• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Minggu, Februari 8, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Abu Ubaidah: Lahir sebagai Pengungsi, Dikenang sebagai Simbol Perjuangan

by Adara Relief International
Desember 30, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Abu Ubaidah: Lahir sebagai Pengungsi, Dikenang sebagai Simbol Perjuangan
193
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Selama bertahun-tahun, dunia mengenal Abu Ubaidah hanya lewat suaranya. Ia berbicara dari balik topeng sebagai juru bicara Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, tanpa pernah memperlihatkan wajah, nama, maupun kisah pribadinya. Identitasnya baru sepenuhnya terungkap setelah ia gugur sebagai syahid—sebuah akhir yang kerap dialami tokoh-tokoh perlawanan Palestina, ketika peran besar mereka justru bersinar dari balik kerahasiaan.

Abu Ubaidah bernama asli Hudzaifa Samir Abdullah al-Kahlout, lahir pada 1984 sebagai pengungsi Palestina di Arab Saudi. Keluarganya berasal dari desa Najaliya, wilayah Asqalan, yang dihancurkan milisi Zionis pada 1948. Ia kemudian kembali ke Gaza dan tumbuh di Kamp Pengungsi Jabalia, sebelum menempuh pendidikan syariah di Universitas Islam Gaza.

Dikenal memiliki kemampuan retorika yang kuat, Abu Ubaidah menjadi salah satu simbol global paling menonjol dari perlawanan Palestina. Topeng yang ia kenakan bahkan menjelma simbol solidaritas, terutama di kalangan anak muda. Ucapan-ucapannya tersebar luas dan menjadi slogan yang melekat dalam ingatan kolektif.

Sebagai juru bicara militer Brigade Al-Qassam, Abu Ubaidah dikenal tegas, konfrontatif terhadap pendudukan, namun konsisten dan kredibel. Ia menyampaikan perkembangan medan tempur, menjelaskan operasi militer, serta membongkar narasi Israel kepada publik Arab, Muslim, dan komunitas internasional. Di mata Israel, ia menjadi figur kunci dalam perang media dan tekanan psikologis, sehingga masuk dalam daftar target utama.

Baca Juga

26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Ia pertama kali muncul di media pada 2004, di tengah pertempuran “Hari-hari Kemarahan” melawan invasi Israel di Gaza utara. Sejak itu, Abu Ubaidah menjadi suara utama berbagai momen penting perlawanan, mulai dari penangkapan tentara Israel Gilad Shalit pada 2006 hingga operasi besar dalam perang 2014.

Perannya mencapai puncak saat operasi “Badai Al-Aqsa” pada 7 Oktober 2023. Sejak jam-jam pertama, ia mengumumkan kekalahan militer dan intelijen Israel serta penguasaan sejumlah pangkalan dan permukiman di wilayah sekitar Gaza, termasuk kawasan yang secara historis terkait dengan asal-usul keluarganya. Sepanjang agresi dan genosida di Gaza, ia tetap bersuara meski berada dalam kejaran intensif intelijen Israel dan sekutunya.

Abu Ubaidah menjadi suara Gaza bagi rakyat Palestina, dunia Arab-Islam, dan para pendukung Palestina di seluruh dunia. Ia juga mengkritik keras rezim Arab dan elite yang dinilai gagal membela Gaza, sembari menyerukan persatuan perlawanan lintas wilayah dan mengapresiasi dukungan dari berbagai front regional dan internasional.

Meski kehilangan anggota keluarganya sendiri, Abu Ubaidah terus menyampaikan pesan keteguhan, pengorbanan, dan pembebasan. Dengan gugurnya ia sebagai syahid, Abu Ubaidah bergabung dengan deretan tokoh perlawanan yang pernah ia ratapi. Namun kata-kata dan simbol yang ia tinggalkan, terutama selama “Badai Al-Aqsa”, menjamin tempatnya sebagai salah satu suara paling ikonik dalam sejarah perlawanan Gaza.

Sumber:
Qudsnen

 

ShareTweetSendShare
Previous Post

Operasi Militer dan Serangan Pemukim Israel Perparah Situasi di Tepi Barat

Next Post

Adara Palestine Situation Report 72

Adara Relief International

Related Posts

Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza
Berita Kemanusiaan

Israel Mengubah Makanan Menjadi Senjata Perang di Gaza

by Adara Relief International
Februari 6, 2026
0
23

Dalam tiga bulan pertama genosida Israel di Gaza pada 2023, tercatat empat kematian yang secara resmi terkait dengan kelaparan. Namun,...

Read moreDetails
Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Sering Terabaikan, Lansia Gaza Menderita Gangguan Kesehatan dan Psikologis

Februari 6, 2026
14
26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

26 Tawanan Palestina Pengidap Kanker Menghadapi Kematian Perlahan

Februari 6, 2026
15
Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Israel Ambil Keuntungan Ekonomi dari Pembangunan Kembali Gaza

Februari 6, 2026
23
Global Sumud Flotilla Akan Kembali Berlayar pada Maret 2026

Global Sumud Flotilla Akan Kembali Berlayar pada Maret 2026

Februari 6, 2026
20
Israel Lakukan Kampanye Propaganda terhadap Dr. Hussam Abu Safiya

Israel Lakukan Kampanye Propaganda terhadap Dr. Hussam Abu Safiya

Februari 5, 2026
29
Next Post
Adara Palestine Situation Report 72

Adara Palestine Situation Report 72

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630