• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, Mei 7, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Jenazah Warga Palestina yang Dikembalikan Israel Menunjukkan Tanda-Tanda Pengambilan Organ dan Penyiksaan Berat

by Adara Relief International
November 10, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Jenazah Warga Palestina yang Dikembalikan Israel Menunjukkan Tanda-Tanda Pengambilan Organ dan Penyiksaan Berat
33
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Jenazah warga Palestina yang baru-baru ini dikembalikan oleh Israel menunjukkan tanda-tanda kuat terjadinya pengambilan organ secara profesional, demikian menurut ahli bedah plastik dan rekonstruktif Inggris-Palestina ternama, Dr. Ghassan Abu Sittah.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Dr. Abu Sittah mengatakan bahwa ia menerima foto-foto jenazah yang diserahkan oleh tentara Israel kepada Kementerian Kesehatan Palestina. Berdasarkan pengamatannya, paru-paru, jantung, ginjal, dan hati telah diangkat dengan cara bedah yang sangat rapi dan profesional.

“Organ-organ tersebut diangkat dengan alat bedah tajam, menggunakan gergaji tulang medis tanpa merusak jaringan di sekitarnya,” jelasnya. “Semua korban juga memiliki luka bakar akibat nitrogen cair di kulitnya yaitu zat yang digunakan untuk mengawetkan jaringan.”

Ia menambahkan, metode pembedahan yang digunakan menunjukkan keterampilan tangan ahli bedah berpengalaman. Tulang rusuk dipotong dengan presisi menggunakan gergaji medis, lalu bagian dada diangkat untuk memungkinkan pengambilan jantung dan paru-paru tanpa kerusakan pada organ yang diambil.

Lebih mencengangkan lagi, beberapa kesaksian saksi mata yang dikutip Abu Sittah menyebutkan bahwa sebagian korban masih hidup ketika organ mereka diambil.

Jenazah-jenazah yang dikembalikan itu merupakan warga Palestina yang diculik atau dibunuh oleh pasukan Israel di Gaza, dan diserahkan kembali sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat.

Pada bulan Oktober, setidaknya 135 jenazah dikembalikan ke Jalur Gaza dengan tanda-tanda penyiksaan dan mutilasi. Salah satunya adalah jenazah Mahmoud Ismail Shabat (34) dari Gaza utara, yang menunjukkan bagian kaki yang hancur akibat dilindas tank dan terdapat bekas jeratan di leher. Puluhan jenazah lain juga memperlihatkan tangan terikat di belakang punggung, tali di leher, dan tanda-tanda kekerasan ekstrem.

Kecurigaan terhadap praktik pencurian organ oleh otoritas Israel sebenarnya telah disampaikan oleh pejabat Palestina sejak Desember 2023, hanya dua bulan setelah dimulainya agresi besar-besaran Israel di Gaza. Para tenaga medis melaporkan bahwa banyak jenazah dikembalikan dalam keadaan termutilasi parah dengan organ-organ vital hilang.

Direktur Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail al-Thawabta, menegaskan laporan tersebut dan menyerukan penyelidikan internasional segera atas dugaan kejahatan tersebut. Ia menyebut, “Banyak tubuh korban ditemukan dalam kondisi setengah tubuh, tanpa kepala, tanpa anggota badan, tanpa mata, dan tanpa organ dalam.”

Pemerintah Gaza menyatakan bahwa dari 300 jenazah yang dikembalikan Israel sejak kesepakatan gencatan senjata 10 Oktober, banyak yang masih belum teridentifikasi. Jenazah-jenazah tersebut memperlihatkan bukti nyata eksekusi lapangan, penyiksaan brutal, dan kekerasan sistematis, termasuk bekas jeratan tali di leher, luka tembak jarak dekat, tangan dan kaki terikat dengan pengikat plastik, mata tertutup kain, tubuh dilindas tank, luka bakar, patah tulang, dan luka dalam akibat siksaan berat.

Baca Juga

Pembongkaran Rumah Palestina oleh Israel Capai Tingkat Tertinggi

Penyiksaan Berat Dialami Dokter Hussam di Penjara Israel

Direktur rumah sakit di Kementerian Kesehatan Gaza, Dr. Mohammed Zaqout, menuturkan, “Salah satu jenazah masih memiliki tali yang terikat di leher dan kain penutup mata, dengan tangan yang masih terikat. Jenazah itu dikirim kepada kami dalam keadaan demikian.”

Laporan kekerasan sistematis terhadap tawanan Palestina juga terus bermunculan. Para tawanan menggambarkan penjara-penjara Israel sebagai “tempat penyembelihan manusia”, bukan lembaga pemasyarakatan.

Seorang tawanan yang baru dibebaskan, Abdallah Abu Rafe, mengatakan, “Kami berada di rumah jagal, bukan penjara. Kondisi di dalamnya sangat buruk, makanan minim, tempat tidur diambil, dan kami dipukuli setiap hari.”

Sementara tawanan lain, Yasin Abu Amra, mengaku, “Kami kelaparan selama berhari-hari. Tidak ada makanan, tidak ada air. Saya tidak makan selama empat hari.”

Kesaksian serupa datang dari jurnalis Palestina, Shadi Abu Seed, yang mengatakan, “Kami dibiarkan telanjang, dipukuli siang dan malam, disiksa, bahkan mereka memberi tahu kami bahwa anak-anak kami telah dibunuh. Itu seperti akhir dunia.”

Seorang tentara cadangan Israel yang membocorkan kondisi di pangkalan militer Sde Teiman menggambarkan tempat tersebut sebagai “tempat penyiksaan sadistis”. Banyak tawanan Gaza meninggal di bawah perlakuan brutal, “Orang masuk hidup-hidup dan keluar dalam kantong mayat,” katanya.

Laporan dari lembaga hak asasi Israel B’Tselem, berjudul Welcome to Hell (Selamat Datang di Neraka), juga mengungkap kekerasan, pelecehan seksual, dan penyiksaan sistematis di kamp-kamp tahanan yang dijalankan militer Israel, dengan puluhan tawanan ditahan tanpa pengadilan.

Menurut Palestine Center for Prisoners Studies, lebih dari separuh tawanan Palestina yang meninggal sejak Oktober 2023 terbunuh akibat penyiksaan dan pengabaian medis.

Organisasi tersebut juga mencatat lonjakan besar penangkapan warga Gaza, yang menyebabkan pembukaan pusat-pusat penahanan baru oleh militer Israel. Tempat-tempat ini telah menjadi lokasi penyiksaan sistematis dan perlakuan tidak manusiawi, yang jelas melanggar hukum internasional dan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Sumber: The New Arab, Qudsnen

ShareTweetSendShare
Previous Post

Anak Palestina Terbunuh Akibat Ledakan Sisa Bahan Peledak Israel di Gaza

Next Post

Israel Langgar Gencatan Senjata, Lebih dari 240 Warga Palestina Terbunuh di Gaza

Adara Relief International

Related Posts

Uskup Ortodoks: Serangan terhadap Kristen di Al-Quds Meningkat
Berita Kemanusiaan

Uskup Ortodoks: Serangan terhadap Kristen di Al-Quds Meningkat

by Adara Relief International
Mei 6, 2026
0
16

Uskup Agung Ortodoks Yunani dari Sebastia, Atallah Hanna, memperingatkan meningkatnya serangan Israel terhadap komunitas Kristen di Al-Quds (Yerusalem). Ia menyebutnya...

Read moreDetails
Israel Anggarkan Rp11,7 Triliun untuk Kampanye Propaganda Global

Israel Anggarkan Rp11,7 Triliun untuk Kampanye Propaganda Global

Mei 6, 2026
19
Pembongkaran Rumah Palestina oleh Israel Capai Tingkat Tertinggi

Pembongkaran Rumah Palestina oleh Israel Capai Tingkat Tertinggi

Mei 6, 2026
18
Penyiksaan Berat Dialami Dokter Hussam di Penjara Israel

Penyiksaan Berat Dialami Dokter Hussam di Penjara Israel

Mei 6, 2026
17
PBB: Insiden Keamanan di Gaza Meningkat, Fasilitas Bantuan Diserang

PBB: Insiden Keamanan di Gaza Meningkat, Fasilitas Bantuan Diserang

Mei 6, 2026
16
Utusan AS Desak Israel Longgarkan Akses Bantuan ke Gaza

Utusan AS Desak Israel Longgarkan Akses Bantuan ke Gaza

Mei 5, 2026
29
Next Post
Israel Langgar Gencatan Senjata, Lebih dari 240 Warga Palestina Terbunuh di Gaza

Israel Langgar Gencatan Senjata, Lebih dari 240 Warga Palestina Terbunuh di Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630