• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Ancaman Aneksasi Tepi Barat, Risiko Pembersihan Etnis oleh Israel

by Adara Relief International
September 8, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 1 min read
0 0
0
Ancaman Aneksasi Tepi Barat, Risiko Pembersihan Etnis oleh  Israel

Para pemukim Yahudi, di bawah perlindungan pasukan Israel, menyita sebuah rumah milik keluarga Nasir al-Din di Kota Tua Hebron, Tepi Barat pada 2 September 2025. [Amer Shallodi - Anadolu Agency] Para pemukim Yahudi, di bawah perlindungan pasukan Israel, menyita sebuah rumah milik keluarga Nasir al-Din di Kota Tua Hebron, Tepi Barat pada 2 September 2025. [Amer Shallodi – Anadolu Agency]

13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Organisasi Dokter Lintas Batas/Médecins Sans Frontières (MSF) memperingatkan bahwa rakyat Palestina di Tepi Barat menghadapi risiko pemindahan paksa secara massal oleh tentara pendudukan Israel dan pemukim ilegal, yang berujung pada ancaman pembersihan etnis. MSF menegaskan bahwa langkah aneksasi Israel merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia.

Sepanjang 2025, tim MSF menyaksikan aturan dan praktik yang secara terang-terangan dirancang untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka dan mencegah kemungkinan kembali. Menurut MSF, satu-satunya cara untuk meredakan penderitaan berat rakyat Palestina adalah dengan mengakhiri pendudukan. Organisasi ini pun mendesak AS, Uni Eropa, dan komunitas internasional agar memberikan tekanan nyata untuk menghentikan praktik pemindahan paksa dan memastikan berakhirnya pendudukan ilegal Israel.

Baca Juga

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Peringatan MSF muncul setelah Menteri Keuangan Israel yang berhaluan ekstrem kanan, Bezalel Smotrich, menyatakan niat Tel Aviv untuk menganeksasi 82 persen wilayah Tepi Barat guna menggagalkan pembentukan negara Palestina. Sejak genosida Israel di Gaza dimulai pada Oktober 2023, kejahatan di Tepi Barat semakin meningkat, termasuk penghancuran rumah, pengusiran massal, perampasan tanah, dan percepatan pembangunan permukiman ilegal.

Namun, rencana aneksasi itu menuai tekanan diplomatik. Media Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu pada Kamis lalu menarik isu aneksasi dari agenda kabinet setelah menerima peringatan langsung dari Uni Emirat Arab (UEA) bahwa langkah tersebut akan membahayakan Perjanjian Abraham. UEA menegaskan aneksasi adalah “garis merah” yang dapat menggagalkan normalisasi hubungan yang dicapai pada 2020.

Sebagai gantinya, agenda rapat kabinet diubah untuk membahas situasi keamanan di wilayah Palestina, sementara dunia menanti apakah isu pengakuan negara Palestina akan mencuat dalam sidang Majelis Umum PBB mendatang. Sejumlah negara Arab, termasuk Arab Saudi, menolak normalisasi dengan Israel sebelum berdirinya negara Palestina berdasarkan perbatasan 1967.

Sumber:

ShareTweetSendShare
Previous Post

Penjara Israel Jadi “Ladang Penyiksaan” bagi Ribuan Tawanan Palestina

Next Post

Serangan di Rumah Sakit Nasser: Kisah Imad Sang Pemadam dan Hussam Sang Jurnalis

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
23
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Serangan di Rumah Sakit Nasser: Kisah Imad Sang Pemadam dan Hussam Sang Jurnalis

Serangan di Rumah Sakit Nasser: Kisah Imad Sang Pemadam dan Hussam Sang Jurnalis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630