Gempa berkekuatan Magnitudo 6,8 mengguncang Marrakesh dan banyak kota di Maroko pada Jumat (8/9) malam. Di daerah pegunungan terpencil, seluruh desa dilaporkan rata dengan tanah. Pusat gempa berada di Pegunungan Atlas, yang berada di 72 km (45 mil) barat daya Marrakesh–sebuah kota dengan status warisan dunia yang populer di kalangan wisatawan. Namun, getaran gempa juga terasa di ibu kota Rabat yang berjarak sekitar 350 km, serta Casablanca, Agadir, dan Essaouira.
Gempa terjadi pada Jumat (8/9) pukul 23.11 waktu setempat (Sabtu, 9 September, pukul 05:11 WIB). Gempa susulan berkekuatan 4,9 terjadi 19 menit kemudian. Pada hari Minggu (10/9) gempa susulan berkekuatan 4,5 mengguncang wilayah yang sama. Desa pegunungan Tafeghaghte, 60km (37 mil) dari Marrakesh, hampir seluruhnya hancur, dan hanya sedikit bangunan yang masih berdiri.
Hingga 10 September jumlah korban akibat gempa tembus lebih dari 3000 korban. Korban tewas akibat gempa kuat di Maroko sejauh ini telah melonjak menjadi lebih dari 2.122 orang, sementara korban luka serius mencapai 2.400 orang.
“Semua orang sudah pergi! Hatiku hancur. Saya tidak bisa dihibur,” seru Zahra Benbrik, 62 tahun, yang mengaku kehilangan 18 kerabatnya, dan hanya jenazah saudara laki-lakinya yang masih terperangkap. “Saya ingin mereka segera mengeluarkannya sehingga saya bisa berduka dengan tenang,” katanya.
Raja Mohammed VI mengumumkan tiga hari berkabung nasional dan memerintahkan untuk menyediakan tempat penampungan, makanan, dan bantuan lainnya bagi para korban yang selamat. Beberapa negara telah memberikan bantuan, seperti Spanyol, Inggris, Qatar, dan Uni Emirat Arab. Negara tetangga, Aljazair, memiliki hubungan yang tidak harmonis dengan Maroko dalam beberapa tahun terakhir, namun kini membuka wilayah udaranya untuk penerbangan kemanusiaan ke Maroko.
Federasi Internasional Masyarakat Palang Merah dan Bulan Sabit Merah telah mengucurkan lebih dari $1 juta dari dana darurat bencana untuk mendukung pekerjaan Bulan Sabit Merah Maroko di lapangan. Palang Merah memperingatkan bahwa diperlukan waktu bertahun-tahun untuk memperbaiki kerusakan tersebut.
Gempa tersebut merupakan yang paling mematikan di Maroko sejak gempa bumi tahun 1960 yang menghancurkan Agadir dan menewaskan lebih dari 12.000 orang.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








