Citra satelit terbaru menunjukkan kontras tajam antara mandeknya rekonstruksi sipil dan percepatan pembangunan militer Israel di Jalur Gaza. Ini terjadi meski gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober 2025.
Analisis citra satelit yang dikutip Al Jazeera berdasarkan data Planet Labs dan Sentinel Hub mengungkap bahwa proyek sipil, termasuk rencana “New Rafah” yang didukung AS, nyaris tidak menunjukkan kemajuan antara Februari hingga pertengahan Maret 2026. Tidak terlihat pembangunan signifikan maupun pembersihan puing di lokasi tersebut.
Sebaliknya, aktivitas militer Israel justru meningkat di berbagai wilayah. Di timur Gaza dan kawasan Shujaiyyah , citra menunjukkan pekerjaan besar seperti perataan lahan, pembangunan benteng, serta penguatan posisi di titik strategis seperti Bukit Al-Muntar. Di Khan Younis, pembangunan jalan dan struktur pertahanan di lokasi militer juga terus berlangsung.
Sementara itu, di Gaza utara, dekat Beit Lahiya, terdeteksi pembangunan tanggul tanah (berm) di sepanjang “Yellow Line”, bahkan meluas hingga ratusan meter ke area yang seharusnya dapat warga Palestina akses. Jejak kendaraan militer juga terlihat melampaui garis tersebut. Sementara di Gaza tengah, pembangunan parit dan tanggul baru terpantau mengarah ke kamp Maghazi, beserta pembukaan jalur penghubung antarpos militer.
Temuan ini memperkuat investigasi sebelumnya oleh Forensic Architecture yang mengidentifikasi puluhan situs militer Israel di Gaza, sebagian dibangun setelah gencatan senjata. Struktur tersebut menunjukkan indikasi pembangunan secara permanen, termasuk jalan beraspal dan menara pengawas.
Di sisi lain, pemantauan independen kini menghadapi hambatan baru. Planet Labs mengumumkan pembatasan akses citra resolusi tinggi untuk wilayah konflik di Timur Tengah, termasuk Gaza, atas permintaan pemerintah AS. Hal ini kemungkinan akan membatasi kemampuan media dan organisasi kemanusiaan dalam memverifikasi kondisi di lapangan.
Sumber: TRT World, Al Jazeera







![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)