Pemukim Israel meningkatkan serbuan ke Masjid Al-Aqsa di Al-Quds sepanjang kuartal ketiga 2026. Kegubernuran Al-Quds mencatat 27.830 pemukim Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa selama periode Juli–September.
Peningkatan tersebut semakin terlihat selama musim hari raya Yahudi pada September. Dari 12 September hingga 1 Oktober, sebanyak 11.409 pemukim Israel memasuki kompleks Al-Aqsa. Angka itu mencakup 9.138 orang yang masuk selama lima hari pertama Sukkot, pada 27 September–1 Oktober.
Menurut Kegubernuran Al-Quds, serbuan tersebut disertai praktik keagamaan yang semakin terbuka, meliputi doa bersama, sujud, nyanyian, tarian, pembunyian shofar, serta membawa buku dan perlengkapan ritual Talmudiah.
Baca juga: Ben-Gvir Dorong Eksekusi Tawanan dan Pemindahan Warga Gaza
Sejumlah pejabat dan tokoh politik Israel turut hadir dalam kegiatan tersebut. Di antara mereka adalah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, pemimpin Zehut Moshe Feiglin, dan Rabbi Yehuda Glick. Selain itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga diketahui mengikuti ritual keagamaan di Tembok Al-Buraq.
Selain serbuan ke Al-Aqsa, Kegubernuran Al-Quds mencatat 140 serangan pemukim terhadap warga Palestina selama kuartal ketiga. Sebanyak enam warga Palestina terbunuh dan 114 lainnya terluka.
Otoritas Israel juga menerbitkan 73 perintah larangan memasuki Al-Aqsa. Sebanyak 63 larangan tertuju bagi warga Palestina. Mereka terdiri dari penjaga, pegawai, khatib, jurnalis, aktivis, mantan tawanan, dan warga muda.
Selain itu, pada periode yang sama, otoritas Israel mencatat 139 operasi pembongkaran dan pembersihan lahan, serta 55 rencana dan proyek permukiman. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya tekanan terhadap warga Palestina di Al-Quds, bersamaan dengan intensifikasi serbuan ke Masjid Al-Aqsa.
Sumber: MEMO








