• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home International

Aung Sang Suu Kyi, Rohingya dan Nobel Perdamaian

by Adara Relief International
September 3, 2017
in International
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Aung Sang Suu Kyi, Rohingya dan Nobel Perdamaian

epa04679341 Myanmar opposition leader Aung San Suu Kyi (C) talks to media representatives as she leaves after Myanmar's Union Parliament regular assembly in Naypyitaw, Myanmar, 26 March 2015. The Myanmar Union Parliament (Pyidaungsu Hluttaw in Burmese) is made up of two houses, House of Nationalities and the House of Representatives, in which 166 military representatives take 25 percents among the total of 664 seats. EPA/LYNN BO BO

11
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Sudah sepekan ini rezim militer Myanmar melakukan pembersihan etnis terhadap warga Rohingya. Sebanyak 96 warga Rohingya dibunuh secara keji dan 20 ribu warga lainnya terpaksa melarikan diri ke Bangladesh (sebagai destinasi terdekat) agar dapat menyambung nyawa.

Melalui berbagai media kita bisa saksikan penderitaan yang dialami warga Rohingya yang begitu menyayat hati. Manusia dibantai secara keji di pinggir-pinggir jalan layaknya hewan.

Dibunuh bahkan disembelih. Dibiarkan terkapar dimana-mana. Seolah-olah hanya seeonggok daging tanpa nama.

Bahkan perempuan dan anak-anak tak luput dari target sasaran. Tak ada lagi nurani. Semua dibantai secara keji.

Dunia harusnya terluka. Bukan hanya sebab musabab terjadinya pembantaian atas anak manusia. Tetapi pembantaian terjadi di tempat di mana bumi Aung San Suu Kyi -sang pembawa nobel perdamaian- berpijak.

Ia yang dahulunya dipuja-puja sebagai pembawa perdamaian, hingga dunia menganugerahinya nobel perdamaian. Kini menjadi durjana penebar angkara.

Dimanakah rasa dan cinta. Dimanakah damai yang senantiasa ia bawa.

Kedamaian macam apa yang dibawa oleh perempuan yang kini memimpin Myanmar, yang tega membiarkan anak buahnya menghabisi warga Rohingya.

Kemana perginya nurani dan perasaannya. Kemana perginya label ‘perdamaian’ yang selalu digaungkannya.

Sungguh dunia tidak boleh berdiam diri atas tragedi kemanusiaan ini. Dunia meski segera bertindak, kalau perlu berteriak. Ini tak boleh terus menerus dibiarkan. Tidak boleh ada lagi darah warga Rohingya yang terjatuh.

Kita harus bertindak dengan cepat, agar kesadisan tidak terus menerus menimpa mereka. Agar militer Myanmar berhenti dan tidak kembali mengulangi hal ini. Agar Aung San Suu Kyi tak berdiam diri.

Ummat Islam yang ada di berbagai dunia harus bersatu padu menyelamatkan muslim Rohingya dengan berbagai cara.
Rohingnya tak hanya butuh bantuan materi, namun juga bantuan politik.

Baca Juga

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Mereka tak hanya butuh makan minum, tetapi juga butuh perlindungan. Butuh keamanan. Sebab jiwa mereka senantiasa terancam.

Melalui jalur politik, kita harus mampu menekan pemerintah Myanmar untuk menghentikan dan tidak mengulangi pembersihan etnis terhadap warga Rohingya. Meski demikian, doa yang tiada terhenti dan terputus juga dibutuhkan oleh mereka.

Sejatinya, telah cukup lama Rohingya menderita. Jika saat ini penderitaan mereka kembali terpublikasikan, maka sesungguhnya itu adalah cara Allah untuk mengingatkan umat yang masih tertidur lelap dan membiarkan warga Rohingya menjaga keimanan sendirian.
Padahal ada 1,7 miliar saudaranya di belahan dunia.

Menyelamatkan satu nyawa warga Rohingya sejatinya sama dengan menyelamatkan nyawa seluruh manusia. Demikian pula ketika kita mengabaikan atau tidak peduli terhadap urusan Rohingya dan membiarkan satu nyawa Rohingya hilang, sama seperti membunuh seluruh manusia.

Hal ini termaktub dalam firman Allah, ”
Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.” (QS. Al Maidah: 32).

Ibnu Katsir berkata, “Siapa yang memelihara kehidupan seseorang, yaitu tidak membunuh suatu jiwa yang Allah haramkan, maka ia telah memelihara kehidupan seluruh manusia. Mujahid berkata bahwa yang dimaksud adalah siapa saja yang menahan diri dari membunuh satu jiwa.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 3: 380).

Al ‘Aufi dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata mengenai firman Allah bahwa ia telah membunuh manusia seluruhnya, maksudnya adalah,
من قتل نفسًا واحدة حرمها الله، فهو مثل من قتل الناس جميعًا
“Barangsiapa yang membunuh satu jiwa yang Allah haramkan, maka semisal dengan orang yang membunuh seluruh manusia.”

Kita mesti bergegas untuk bertindak. Berbuat. Atau bahkan jika perlu berteriak. Agar tak ada lagi darah yang tertumpah. Agar tak lagi ada manusia berlabel pembawa kedamaian namun sesungguhnya sang penebas darah.

Hj. Nurjanah Hulwani, S.Ag, M.E.
(Ketua Adara Relief International)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Kurban dalam Tinjauan Syariat Islam

Next Post

DARI GAZA UNTUK ROHINGYA

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
21

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Usai Dibebaskan, 10 Tawanan Gaza Dilarikan ke RS Al-Aqsa

Desember 30, 2025
19
Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Dukung Anak-Anak Gaza, Konten Kreator Ms. Rachel Dituduh Anti-Semit

Desember 8, 2025
18
Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Melebihi Tingkat Bencana, Lebih dari Setengah Pasokan Medis Gaza Tidak Tersedia

Desember 8, 2025
13
Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Pohon Natal Kembali Bersinar di Betlehem

Desember 8, 2025
17
Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Hampir Setahun Israel Menangkap Dokter Abu Safiya, Gaza Desak Tindakan Internasional

Desember 8, 2025
18
Next Post
DARI GAZA UNTUK ROHINGYA

DARI GAZA UNTUK ROHINGYA

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630