Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) kembali menjadi sorotan setelah Nika Soon-Shiong mengungkap bahwa ia tidak lagi menjadi anggota dewan organisasi tersebut. Pengungkapan itu muncul setelah ia mempertanyakan alasan CPJ menghapus sejumlah nama jurnalis Palestina dari daftar korban terbunuh di Gaza.
Dalam unggahan di platform X (Twitter), Soon-Shiong menyatakan telah menerima pemberitahuan bahwa masa keanggotaannya di dewan CPJ berakhir. Namun, ia juga membagikan surat elektronik yang sebelumnya dikirim kepada anggota dewan lain, berisi keberatannya terhadap proses peninjauan data korban jurnalis.
CPJ menjelaskan kepada Middle East Eye bahwa masa jabatan Soon-Shiong selama lima tahun memang berakhir pada Juni 2026. Organisasi itu menegaskan tidak mengubah metodologi lama dalam menentukan siapa yang masuk ke dalam kategori jurnalis.
Baca juga: “Israel Serbu Pesta Nikah di Al-Quds: Pengantin Ditangkap, Tamu Dipukuli dan Diserang Gas Air Mata”
Kontroversi muncul setelah CPJ mengumumkan peninjauan penuh terhadap daftar jurnalis yang terbunuh dalam agresi Israel di Gaza. Peninjauan berlangsung setelah Hamas dan Jihad Islam Palestina menerbitkan obituari yang menyebut beberapa individu yang sebelumnya CPJ catat sebagai jurnalis juga terlibat sebagai kombatan.
Akibat peninjauan awal, CPJ menghapus 20 nama dari daftar korban, sehingga jumlah jurnalis yang tercatat terbunuh menjadi 209 orang. Sementara itu, Himpunan Jurnalis Palestina mencatat angka korban melebihi 270 orang.
Soon-Shiong mempertanyakan mengapa hanya organisasi Palestina yang menjadi rujukan dalam peninjauan tersebut. Ia juga menyoroti kemungkinan standar ganda terhadap jurnalis yang bekerja di media yang didukung negara atau memiliki hubungan dengan militer.
CPJ menegaskan bahwa jurnalis yang bekerja untuk media milik negara atau media yang berafiliasi dengan kelompok bersenjata tetap mendapat pengakuan sebagai jurnalis, selama mereka tidak terlibat dalam pertempuran atau menghasut kekerasan yang berdampak langsung.
Perdebatan ini memunculkan kekhawatiran tentang definisi jurnalis dan perlindungan terhadap pekerja media di wilayah konflik, khususnya di Gaza.
Sumber: MEE








