• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Penyintas Gaza Menonton NAZA untuk Memahami Tentara Israel

by Adara Relief International
Oktober 20, 2026
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Penyintas Gaza Menonton NAZA untuk Memahami Tentara Israel
11
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Bagi Ezzideen Shehab, seorang penyintas genosida Jalur Gaza, keputusan untuk menyaksikan film dokumenter NAZA sama sekali bukan didasari oleh keinginan untuk mempelajari fakta peristiwa yang terjadi di tanah kelahirannya. Ia telah mengalaminya secara langsung dengan seluruh raga dan ingatan yang tersisa.

Keputusannya menonton dokumenter tersebut berasal dari dorongan untuk melakukan upaya mendalam untuk memahami bagaimana para prajurit militer Israel membenarkan setiap tindakan kekerasan yang mereka lakukan. Selain itu, ia juga ingin mengetahui bagaimana mereka dapat melanjutkan kehidupan dengan tenang setelah merenggut nyawa warga sipil Palestina. 

Dalam tulisannya di Middle East Eye pada 16 Oktober 2026, Shehab menceritakan bagaimana film tersebut membawanya kembali pada pengalaman mengerikan selama perang. Pada Desember 2023, ia dan ibunya melarikan diri di tengah tembakan tanpa mengetahui tempat yang aman. Peluru yang menghantam dinding di sekitar mereka menjadi penanda arah yang boleh mereka lalui.

Pengalaman itu mengingatkannya pada kesaksian seorang tentara dalam film tentang “garis imajiner” militer. Siapa pun yang melintasi garis tak kasatmata tersebut dapat pasukan Israel tembak, meski warga tidak mengetahui lokasinya. Tentara itu mengatakan warga harus “belajar dengan cara yang sulit”, yaitu melalui darah.

Baca juga: MUI Desak Pembatalan Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta karena Dukung Israel

Shehab juga menyoroti kesaksian tentang seorang anak yang pasukan Israel tembak karena memasuki kawasan terlarang tanpa memahami batas yang militer tetapkan. Menurut kesaksian dalam film, tentara mengetahui warga sipil terbunuh, tetapi menganggap persoalan tersebut bukan tanggung jawab moral mereka.

Baca Juga

Gaza Makamkan 75 Jenazah Warga Palestina dari Reruntuhan Rumah yang Dibom Israel

Peringatan Ancaman terhadap Al-Aqsa Akibat Rencana Serbuan Sabtu

Bagian paling menyakitkan bagi Shehab adalah ketika seorang tentara mengaku pernah menghancurkan sebuah bangunan, lalu pergi minum bir bersama teman-temannya pada malam yang sama. Shehab teringat rumah keluarganya yang Israel bom pada 12 Oktober 2023. Sebanyak 42 anggota keluarganya terbunuh dalam serangan tersebut.

Ia tidak mengetahui siapa yang mengebom rumah itu atau apa yang pelakunya lakukan setelahnya. Namun, kemungkinan bahwa pelaku dapat kembali menjalani kehidupan normal membuatnya terguncang.

Setelah meninggalkan Gaza dan menonton film tersebut di Madrid, Shehab berjalan selama lebih dari lima jam. Ia berjalan sambil mengingat agresi, kelaparan, pasien yang tak berhasil selamat, dan keluarganya yang telah pasukan Israel bunuh.

Baginya, kesaksian pelaku tidak lebih penting daripada kesaksian korban. Namun, kesaksian itu dapat memperlihatkan bagaimana kekerasan telah Israel benarkan dan tanggung jawab moral mereka abaikan. Meski selamat dan telah meninggalkan Gaza, Shehab merasa sebagian dirinya masih tertinggal di sana, bersama orang-orang yang tak akan pernah bisa ia lupakan.

Sumber: MEE

ShareTweetSendShare
Previous Post

UNICEF: 60.000 Anak Gaza Kehilangan Salah Satu atau Kedua Orang Tua

Next Post

Pengungsian Berulang Membuat Shelter Gaza Memburuk Jelang Musim Dingin

Adara Relief International

Related Posts

Gaza Makamkan 75 Jenazah Warga Palestina dari Reruntuhan Rumah yang Dibom Israel
Berita Kemanusiaan

Gaza Makamkan 75 Jenazah Warga Palestina dari Reruntuhan Rumah yang Dibom Israel

by Adara Relief International
Oktober 20, 2026
0
15

Ratusan warga Palestina menghadiri prosesi pemakaman massal bagi 75 jenazah yang berhasil dievakuasi dari balik puing-puing bangunan yang dihancurkan oleh...

Read moreDetails
Peringatan Ancaman terhadap Al-Aqsa Akibat Rencana Serbuan Sabtu

Peringatan Ancaman terhadap Al-Aqsa Akibat Rencana Serbuan Sabtu

Oktober 20, 2026
11
Ratusan Anak Palestina Alami Isolasi di Penjara Israel, 92% Tanpa Persidangan

Ratusan Anak Palestina Alami Isolasi di Penjara Israel, 92% Tanpa Persidangan

Oktober 20, 2026
11
Serangan Terbaru Israel Bunuh Dua Anak Palestina di Gaza

Serangan Terbaru Israel Bunuh Dua Anak Palestina di Gaza

Oktober 20, 2026
15
Pengungsian Berulang Membuat Shelter Gaza Memburuk Jelang Musim Dingin

Pengungsian Berulang Membuat Shelter Gaza Memburuk Jelang Musim Dingin

Oktober 20, 2026
13
UNICEF: 60.000 Anak Gaza Kehilangan Salah Satu atau Kedua Orang Tua

UNICEF: 60.000 Anak Gaza Kehilangan Salah Satu atau Kedua Orang Tua

Oktober 20, 2026
12
Next Post
Pengungsian Berulang Membuat Shelter Gaza Memburuk Jelang Musim Dingin

Pengungsian Berulang Membuat Shelter Gaza Memburuk Jelang Musim Dingin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Ketika Luka Sesama Adalah Luka Kita: Upaya Menyatukan Kepingan Ukhuwah Melalui Kepedulian

    Ketika Luka Sesama Adalah Luka Kita: Upaya Menyatukan Kepingan Ukhuwah Melalui Kepedulian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Gaza di Zaitun Nikmati Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Kemanusiaan Batch Dua Sahabat Adara Tiba di Nusa Tenggara Timur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bagaimana Al-Qur’an Membangun Cara Pandang Islam terhadap Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630