengisi kekosongan ini.

“Saya tahu ada banyak inisiatif dari generasi muda, dan kita harus berharap bahwa sebagian dari mereka dapat berkembang dan membangun kembali gerakan nasional Palestina yang bersatu, demokratis, dan representatif, sehingga gerakan solidaritas dapat mengoptimalkan potensinya untuk menjadi kekuatan transformatif di lapangan.”

Perubahan lain yang berpotensi menentukan masa depan adalah meningkatnya kekecewaan terhadap zionisme di kalangan pemuda Yahudi, termasuk di Amerika Serikat.

“Ada perubahan signifikan di kalangan pemuda Yahudi, termasuk di AS, yang tidak lagi mendefinisikan diri mereka berdasarkan Zionisme. Bahkan, cukup banyak dari mereka yang merasa memiliki kewajiban untuk bergabung dalam gerakan solidaritas dengan Palestina,” pungkasnya.

Sumber:

https://www.aa.com.tr

https://www.#

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Baca Juga

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Gaza Bersiap Menyambut Ramadan di Tengah Luka akibat Agresi

Next Post

Euro-Med Human Rights Monitor Ungkap Kondisi Tragis Mantan Tawanan Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
20

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
Euro-Med Human Rights Monitor Ungkap Kondisi Tragis Mantan Tawanan Palestina

Euro-Med Human Rights Monitor Ungkap Kondisi Tragis Mantan Tawanan Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630