Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengungkap bahwa lebih dari 1.000 warga Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel saat mencoba mendapatkan bantuan makanan di Gaza, sejak Gaza Humanitarian Foundation (GHF), inisiatif yang didukung AS dan Israel, memulai operasinya pada 26 Mei 2024.
Sejak awal, operasi GHF diwarnai kekacauan dan laporan hampir setiap hari tentang penembakan oleh tentara Israel terhadap warga yang mengantre bantuan. Hingga 21 Juli, Kantor Hak Asasi Manusia PBB mencatat sebanyak 1.054 warga terbunuh saat mencari makanan. Dari jumlah tersebut, 766 di antaranya terbunuh di sekitar lokasi distribusi GHF, dan 288 lainnya di dekat konvoi bantuan PBB dan organisasi kemanusiaan lainnya.
“Data ini kami kumpulkan dari berbagai sumber terpercaya di lapangan, termasuk tim medis, organisasi kemanusiaan, dan lembaga hak asasi manusia,” ujar juru bicara PBB, Thameen Al-Kheetan.
Situasi kemanusiaan di Gaza kian memburuk sejak Israel menghentikan pasokan kebutuhan pokok selama lebih dari dua bulan. Lebih dari dua juta penduduk di wilayah tersebut kini menghadapi kekurangan makanan dan kebutuhan esensial lainnya. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 101 orang, termasuk 80 anak-anak, telah meninggal akibat kelaparan.
Meski GHF mengklaim telah mendistribusikan lebih dari 1,4 juta paket makanan, PBB dan berbagai organisasi kemanusiaan besar menolak bekerja sama dengan mereka karena dianggap melayani kepentingan militer Israel dan melanggar prinsip-prinsip dasar kemanusiaan
Sumber:
https://www.newarab.com/news/israel-killed-over-1000-seeking-gaza-aid-late-may-un
https://www.google.com/amp/s/www.arabnews.com/node/2609024/amp








