Hujan deras membanjiri tenda-tenda keluarga pengungsi di berbagai wilayah Jalur Gaza pada Senin (23/02) malam dan Selasa (24/02) pagi. Kondisi ini semakin memperparah penderitaan kemanusiaan para pengungsi di Jalur Gaza.
Gambar dan rekaman video menunjukkan banyak tenda dan barang-barang pribadi di Gaza rusak akibat air hujan. Sebagian besar keluarga di Gaza saat ini tinggal di tenda-tenda darurat, tetapi tenda-tenda tersebut sudah tidak layak untuk melindungi mereka dari kondisi cuaca yang buruk.
Air membanjiri tempat-tempat penampungan di daerah dataran rendah, sementara embusan angin kencang merusak tempat penampungan lainnya. Kondisi ini memaksa banyak keluarga, termasuk anak-anak, untuk berlindung di tempat terbuka dalam cuaca dingin yang menusuk tulang.
Tim pertahanan sipil di Rafah menanggapi banyak panggilan darurat saat hujan deras membanjiri tenda-tenda yang menampung keluarga-keluarga pengungsi. Dinas pertahanan sipil melaporkan telah menyelamatkan beberapa keluarga yang tendanya terendam banjir di daerah al-Mawasi, Khan Yunis, selatan Jalur Gaza.
Sejak Senin, sistem tekanan udara rendah telah melanda Palestina. Hal ini membawa massa udara dingin dan hujan yang tersebar di sebagian besar wilayah.
Hujan lebat dan cuaca dingin ekstrem yang kembali terjadi telah memperparah penderitaan kemanusiaan keluarga-keluarga di Gaza. Ini berlangsung di tengah agresi Israel yang berkelanjutan, blokade, penghancuran besar-besaran rumah dan infrastruktur, serta ketiadaan kebutuhan pokok.
Sementara itu, tentara pendudukan Israel terus melanggar perjanjian gencatan senjata di Jalur Gaza dengan melakukan serangan di berbagai wilayah. Sumber-sumber lokal melaporkan tembakan gencar Israel di Khan Yunis, bersamaan dengan rentetan peluru yang menargetkan Rafah.
Tentara Israel juga melakukan serangan artileri di lingkungan Al-Tuffah di Kota Gaza, sementara proyektil tank menghantam lingkungan lain dan daerah timur kota tersebut. Dalam insiden terkait, seorang gadis menderita luka akibat pecahan bom yang dijatuhkan oleh pesawat tak berawak Israel di Jabalia al Balad, Gaza utara.
Sumber: Palinfo, The Palestine Chronicle, Middle East Monitor, Al Jazeera








