Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Agustus 2022. Tercatat, angka pengangguran Indonesia sebesar 8,42 juta orang pada periode tersebut atau naik dari sebelumnya 8,40 juta orang pada Februari 2022. Dalam publikasi berjudul Keadaan Angkatan Kerja di Indonesia Agustus 2022 tidak disampaikan penyebab pengangguran di Indonesia mengalami peningkatan pada periode Februari-Agustus 2022. Berdasarkan data BPS, jumlah angkatan kerja yang bekerja pada Agustus 2022 adalah 135,50 juta orang. Dari jumlah itu, sebanyak 59,31% atau 80,24 juta orang bekerja di kegiatan informal.
Jawa Barat (Jabar) menjadi provinsi paling banyak penyumbang pengangguran. Untuk daerah dengan pengangguran terbanyak di Indonesia, BPS melaporkan urutan satu ada Jawa Barat (8,31%), Kepulauan Riau (8,23%), Banten (8,09%), DKI Jakarta (7,18%), dan Maluku (6,88%). Kemudian, Sulawesi Utara (6,61%), Sumatra Barat (6,28%), Aceh (6,17%), Sumatra Utara (6,16%), dan Kalimantan Timur (5,71%).
Kepala BPS, Margo Yuwono mengatakan, meskipun tercatat naik namun angka tersebut menurun apabila dibandingkan dengan periode Agustus 2021. “Di Agustus 2021 sebesar 6,49% atau sebanyak 9,10 juta orang dan di Agustus 2022 turun menjadi 8,42 juta orang atau 5,86%,” ujarnya. Menurut catatan BPS, jumlah pengangguran terbesar terjadi pada Agustus 2020. Saat itu, memasuki puncak masa pandemi COVID-19 dengan angka tembus 9,77 juta orang. Sementara sebelum pandemi pengangguran sebesar 6,93 juta (Februari 2020) atau 4,94%.
Selain itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) per Agustus 2022 mencapai 5,86%. Menurut wilayah, TPT didominasi oleh perkotaan dengan catatan sebesar 7,74 persen dan 3,43 persen di pedesaan. Angka tersebut masih terjadi pada periode yang sama yaitu Agustus 2022. Berdasarkan jenis kelamin, ada 5,93% pengangguran laki-laki dan 5,75% lainnya perempuan. Meski begitu, BPS mencatat TPT pada 2022 turun ketimbang Agustus 2021, yakni 0,81% untuk laki-laki dan 0,36% perempuan. Jika dilihat berdasarkan kelompok umur, penduduk berusia 15-24 tahun tercatat dalam kategori TPT sebesar 20,63% pada 2022. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan penduduk usia 25-29 tahun (3,36%) dan 60 tahun ke atas (2,85%).
Lulusan SMK menyumbang TPT tertinggi per Agustus 2022 yaitu sebesar 8,89%. Pada kondisi ini, dapat dikatakan bahwa terdapat penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada lulusan pendidikan tingkat menengah. Sementara mereka yang berpendidikan lebih rendah, cenderung mau menerima pekerjaan apa saja. Hal itu terlihat dari TPT penduduk yang tidak pernah sekolah atau tidak pernah mengenyam bangku sekolah relatif lebih rendah yaitu hanya sebesar 0,77%.
Komposisi angkatan kerja menurut tingkat pendidikan tidak mengalami perubahan signifikan jika dibandingkan dua periode sebelumnya (Agustus 2021 dan Februari 2022). Pada Agustus 2022, komposisi angkatan kerja didominasi oleh kelompok pendidikan tingkat dasar (SD) yang mencapai 54,06%. Selain itu masih terdapat sebesar 1,38% angkatan kerja yang tidak pernah sekolah.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








