Pasukan pendudukan Israel (IOF) terus meningkatkan penargetan terhadap tawanan Palestina yang telah Israel bebaskan berdasarkan kesepakatan pertukaran baru-baru ini. Israel melakukan kampanye penangkapan berulang, interogasi lapangan, dan interogasi berkelanjutan. Tindakan-tindakan tersebut merupakan bentuk penganiayaan yang berkelanjutan pasca-pembebasan.
Organisasi Tawanan Palestina (PPS) mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (24/03) bahwa di antara tawanan terbaru terdapat beberapa tawanan yang Israel bebaskan dari Qalqilya. Para tawanan tersebut termasuk Sameh Al-Shobaki, Ammar Al-Shobaki, Saeed Dhiab, Saed Al-Fayed, dan Hadi Jadou.
PPS menggambarkan penangkapan ini sebagai bagian dari tindakan sistematis. Mereka menambahkan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran baru terhadap ketentuan perjanjian pertukaran. Pasukan Israel mengirimkan pesan yang jelas kepada para tawanan yang telah bebas. Israel membuat para tawanan merasa bahwa mereka akan tetap menjadi sasaran dan pengawasan terus-menerus. Hal tersebut terus terjadi, bahkan setelah akhirnya para tawanan mendapatkan kebebasan.
Baca juga : “Bosta: “Peti Mati Berjalan” Bagi Tawanan Palestina“
Menurut PPS, berdasarkan dokumentasi harian, sekitar 100 tawanan yang telah bebas Israel tangkap kembali sejak kesepakatan pertukaran tawanan, menyusul serangan terbaru di Gaza. Mereka mencatat bahwa pasukan Israel telah menahan beberapa individu lebih dari sekali.
PPS juga menunjukkan bahwa otoritas pendudukan telah memperkuat pendekatan ini melalui perintah militer dan undang-undang. Perintah dan UU tersebut telah memberikan perlindungan hukum yang lebih luas untuk mengejar mantan tawanan.
Pernyataan itu menekankan bahwa pelanggaran tidak hanya terbatas pada tindakan setelah pembebasan. Akan tetapi, pelanggaran juga mencakup penyerangan fisik dan ancaman terhadap tawanan dan keluarga mereka, baik sebelum maupun setelah pembebasan.
Sementara itu, Kantor Media Asra melaporkan bahwa total tawanan Palestina yang dibebaskan berdasarkan kesepakatan pertukaran “Flood of the Free” adalah 3.985 orang, yang dilaksanakan dalam tiga fase antara tahun 2023 dan 2025.
Baca juga : “Lembaga Tawanan Dokumentasikan Memburuknya Kondisi Tawanan Palestina“
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)