Dalam dua pekan, antara tanggal 8 hingga 21 Agustus, zionis Israel menghancurkan sebuah sekolah yang didanai donor di Provinsi Ramallah serta 33 bangunan Palestina lainnya di Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Timur.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) untuk wilayah Palestina mengungkapkan bahwa pada tanggal 17 Agustus, Israel menghancurkan sebuah sekolah yang didanai donor yang melayani siswa dari komunitas penggembala pengungsi di Ein Samiya, dekat Ramallah. Sekolah tersebut melayani 17 anak, berusia antara 6 hingga 12 tahun, dari komunitas Ein Samiya. Pada awal Mei, penduduk yang terdiri dari 132 orang, termasuk 68 anak-anak, terpaksa pindah ke daerah yang lebih aman, karena kekerasan pemukim Yahudi memaksa mereka untuk pergi.
Menurut laporan tersebut, sejak 2010, pihak berwenang Israel telah melakukan 41 pembongkaran/penyitaan terhadap 22 sekolah di Area C Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Timur, dengan alasan kurangnya izin mendirikan bangunan. Selain sekolah, pihak berwenang Israel juga menghancurkan, menyita, atau memaksa penduduk untuk menghancurkan 33 bangunan tambahan di Al-Quds Timur dan Area C Tepi Barat, termasuk 10 rumah. Israel menghancurkan bangunan dengan dalih kurangnya izin mendirikan bangunan–yang hampir mustahil diperoleh warga Palestina. Akibatnya, 22 warga Palestina, termasuk 10 anak-anak, harus mengungsi, dan lebih dari 100 mata pencaharian lainnya terkena dampak.
Sejak awal 2023, 16 rumah dan satu bangunan pertanian telah dihancurkan dengan alasan hukuman. Hal tersebut merupakan bentuk hukuman kolektif dan oleh karena itu ilegal menurut hukum internasional.
Sementara itu, jumlah warga Palestina yang terbunuh di Tepi Barat dan Israel oleh pasukan Israel sepanjang 2023 ini mencapai 172 orang dan telah melampaui jumlah total orang yang terbunuh sepanjang tahun 2022, yaitu sebanyak 155 orang.
Selama periode pelaporan, 559 warga Palestina, termasuk setidaknya 148 anak-anak, terluka oleh pasukan Israel di Tepi Barat, termasuk 21 orang akibat peluru tajam. Sebagian besar korban luka (192) dilaporkan selama pembongkaran yang berlangsung selama lebih dari enam jam di Kamp Pengungsi Askar.
Sejak awal tahun, total 705 warga Palestina terluka akibat tembakan peluru pasukan Israel di Tepi Barat, hampir dua kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022 (411).
Empat warga Palestina juga terluka oleh pemukim Israel yang juga merusak properti Palestina dalam 19 kejadian lainnya di Tepi Barat. Menurut laporan OCHA, pasukan Israel membatasi pergerakan warga Palestina di berbagai lokasi di Tepi Barat, mengganggu akses ribuan warga Palestina terhadap mata pencaharian dan layanan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








