Akses Impor Peralatan Medis untuk Gaza Ditutup Zionis – Larangan Israel di Gaza untuk mengimpor peralatan medis telah dikutuk oleh Pusat Hak Asasi Manusia Al-Mezan. Kelompok itu mengatakan pada Rabu (27/10) Sebagian besar peralatan medis yang dibutuhkan oleh Gaza belakangan ini justru ditutup akses impornya oleh Zionis, termasuk pengujian Covid-19 dan penyakit lainnya. “Otoritas pendudukan Israel telah memblokir impor peralatan medis yang mendesak ke rumah sakit di Gaza selama sepuluh tahun,” ungkap Al-Mezan. Kelompok HAM itu juga mengatakan bahwa ini memperumit sektor kesehatan yang memburuk di Gaza dan menghancurkan pekerjaan staf medis.

Dalam kasus terakhir, kata Al-Mezan, Israel telah memblokir impor 14 mesin sinar-X yang sangat dibutuhkan oleh rumah sakit. Dari 22 mesin yang sudah ada di Gaza, delapan tidak lagi berfungsi karena pemeliharaan rutin tidak dapat dilakukan akibat larangan suku cadang yang diberlakukan oleh Israel.

Sektor kesehatan di Gaza telah memburuk selama blokade yang diberlakukan Israel sejak 2007. Al-Mezan meminta masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawab hukumnya dan segera bergerak untuk mendorong Israel mengakhiri blokade sebelum terlambat.
Sumber: Middle East Monitor
Kasus Kanker di Gaza
Saat ini tercatat lebih dari 9.000 kasus kanker di Gaza. Setiap tahun setidaknya 2.000 kasus kanker baru muncul di Gaza. (Ministry of Health in Gaza, Feb 2021)
Gaza berjuang keras dari kelangkaan peralatan medis dan obat akibat blokade yang berlangsung. Lebih dari 60% Rumah Sakit mengalami kekurangan obat dan peralatan medis.
Satu-satunya cara bagi penderita kanker di Gaza untuk mendapatkan perawatannya adalah dengan meninggalkan Gaza dan mendatangi wilayah pendudukan (wilayah terjajah). Namun perjalanan menuju wilayah pendudukan amat melelahkan dan menghabiskan banyak dana untuk melewati pos-pos penjagaan.
Akram Al-Sa’adini, suami dari Kholoud Al-Sa’adini (36) menceritakan pengalaman pahit istrinya selama menderita kanker. Ibu dari 2 anak ini terus diintrogasi tentara Zionis dalam perjalanan menuju wilayah pendudukan. Setelah melewati banyak tahapan, izin memasuki daerah pendudukan pun tetap ditolak hingga akhirnya Kholoud terpaksa kembali ke Gaza dan wafat pada 2017 silam.

Pada 2019, Aisha Al-Lulu seorang anak perempuan penderita tumor terpaksa dilarikan ke wilayah pendudukan. Zionis menolak adanya pendampingan keluarga terhadap Aisha. Pada akhirnya Aisha wafat di daerah pendudukan tanpa didampingi satu pun anggota keluarganya.
Sumber : Metras Global
Baca juga Zionis Israel Menawan Warga Palestina Pada Peringatan Maulid di Al Aqsa







