Dua jurnalis Palestina kembali terbunuh dalam serangan udara Israel di Jalur Gaza, meningkatkan jumlah total jurnalis yang terbunuh sejak Oktober 2023 menjadi 208 orang, menurut otoritas setempat pada Senin (24/3).
Kantor Media Pemerintah Gaza melaporkan bahwa Hossam Shabat, seorang koresponden kanal Al Jazeera Mubasher yang berbasis di Qatar, terbunuh dalam serangan Israel di Gaza utara. Sementara itu, Mohammed Mansour, reporter Palestine Today TV, juga terbunuh dalam serangan udara lain yang menghantam apartemennya di Kota Khan Yunis, Gaza selatan. Istri dan anaknya turut menjadi korban dalam serangan tersebut, sebagaimana dikonfirmasi oleh stasiun televisinya dalam sebuah pernyataan.
Kantor Media Gaza menegaskan bahwa Israel, bersama sekutu-sekutunya seperti AS, Inggris, Jerman, dan Prancis, bertanggung jawab penuh atas apa yang mereka sebut sebagai “kejahatan brutal.” Mereka juga menyerukan kepada komunitas internasional dan lembaga-lembaga terkait untuk memberikan tekanan nyata guna menghentikan apa yang mereka sebut sebagai “genosida yang sedang berlangsung” serta memastikan perlindungan bagi jurnalis dan pekerja media.
Serangan ini terjadi di tengah kampanye serangan udara Israel di Jalur Gaza yang dimulai pada 18 Maret, membunuh sedikitnya 730 orang dan melukai hampir 1.200 lainnya, meskipun sebelumnya telah disepakati gencatan senjata dan pertukaran tawanan sejak Januari.
Sejak agresi Israel dimulai pada Oktober 2023, lebih dari 50.000 warga Palestina terbunuh, sebagian besar wanita dan anak-anak, telah terbunuh, sementara lebih dari 113.200 lainnya mengalami luka-luka.
Sebagai respons terhadap kekejaman ini, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November lalu terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas serangannya terhadap wilayah tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








