• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Dunia yang Masih Memilih Bisu

by Adara Relief International
Agustus 9, 2022
in Artikel
Reading Time: 5 mins read
0 0
0
Reaksi Global terhadap Agresi Israel ke Gaza
17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Ku kira, kita hidup di dunia yang riuh, ramai dan gempita. Karena setiap hari kudengar berita tentang aneka rupa manusia. Seperti tentang rumah tangga artis yang berbahagia atau di ujung tanduk, yang ditanggapi jutaan netizen dengan beragam rasa. Atau tentang pemimpin negara yang dipaksa mundur, dan menjadi bulanan penduduknya tidak hanya karena kepemimpinannya yang amburadul tetapi penampilannya juga yang acak adul.

Tapi kemudian, ketika agresi Israel terhadap Gaza 5 Agustus kemarin, tak ada riuh yang menggema. Tak banyak yang bersuara, bahkan Amerika, yang disebut-sebut negara adikuasa, memilih berkomentar bahwa agresi terhadap Gaza adalah hak Israel untuk membela diri. Lalu dimanakah letak pembelaan diri, jika anak-anak turut menjadi korban. Adalah Alaa Abdullah Riyad Qaddoum, seorang gadis kecil yang baru berusia 5 tahun tewas terkena hantaman roket Israel. Ia tewas karena mendapatkan luka akibat pecahan peluru di dahi, dada dan kaki kanannya. Hingga kini, sudah 45 penduduk Palestina terbunuh, 16 di antaranya anak-anak, dan jumlah korban akan terus bertambah jika agresi tidak dihentikan.  Apakah ini pantas disebut pembelaan diri? Ataukah ini pembantaian?

Ku kira, kita hidup di dunia yang mencintai perdamaian. Ketika Rusia melakukan perang terhadap Ukraina, dunia menjadi riuh dan melakukan berbagai protes. Reporter TV bahkan kedapatan meneteskan air mata akibat serangan ini. Berbagai negara beramai-ramai melakukan sanksi kepada Rusia. Intinya satu saja: STOP PERANG TERHADAP UKRAINA. Ku kira ini karena kecintaan dunia terhadap perdamaian.

Turki dan Pakistan Kecam Serangan Udara Israel di Gaza

Tapi kemudian, ketika agresi Gaza yang ternyata bukan hanya terjadi kemarin lalu, tapi telah terjadi berulang kali, namun dunia tetap membisu. Tak ada embargo ataupun sanksi yang dijatuhkan kepada Israel, bahkan sekutunya mengiyakan bahwa ini adalah upaya pembelaan diri. Ku sadari, bahwa dunia hanya berpihak pada mereka yang bermata biru dan berambut pirang. Dunia pada hari ini, masih menjadi dunia yang rasis dan pilih kasih. Dunia yang ku kira ramai dan gaduh, ternyata bisu. Ia ramai dan gaduh pada situasi tertentu, dan memilih membisu bahkan untuk isu-isu kemanusiaan, ketika hal itu menimpa mereka yang tak bermata biru.

Apakah itu Kejahatannya?

Alaa, gadis kecil yang tewas akibat agresi militer Israel, pada hari-hari kemarin tengah bersemangat mempersiapkan dirinya untuk masuk ke taman kanak-kanak (TK). Namun kini, semuanya sirna. Di kamarnya, hanya ada Tala -nama boneka kesayangannya- yang terbaring sendirian di tempat tidurnya yang kosong.

Duka Menyelimuti Keluarga Allaa Qaddoum, Bocah 5 Tahun yang Terbunuh Rudal Israel

Nenek Alaa yang berduka menyatakan bahwa ia seharusnya membelikan tas dan alat tulis baru untuknya. Lalu ia berucap, “Apakah itu kejahatannya? Bermimpi membeli tas baru untuk masuk TK?”

Ia mungkin tak pernah menyangka, bahwa keputusannya untuk bermain di luar rumah karena udara panas yang menyengat akan membawa konsekuensi yang membuatnya kehilangan nyawa. Namun, itukah kejahatannya? Bermain di luar rumah, karena ketidakmampuan keluarganya dan banyak keluarga lain di Gaza untuk mendinginkan rumah-rumah mereka di saat panas terik akibat diblokadenya listrik dan bahan-bahan dasar hidup lainnya. Apakah itu kejahatannya? Hingga ia harus direnggut nyawanya dalam keadaan bersimbah darah.

Kegenitan Politik dan Tumbal Manusia

Apa yang terjadi pada akhir-akhir  ini di Gaza bukanlah sebuah kebetulan akibat adanya eskalasi ancaman terhadap Israel. Gaza bahkan belum pulih sepenuhnya akibat agresi tahun lalu, lalu bagaimana ia bisa meningkatkan ancaman bagi Israel. Agresi Gaza yang terjadi saat ini telah direncanakan secara matang oleh para pemimpin Israel. Hal ini berkaitan erat dengan kontestasi politik yang akan digelar pada November mendatang di Israel. Untuk meraup popularitas pemilih Israel, pemimpin politik Israel menggunakan agresi ke Gaza untuk mendongkrak elektabilitasnya. Sebagaimana taktik yang telah berulangkali Netanyahu lakukan untuk mempertahankan kekuasaan politiknya. Setiap kali akan terjadi pemilu, terjadi pula agresi terhadap Gaza.

Baca Juga

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Kelompok HAM Kutuk Serangan Israel di Gaza

Perdana Menteri Israel saat ini, Yair Lapid, ingin menunjukkan kepada konstituennya bahwa meski bukan berasal dari kalangan militer, ia tidak akan segan-segan menumpahkan darah penduduk Gaza tanpa pandang bulu, meski anak-anak tak berdosa sekalipun. Ia ingin memperlihatkan ‘kemachoan’ politiknya di hadapan publik. Agresi ini adalah kontes kegenitan politik Lapid dan sekutunya yang ingin menunjukkan bahwa dengan kekuasaannya, ia mampu melakukan apa saja demi rakyat Israel, meski penduduk Gaza menjadi ‘tumbal’.

Israel paham benar, bahwa dengan impunitas yang mereka miliki, apapun yang mereka lakukan tidak akan ada dan mampu untuk meminta pertanggungjawaban mereka. Sebagaimana puluhan tahun ini telah terjadi, bahkan hukum-hukum internasional tak mampu menjamah mereka. Keadaan ini diperburuk dengan konstalasi politik Amerika yang juga tengah bersiap untuk pemilihan umum. Tak akan ada yang mau mengambil resiko kehilangan suara dengan membela Palestina. Suara konstituen hanya akan berpihak, kepada mereka yang membela zionis. Di sinilah kita melihat, bagaimana agresif dan kejamnya para politisi yang mampu menumbalkan manusia: penduduk Gaza.

Jangan Lupakan Al-Aqsa

Gaza dan Masjid Al-Aqsa adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. Keteguhan rakyat Gaza untuk bertahan di Palestina adalah bagian kecintaan terhadap Al-Aqsa. Demikian pula dengan agresi yang terjadi di Gaza, berkaitan erat dengan ‘serangan-serangan’ terhadap Masjid Al-Aqsa. Pada tahun 2021, sebagai upaya untuk menghentikan ‘serangan’ ekstimis Yahudi terhadap Masjid Al-Aqsa, Gaza menembakkan roket peringatan yang dibalas Israel dengan agresi militer.

Pemukim Adakan Pawai Besar untuk Persiapan Serbu Al-Aqsa

Hal yang sama juga terjadi saat ini, berbarengan dengan agresi Israel terhadap Gaza, para ekstimis Yahudi ikut ‘menyerang’ Al-Aqsa. Pada Minggu (7/8) atau bertepatan dengan Hari Tisha B’Av (peringatan penghancuran dua kuil Yahudi), sebanyak 2200 Yahudi masuk ke dalam Masjid Al-Aqsa. Para ekstremis Yahudi memanfaatkan situasi yang tengah memanas untuk menduduki Al-Aqsa dan melakukan ritual-ritual keagamaan di dalamnya. Tentunya, di tengah perhatian kita semua terhadap Gaza, Masjid Al-Aqsa tetap harus mendapat perhatian yang sama. Jika tidak, eskalasi penyerangan terhadap Al-Aqsa akan meningkat, dan rencana Zionis untuk menguasai Al-Aqsa akan berhasil.

Nila dalam Dunia Kemanusiaan

Pada hari-hari yang lalu, dunia kemanusiaan berduka atas ulah oknum NGO tak bertanggungjawab yang telah menyelewengkan dana kemanusiaan. Publik menjadi geram, tak habis berfikir, bagaimana ada orang yang tega bermain-main dengan perihal kemanusiaan. Lantas meradang, ikut mempertanyakan lembaga lain, yang bahkan tak pernah terfikir berbuat demikian.

Tentulah ini hanya nila setitik, namun nila ini jangan dibiarkan membuat kita kehilangan nurani. Hingga tak acuh terhadap saudara kita di Gaza yang tengah dirudung kemalangan. Jangan biarkan nurani ini mati, lantas membuat kita menjadi bisu. Sebagaimana sebagian dunia saat ini, yang masih membisu meski di Gaza, puluhan jiwa terbunuh dan ratusan terluka.

 

Fitriyah Nur Fadilah, S.Sos., M.I.P.

Penulis merupakan Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana dan master jurusan Ilmu Politik, FISIP UI.

 

***

Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.

Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Donasi

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

Tags: ArtikelPalestinaUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Agresi Gaza Masih Berlangsung, Lebih dari 2.200 Pemukim Ekstremis Serbu Al-Aqsa

Next Post

Israel Buka Kembali Penyeberangan Gaza setelah Gencatan Senjata Berlaku

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
24

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
20
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
25
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
25
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
115
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
Israel Buka Kembali Penyeberangan Gaza setelah Gencatan Senjata Berlaku

Israel Buka Kembali Penyeberangan Gaza setelah Gencatan Senjata Berlaku

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630