• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Duka Lifta, Si Cantik yang Ditinggalkan

by Adara Relief International
Oktober 7, 2021
in Artikel, Jelajah
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Duka Lifta, Si Cantik yang Ditinggalkan
44
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

“Bagaimana perasaanmu jika aku mengambil kartu identitasmu, menghapus fotomu darinya, dan memasukkan foto orang lain?”

Pertanyaan retoris tersebut dilontarkan oleh Yacoub Odeh, seorang pensiunan guru yang tinggal di wilayah Shuafat di Al Quds timur. Kenangannya akan Lifta, desa tempat masa kecilnya dihabiskan, memanggilnya untuk kembali ketika usianya telah menginjak 81 tahun. Saat terjadi peristiwa Nakba, usia Odeh baru menginjak 8 tahun, tetapi ia masih mengingat setiap rumah yang ada di Lifta serta setiap pohon ara yang tumbuh di sana. Ia mengatakan bahwa ada sekitar 550 rumah pada 1948 dan terdapat sekitar 40.000 pengungsi keturunan yang tersebar di Al Quds Timur, Tepi Barat, Yordania, dan diaspora Palestina.

Odeh juga masih mengingat dengan detail detik-detik saat ia dipaksa meninggalkan desa yang ditinggalinya sejak dilahirkan. Serangan penembakan di kafe Salah Eisa pada 1947 dan pembakaran rumah menyebabkan warga diperintahkan untuk mengevakuasi diri. Ledakan dan baku tembak terus terjadi sehingga Odeh membawa putranya ke Ramallah menggunakan truk. Sementara itu, ayah Odeh memilih menetap bersama para pejuang hingga terjadi pembantaian di dekat Deir Yassin pada April 1948. Peristiwa tersebut membuat ayah Odeh tidak memiliki pilihan selain meninggalkan desanya. Kemudian setelah 15 bulan berlalu, Odeh memutuskan pindah ke Al-Quds agar lebih dekat dengan Lifta.

“Kami telah menjadi raja, lalu dalam waktu satu jam kami menjadi pengemis. Itulah kenapa saya bergabung dengan Gerakan Nasional Palestina. Sepanjang hidup saya, saya selalu bermimpi untuk bisa kembali.” Demikian Odeh menambahkan setelah bercerita.

Baca juga: Perang Senyap (Silent War) di Al-Quds Timur, Palestina

Lifta yang terletak di tepi barat Al-Quds adalah saksi bisu dari kehidupan indah yang direnggut paksa. Layaknya gadis cantik yang ditinggalkan, bangunan-bangunan dengan arsitektur yang indah di Lifta kini terbengkalai akibat ditinggalkan pemiliknya. Zionis melubangi atap-atap rumah agar tidak dapat digunakan lagi, sebuah upaya demi mencegah penghuninya untuk kembali. Administrasi Pertanahan Israel akan melakukan penawaran untuk melaksanakan pembangunan lingkungan mewah di Lifta. 250 rumah, 259 villa, sebuah hotel, dan sebuah mal direncanakan untuk dibangun di atas reruntuhan Lifta yang penuh dengan kenangan milik penduduk Palestina.

“Tidak ada yang berhak membangun lingkungan mewah di sini dan menghancurkan rumah kakek-nenek dan orang tua kami, serta kenangan kami. Saya tahu bahwa saya tidak akan bisa kembali ke rumah saya,” kata Odeh. “Tapi mari kita biarkan situasinya apa adanya. Lifta tidak hancur dalam perang. Jangan hancurkan sekarang.” Demikian curahan hati Odeh ketika mengetahui strategi Zionis yang hendak menghabisi seluruh kenangan miliknya dan milik seluruh penduduk Palestina yang pernah menetap di Lifta.

Strategi Zionis untuk melakukan pembangunan di Lifta juga mendapat penolakan keras dari Pemerintah Kota Al Quds. Gerakan Save Lifta Coalition pun dibentuk untuk memperjuangkan agar Lifta dipertahankan sebagaimana adanya. Kampanye-kampanye dilakukan untuk melestarikan segala yang ada di Lifta; tidak menyentuh apa pun, tidak menghancurkan dan tidak membangun, menstabilkan fondasi agar tidak runtuh, dan menyerahkan keputusan tentang masa depan Lifta kepada generasi mendatang.

Selain penduduk Lifta, para pecinta alam dan lingkungan juga melakukan penolakan atas pembangunan yang akan dilakukan di Lifta. Mereka ingin agar pemandangan spektakuler dan kehidupan alam bebas di Lifta tetap dilestarikan. Organisasi internasional UNESCO juga telah menempatkan Lifta dalam daftar World Heritage Site dan World Heritage Fund. UNESCO juga sedang bekerja untuk menyelamatkan Lifta karena pada 2018, Lifta termasuk ke dalam 24 situs warisan dunia yang terancam punah.

Baca juga: Gaza yang Telah Melampaui Batas-Batas Kemanusiaan

Sebuah kenangan, sepahit apa pun itu, tetaplah sebuah kenangan. Tak bisa dilupakan, tak mungkin tergantikan. Demikian pula dengan Lifta bagi para penghuni yang pernah menetap di dalamnya, makan dari hasil tanahnya, minum dari aliran airnya, menumpahkan darah demi memperjuangkannya, dan selalu setia mencintainya walaupun terpisahkan jarak dan waktu. Lifta tak akan bisa direbut dengan mudah, sebab dia akan selalu dilindungi oleh para pejuang yang mempertahankannya dengan segenap jiwa dan raga.

 

Reporter : Salsabila

Ed : LM

Baca Juga

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Sumber : Haaretz

 

***

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

ShareTweetSendShare
Previous Post

Penyaluran Bantuan Darurat Gaza: Paket Sembako, Perlengkapan Medis dan Trauma Healing

Next Post

Zionis Sita Peralatan Listrik yang Didanai Uni Eropa di Tepi Barat

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
21

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
20
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
23
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
25
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
87
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
Zionis Sita Peralatan Listrik yang Didanai Uni Eropa di Tepi Barat

Zionis Sita Peralatan Listrik yang Didanai Uni Eropa di Tepi Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630