Dalam peringatan Hari Anak Sedunia, organisasi masyarakat sipil Palestina menyampaikan bahwa anak-anak Palestina sedang menghadapi kondisi kemanusiaan paling kelam dalam sejarah modern. Sejak 7 Oktober 2023, lebih dari 19.000 anak telah dibunuh dan 28.000 lainnya terluka akibat serangan Israel di Gaza—sebuah catatan paling suram dalam kolonialisme modern yang menimpa anak-anak.
Jaringan LSM Palestina (Palestinian NGO Network) menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Sedunia tahun ini berlangsung di tengah “bencana kemanusiaan terburuk” yang menimpa anak-anak Palestina. Ribuan dari mereka kehilangan orang tua, sementara ratusan fasilitas pendidikan—mulai dari sekolah, taman kanak-kanak, hingga pusat pengasuhan hancur total atau mengalami kerusakan parah. Lebih dari 56.000 anak kini menjadi yatim, dan ratusan lainnya ditahan oleh Israel dalam kondisi yang melanggar hak-hak dasar anak.
Kelompok pejuang Palestina juga menegaskan bahwa anak-anak Palestina telah menjadi korban “terorisme Zionis yang terstruktur selama tujuh dekade”. Dalam dua tahun terakhir—periode yang ditandai dengan genosida dan kelaparan di Gaza—lebih dari 20.000 anak telah terbunuh. Ribuan lainnya masih hilang berada di bawah reruntuhan, lebih dari 30.000 kehilangan setidaknya satu orang tua, dan banyak yang membutuhkan perawatan medis mendesak di luar Gaza.
Sementara itu, di Tepi Barat dan wilayah Palestina 1948, anak-anak terus menghadapi pembunuhan disengaja, pengusiran, penghancuran rumah, penutupan jalan dan sekolah, serta pelarangan akses pendidikan. Selama dua tahun terakhir, lebih dari 300 anak terbunuh di Tepi Barat.
Organisasi-organisasi Palestina menegaskan bahwa seluruh penderitaan ini merupakan bentuk pelanggaran berat terhadap Konvensi Hak Anak 1989, Deklarasi Hak Anak 1959, dan berbagai resolusi PBB yang menjamin hak hidup, pendidikan, kesehatan, serta perlindungan dari kekerasan. Mereka menuduh Israel melakukan kampanye genosida yang terencana dan sistematis terhadap anak-anak Palestina.
Dalam pernyataan bersama, berbagai LSM Palestina dan kelompok pejuang menyerukan perlunya perlindungan internasional yang nyata bagi anak-anak Palestina serta akuntabilitas hukum bagi para pemimpin Israel atas kejahatan terhadap anak-anak. Mereka juga menekankan pentingnya penerapan hukum internasional terkait genosida, penyediaan bantuan darurat termasuk makanan, obat-obatan, dan evakuasi medis, serta pelaksanaan program dukungan psikologis dan sosial bagi anak-anak yang selamat.
Organisasi masyarakat sipil Palestina menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa melindungi anak-anak Palestina adalah “ujian nyata bagi kemanusiaan dunia”, dan menyerukan tindakan segera untuk menghentikan pelanggaran serta menjamin masa depan yang aman bagi seluruh anak di Gaza dan di seluruh wilayah Palestina.
Sumber: Palinfo








