Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Riau (Kepri) menjelaskan data korban meninggal tanah longsor di Pulau Serasan, Natuna. BPBD Kepri menyatakan data resmi korban meninggal longsor tanah bukan 15. Hasbi menyebutkan data yang berkembang terkait 15 orang korban meninggal yang beredar itu belum terkonfirmasi secara valid. Pemerintah Kabupaten Natuna telah berhasil mengidentifikasi 12 orang korban tanah longsor yang terjadi di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasan, Natuna.
Melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna dari Serasan yang dikutip dari Antara, Selasa (7/3), mereka menjelaskan bahwa 12 korban itu di antaranya adalah Rianti, Anak Rianti, Fadil endri, Darman K, Abdulah, Abdul kadir, Susi rianti, Erna, Delta Yuharni, Juhaima, Murni AB, dan Masriyati.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna Patli Muhamad menyatakan status bencana tanggap darurat atas tanah longsor yang melanda Kecamatan Serasan. Patli juga mengatakan terdapat 47 orang dinyatakan hilang, luka berat 1 orang, korban rawat jalan 3 orang, dan 4 orang mengalami kondisi kritis.
Selain jumlah korban, mereka juga merinci bahwa tanah longsor telah mengakibatkan 1.216 orang mengungsi, dengan rincian 219 orang di PLBN Serasan, sebanyak 215 orang di puskesmas, 500 orang di Pelimpak dan Masjid Al Furqon, serta 282 orang di di SMA Negeri 1 Serasan. Selain itu, kata mereka, longsor juga telah mengakibatkan 27 bangunan tertimbun, dengan rincian 26 rumah dan 1 buah surau. Mereka menyebut kondisi terkini di lokasi musibah atau Pulau Serasan secara keseluruhan masih terkendala sinyal.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








