• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, Mei 21, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Ibu Palestina Mengungkapkan Harapan dan Ketakutan pada Hari Ibu

by Adara Relief International
Maret 22, 2024
in Berita Kemanusiaan, Perempuan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Ibu Palestina Mengungkapkan Harapan dan Ketakutan pada Hari Ibu
18
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Rajaa Jendiya berusia 29 tahun ketika tiba-tiba harus menjadi ibu sekaligus ayah bagi ketiga anaknya yang masih kecil. Suaminya dibunuh oleh pasukan Israel pada 14 Maret, dalam “pembantaian tepung” terbaru yang menimpa Gaza.

Setelah tragedi tersebut, ibu Palestina ini bergulat dengan tantangan bagaimana memberi makan keluarganya.

Baca Juga

Desa di Timur Al-Quds Terancam Digusur

Gaza Dihantui Penghilangan dan Serangan

“Saya mendapati diri saya sendiri yang bertanggung jawab atas anak-anak. Sebelum suami saya syahid, saya tidak memikirkan bagaimana saya bisa memberi mereka makanan, sebab suami saya biasa keluar pada pagi hari dan kembali pada malam hari dengan membawa apa pun yang dia temukan,” kata Jendiya, warga lingkungan Shujaiya di timur Kota Gaza, kepada Middle East Eye, saat dunia Arab memperingati Hari Ibu.

“Saya tidak bisa bergantung pada siapa pun, saudara ipar saya telah dievakuasi ke Rafah (di Gaza selatan) dan satu-satunya saudara laki-laki saya dijebak (oleh tentara Israel) di dekat Rumah Sakit Shifa. Saya tidak punya siapa-siapa dan saya harus pulih sesegera mungkin dari keterkejutan karena kehilangan suami sehingga saya bisa memikirkan bagaimana cara memberi makan anak-anak saya.”

Suaminya, Fayez Jendiya, termasuk di antara ribuan warga Palestina yang pergi mengumpulkan tepung dari truk bantuan yang memasuki Gaza melalui bundaran Kuwait di barat daya kota, ketika pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan.

Saat ini, Rajaa Jendiya tidak mampu memberi makan anak bungsunya, Mona, yang lahir selama perang yang sedang berlangsung di Gaza.

Dia berumur sekitar lima bulan. Dulu saya menyusuinya, namun karena kekurangan makanan dan kesedihan yang mendalam, payudara saya hampir kehabisan ASI,” katanya. “Ia hanya mengeluarkan sedikit air mata dan terus menangis sepanjang hari dan malam. Selain itu, dia sekarang perlu makanan pendamping, tetapi saya tidak dapat menemukannya.”

Jendiya mengatakan ingin mencarikan permen untuk bayi perempuannya untuk memberinya energi, tapi di Gaza sudah tidak ada gula lagi.

Dia mengatakan kepada MEE bahwa dia tidak dapat membeli susu untuk anak-anaknya, karena kelangkaannya yang juga menyebabkan harga susu meroket. Sekantong susu, yang dulunya berharga 15 shekel ($4), kini berharga 90 shekel ($24,50).

“Saya berpikir untuk mengungsi ke selatan. Dulu suami saya berjuang agar kami tidak mengungsi ke selatan. Namun, sekarang saya tidak punya pilihan lain, tetap di sini dan kelaparan atau pergi ke sana meskipun bertentangan dengan keinginan suami saya,” kata Jendiya.

“Saya hanya berharap bisa mendapatkan makanan untuk anak-anak saya tanpa harus mengemis, tanpa meminta makanan atau uang kepada siapa pun,” kata Jendiya.

Sumber:

https://www.middleeasteye.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Tanya Jawab Seputar Syariah: “Birrul Walidain atau Taat Suami?”

Next Post

Ancaman Kelaparan di Gaza Telah Mencapai Tingkat “Bencana”

Adara Relief International

Related Posts

Desa di Timur Al-Quds Terancam Digusur
Berita Kemanusiaan

Desa di Timur Al-Quds Terancam Digusur

by Adara Relief International
Mei 21, 2026
0
13

Desa Al-Khan al-Ahmar di timur Al-Quds (Yerusalem) terancam penggusuran oleh Israel. Al-Khan al-Ahmar menjadi titik penting dalam proyek permukiman “Yerusalem...

Read moreDetails
Gaza Dihantui Penghilangan dan Serangan

Gaza Dihantui Penghilangan dan Serangan

Mei 21, 2026
11
Israel Tingkatkan Provokasi di Aqsa

Israel Tingkatkan Provokasi di Aqsa

Mei 21, 2026
12
Aktivis Flotilla Gaza Mengalami Kekerasan oleh Israel

Aktivis Flotilla Gaza Mengalami Kekerasan oleh Israel

Mei 21, 2026
12
Israel Sita Lahan Tepi Barat

Israel Sita Lahan Tepi Barat

Mei 21, 2026
11
Sheikh Sabri Tolak Dakwaan Israel

Syekh Sabri Tolak Dakwaan Israel

Mei 20, 2026
15
Next Post
UNRWA: 570.000 Orang di Gaza Berisiko Mengalami Kelaparan Ekstrem 

Ancaman Kelaparan di Gaza Telah Mencapai Tingkat “Bencana”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Gaza di Zaitun Nikmati Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanya Jawab Seputar Amalan Wanita di Bulan Dzulhijjah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 237 Keluarga di Khan Yunis, Gaza Terima Bantuan Bahan Pokok

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630