Di bagian utara Gaza, pengeboman belum berhenti. Beberapa pihak menggambarkan situasi ini sebagai yang tersulit sejak awal serangan darat.
Abu Azzoum, mengutip para saksi mata, mengatakan, “Operasi Israel di dalam Rumah Sakit al-Shifa masih terlihat belum berakhir. Pasukan Israel telah mengepung fasilitas tersebut sepenuhnya, mencegah siapa pun untuk keluar. Ratusan orang, termasuk pasien, masih berada di dalam rumah sakit, sementara pengepungan di sekitar rumah sakit terus berlanjut,” tutupnya.
Di tengah serangan yang sedang berlangsung, warga Palestina di Gaza masih mengalami kelaparan akibat pembatasan bantuan kemanusiaan yang dilakukan Israel, sehingga semakin membahayakan nyawa masyarakat.
Situasi mengerikan terus dialami wanita hamil dan anak-anak di Jalur Gaza di tengah pengeboman yang terus-menerus dilakukan oleh pasukan Israel, Dana Kependudukan PBB mengatakan, “Orang-orang di Gaza kelaparan dan kelaparan akan segera terjadi di wilayah utara,”
“Wanita hamil dan para ibu baru menghadapi perjuangan terus-menerus untuk menjaga diri mereka dan bayi mereka yang baru lahir agar tetap hidup,” lanjut organisasi tersebut di X.
Kelaparan akan segera menimpa warga Palestina di Jalur Gaza utara dan diperkirakan akan berdampak pada orang dewasa dan anak-anak antara sekarang hingga Mei, menurut laporan keamanan pangan Bank Dunia.
“Situasi di Jalur Gaza telah mencapai tingkat bencana,” demikian diperingatkan.
Sekitar setengah dari populasi Jalur Gaza berada pada Fase 5 dari Skala Kerawanan Pangan Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC), yang dikenal sebagai “Fase Bencana” yaitu kekurangan pangan ekstrem dan ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar.
Laporan tersebut menyatakan bahwa hampir semua rumah tangga setiap harinya melewatkan waktu makan dan sebagian besar anak di bawah usia dua tahun menderita kekurangan gizi akut. Laporan tersebut juga merekomendasikan untuk segera memulihkan akses kemanusiaan, membatasi permusuhan, dan memastikan pengiriman bantuan yang aman kepada masyarakat yang membutuhkan.
Komite Palang Merah Internasional (ICRC) menambahkan bahwa tidak ada cukup akses terhadap air bersih dan perawatan medis di wilayah kantong pantai tersebut, dan menambahkan bahwa lebih dari 1,6 juta orang tinggal di Rafah.
“Sejumlah keluarga menerima sekaleng makanan setiap dua hari sekali untuk seluruh anggotanya,” tulis grup tersebut di X.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








