• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home International

Gas Beracun Ancam Kehidupan dan Masa Depan Anak Gaza

by Adara Relief International
Agustus 15, 2018
in International
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Gas Beracun Ancam Kehidupan dan Masa Depan Anak Gaza
14
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Adara Relief – Gaza: Hampir tidak ada keheningan di kamar 5 di lantai II di Rumah Sakit Syuhada Al Aqsha di Deir al-Balah, tubuh Muhammad Imad (15 tahun) bangkit, dan ayah dan saudaranya terpaksa harus memegangnya karena takut terjatuh.

Mohammad Imad menghirup sejumlah besar gas beracun di hari Jum’at “Freedom and Life”, ketika tank dan tentara menembakkan sejumlah besar gas, kemudian ia dilarikan ke rumah sakit dan kehilangan kesadaran.

Sejak empat hari Imad merasakan penderitaan akibat dari gas beracun. Gas tersebut memasuki tubuhnya setiap beberapa menit dalam keadaan tidak sadar, sementara dokter tidak menyadari sifat dari zat beracun yang dikeluarkan oleh penjajah saat aksi damai.

Muhammad Imad beberapa kali terkena bom gas di perbatasan kamp pengungsi al-Bureij. Pertama, ketika seorang tentara melempar bom gas langsung mengenai lengannya, dan kedua ketika sejumlah besar gas yang dihirup pada hari Jum’at “Freedom and Life”.

Selama aksi kepulangan tersebut, para tentara dan penembak jitu Israel meluncurkan ribuan bom gas dari berbagai jenis dan tingkat bahaya yang berbeda-beda yang mengenai para demonstran damai yang menyebabkan kesyahidan, kebakaran dan banyak luka.

Gas beracun

Hal yang paling menyakitkan untuk dikatakan bahwa Hani Imad (48), ayah dari Mohammad berharap anaknya terluka oleh peluru di bagian tubuhnya, sehingga ia tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara untuk mengobati, tetapi gas beracun yang dihirupnya pada hari Jumat menghilangkan kesadaran dan berefek pada sistem saraf.

Hani menegaskan bahwa penjajah Israel mencegah Palang Merah memberikan pertolongan untuk meringankan efek dari gas beracun yang dikeluarkan di sekitar perbatasan.

Reporter “Pusat Informasi Palestina” menyaksikan anaknya Imad diangkat keatas tandu dan dibawa ambulan setelah menghirup gas beracun pada Jum’at sore dalam pawai “Freedom and Life” di utara markas militer Abu Mtaibq.

Gas Beracun Ancam Kehidupan
                                              Luka sebelum terkena gas beracun

Imad menambahkan: “Penjajah Israel membunuh kami dan mencegah kami untuk mendapatkan kesempatan pengobatan. Dalam keluarga saya, 15 terluka dan syahid, dan saya sendiri adalah korban luka oleh peluru penjajah Israel, tapi saya sekarang tidak tahu nasib anak saya. Saya mohon kepada semua pejabat di pemerintahan Palestina untuk menyelamatkan anak saya…”

Masa depan yang tidak diketahui

Baca Juga

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Tubuh Muhammad kejang selama ayahnya berbicara, ia memaksa saudaranya Thariq dan kerabatnya untuk mencoba mengendalikan pemberontakan yang dialami tubuhnya menit demi menit, sebelum Hani mengungkapkan ketakutan gas beracun yang mengancam hidupnya.

Dia melanjutkan: “Saya takut kehilangan anak saya .. saya memohon kepada Presiden Abbas dan semua bangsa untuk bekerja keras dalam meringankan penderitaan yang terluka, termasuk anak saya yang tidak tahu nasib mereka. Anak-anak kami sekarat di depan mata kami..”

Hani terisak dan emosi, ia menekankan bahwa Gaza hari ini telah ditinggalkan sendirian menghadapi agresi dari penjajah. Gaza berjuang mempertahankan Palestina dan Masjid Al-Aqsa.

Gas Beracun

Seorang dokter Rumah Sakit Syuhada Al Aqsa, yang menolak disebutkan namanya mengatakan kasus anak Imad mirip dengan kasus mengerikan yang menimpa puluhan korban, yang memunculkan efek/gejala yang berbeda-beda akibat menghirup gas beracun yang tidak diketahui jenisnya.

Dia menambahkan: “gas asing yang dihirup para korban yang dikeluarkan oleh penjajah didekat perbatasan, membuat para korban mengalami iritasi di dada dan kadang-kadang mengalami kejang, kemudian menderita sesak napas, dan ini disebabkan oleh hal-hal yang tidak dapat diketahui secara medis.”

Dokter melakukan studi tentang jenis gas yang melukai anaknya Imad dan puluhan korban lainnya pada sepekan ini, di mana rumah sakit kesehatan tidak memiliki pengobatan atau antibiotik yang mampu untuk mengatasi efek bahaya dari gas tersebut.

Dia melanjutkan: “Gas beracun yang dihirup berdampak pada psikologis saraf. Korban selalu mengeluh sesak napas, dan ketika dokter memeriksa dada tidak menemukan sesuatu yang spesifik.”

Dokter memperingatkan dampak ke depan yang akan dialami korban gas beracun tersebut diantaranya kekhawatiran pada kerusakan jangka panjang akan berdampak pada sistem saraf dan paru-paru. Hal ini memerlukan penelitian lebih lanjut terkait perkembangan kondisi pasien ynag yang terinfeksi.

Sumber:palinfo.com

ShareTweetSendShare
Previous Post

Komunitas Muslimah Magelang Peduli Palestina (KMP2) Terbentuk

Next Post

Renungan 73 Tahun Kemerdekaan

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
21

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Desember 30, 2025
19
Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Desember 8, 2025
18
Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Desember 8, 2025
13
Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Desember 8, 2025
17
Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Desember 8, 2025
18
Next Post
Renungan 73 Tahun Kemerdekaan

Renungan 73 Tahun Kemerdekaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630