Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) melaporkan bahwa lebih dari 97.000 warga Palestina telah mengungsi dari Jalur Gaza dalam empat hari terakhir. IOM memperingatkan bahwa pengungsian telah menjadi situasi yang “konstan” di wilayah tersebut.
Melalui pernyataan di platform X, IOM menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan tidak boleh digunakan sebagai alat untuk memengaruhi perpindahan penduduk. Lembaga PBB itu juga menyatakan kesiapan, bersama para mitra, untuk membantu komunitas yang terdampak di dalam Gaza, seraya menyerukan gencatan senjata segera serta akses kemanusiaan yang penuh, aman, dan berkelanjutan.
Sejak 2 Maret, Israel menutup seluruh perlintasan menuju Gaza, memperburuk krisis kemanusiaan di wilayah tersebut. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu baru-baru ini menyatakan bahwa “jumlah dasar makanan” akan diizinkan masuk untuk mencegah krisis kelaparan.
Serangan brutal Israel di Gaza yang dimulai sejak Oktober 2023 telah membunuh lebih dari 53.000 warga Palestina, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak.
https://www.#/20250519-un-says-nearly-100000-palestinians-displaced-in-gaza-in-past-4-days/






