• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

Anak-anak Gaza Kembali ke Sekolah di Tengah Trauma dan Krisis Bantuan

by Adara Relief International
Maret 18, 2025
in Anak, Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM, Pendidikan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Anak-anak Gaza Kembali ke Sekolah di Tengah Trauma dan Krisis Bantuan

Guru Alaa Abu Mustafa memberikan pelajaran di sekolah tenda yang dibangun di atas rumahnya yang hancur setelah serangan Israel di Khan Yunis, Gaza pada tanggal 3 September 2024. [Hani Alshaer – Anadolu Agency]

19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Anak-anak di Gaza telah kembali ke sekolah, mengikuti pelajaran di dalam tenda atau di antara reruntuhan sekolah yang sebelumnya digunakan sebagai tempat perlindungan selama agresi. Namun, trauma, blokade bantuan, dan ancaman pertempuran lebih lanjut berpotensi menghambat proses belajar mereka.

Menurut UNICEF, setidaknya 14.500 anak telah terbunuh dalam agresi ini, dan ribuan lainnya mengalami luka-luka. PBB juga melaporkan bahwa lebih dari 400 guru telah meninggal dunia. Akibatnya, sebagian besar anak-anak di Gaza saat ini membutuhkan dukungan kesehatan mental untuk mengatasi trauma, menurut lembaga-lembaga kemanusiaan.

Anak-anak tidak bisa begitu saja melanjutkan pendidikan dari titik terakhir sebelum agresi dimulai pada 7 Oktober 2023. “Mereka mengalami kehilangan masa belajar yang besar serta dampak psikologis yang mendalam akibat agresi,” jelas Kate McLennan, penasihat regional Timur Tengah untuk pendidikan di organisasi hak anak War Child. Ia juga menambahkan bahwa sekolah, yang seharusnya menjadi tempat belajar dan bermain dengan teman, kini memiliki makna berbeda karena banyak yang digunakan sebagai tempat pengungsian, yang berdampak pada kondisi psikologis anak-anak.

Gencatan senjata sementara antara Hamas dan Israel diumumkan pada Januari lalu. Per 3 Maret, lebih dari 150.000 siswa telah terdaftar di 165 sekolah pemerintah, dengan lebih dari 7.000 guru dikerahkan, menurut Kementerian Pendidikan Gaza seperti dikutip oleh PBB.

Meski demikian, tantangan yang dihadapi sangat besar. Lebih dari 658.000 anak usia sekolah di Gaza tidak memiliki akses ke pendidikan formal. Hampir 95 persen bangunan sekolah telah rusak akibat serangan udara dan pertempuran, dengan 88 persen di antaranya memerlukan rekonstruksi besar, menurut laporan dari Occupied Palestinian Territory Education Cluster, yang terdiri dari lembaga-lembaga PBB dan organisasi bantuan internasional.

Peralatan sekolah, seperti meja, kursi, dan materi pembelajaran, telah hancur. Rekonstruksi juga terhambat oleh blokade bantuan yang diberlakukan oleh Israel. “Ratusan tenda besar yang seharusnya digunakan sebagai ruang belajar sementara tidak dapat masuk ke Gaza, bahkan selama periode gencatan senjata,” kata Alun McDonald, kepala media dan hubungan eksternal di Islamic Relief, sebuah lembaga amal berbasis di Inggris.

Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) memperingatkan bahwa krisis kelaparan bisa semakin parah jika blokade terus berlangsung. Israel beralasan bahwa blokade ini bertujuan menekan Hamas dalam negosiasi gencatan senjata.

Baca Juga

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

“Anak-anak tidak bisa belajar jika mereka mengalami kelaparan dan terus dibombardir,” tegas McDonald. “Mengembalikan anak-anak ke sekolah adalah prioritas mendesak, tetapi tantangannya sangat besar.”

Pada bulan ini, Israel menghentikan pengiriman makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Gaza serta memutus pasokan listrik guna menekan Hamas. Lembaga kemanusiaan memperingatkan bahwa pemutusan listrik ini dapat mengancam pasokan air bersih.

Sekitar 32.000 siswa telah terdaftar untuk mengikuti ujian akhir sekolah menengah, menurut PBB. Namun, keterbatasan tablet, akses internet, dan fasilitas pengisian daya menjadi hambatan besar dalam proses ujian. Selain itu, masih terdapat kekurangan tenda dalam jumlah besar serta perlengkapan rekreasi dan psikososial untuk mendukung pembelajaran siswa akibat pembatasan bantuan. Pada Februari lalu, 10 truk berisi perlengkapan pendidikan dasar yang telah disetujui sebelumnya tetap tidak diizinkan untuk masuk ke Gaza, kata PBB.

Namun, bukan hanya kerusakan fisik dan kekurangan fasilitas yang menghambat pendidikan anak-anak Gaza.

“Salah satu hal yang kami ketahui dari berbagai konteks konflik dan pascakonflik adalah bahwa trauma psikologis sangat berpengaruh terhadap perkembangan otak anak,” kata McLennan. “Jika kondisi otak mereka tidak siap untuk menerima pelajaran, maka materi akademik pun tidak akan bisa diserap dengan baik.”

Sebuah studi yang dilakukan akademisi dan UNRWA tahun lalu menyatakan bahwa agresi dapat membuat pendidikan anak-anak Gaza tertinggal hingga lima tahun. “Kehilangan pendidikan ini akan berdampak pada seluruh generasi anak-anak Gaza seumur hidup mereka,” pungkas McDonald dari War Child.

Sumber: 

https://www.#

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Gencatan Senjata Berakhir di Gaza setelah Israel Kembali Melancarkan Genosida

Next Post

Jurnalis Asal Al-Quds akan Diadili setelah Polisi Israel Memperpanjang Penahanannya

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
20

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
Jurnalis Asal Al-Quds akan Diadili setelah Polisi Israel Memperpanjang Penahanannya

Jurnalis Asal Al-Quds akan Diadili setelah Polisi Israel Memperpanjang Penahanannya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630