• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Dokter Hussam Abu Safiya Menceritakan Penyiksaan dan Isolasi dalam Penjara Israel

by Adara Relief International
Maret 11, 2025
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Dokter Hussam Abu Safiya Menceritakan Penyiksaan dan Isolasi dalam Penjara Israel

Aksi unjuk rasa untuk warga Palestina yang saat ini ditahan oleh Israel, termasuk direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza, Dr. Hussam Abu Safiya, di Ramallah di Tepi Barat yang diduduki pada 14 Januari 2025 (AFP/Zain Jaafar)

22
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Kesaksian dari Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza melukiskan gambaran brutal Israeli tentang situasi penahanan Israel, termasuk penyiksaan, kelaparan, dan kondisi buruk yang terpaksa ditanggung tawanan.

Berbicara kepada Arab48, pengacara Dr Hussam Abu Safiya mengatakan bahwa dia dicegah bertemu siapa pun, termasuk pengacaranya, sejak ditawan pada 27 Desember hingga 10 Februari. 

Baca Juga

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Pengacara Ghaid Qassem dapat mengunjungi dokter tersebut di Penjara Ofer, Tepi Barat, tempat ia ditahan selama lebih dari 70 hari setelah menghabiskan hampir dua pekan di kamp penahanan Sde Teiman di Naqab (Gurun Negev). Kunjungan Qassem pada 6 Maret hanyalah kunjungan pengacara untuk kali kedua yang diberikan kepada Abu Safiya sejak penahanannya. 

“Sampai 10 Februari 2025, Abu Safiya ditolak haknya untuk bertemu dengan pengacara mana pun, pihak berwenang Israel secara eksplisit menolak mengizinkan siapa pun untuk mengunjunginya, mencegahnya mendokumentasikan pelanggaran yang terjadi,” katanya.

Menurut Qassem, dokter anak itu ditangkap dan dipenjara karena menolak untuk mematuhi perintah pengusiran oleh tentara Israel “karena hati nurani dan profesionalismenya mengharuskannya untuk tetap di rumah sakit, terutama dengan kehadiran puluhan pasien dan anak-anak yang terluka.”

Pengacaranya merinci bahwa dia diisolasi selama 14 hari di Sde Teiman dan tambahan 25 hari di Ofer. Dia kemudian dipindahkan ke Bagian 24 di Ofer, tempat tawanan dari Gaza terpisah dari tawanan lainnya.

“Periode terpanjang interogasi yang dialami Abu Safiya adalah 13 hari berturut-turut, dengan setiap sesi berlangsung antara delapan hingga 10 jam. Sepanjang waktu ini, dia menjadi sasaran pelecehan tanpa henti, brutal, serta penuh penyiksaan dan penyerangan,” kata Qassem. Dia menambahkan bahwa para tawanan “hampir sepenuhnya terisolasi di dalam penjara”, tanpa pengetahuan atau informasi tentang dunia luar, kecuali jika mereka diizinkan menerima kunjungan.

Qassem mengatakan bahwa dinas intelijen secara psikologis menyiksa tawanan dengan berita kematian orang yang mereka cintai, terlepas dari apakah itu benar atau tidak. “Situasi semua warga Palestina di dalam penjara Israel adalah bencana besar dan menyedihkan, tetapi secara khusus, situasi tawanan Gaza jauh lebih sulit karena mereka tidak memiliki pengalaman sebelumnya dengan penjara,” katanya.

Pengacara Abu Safiya menggambarkan pelecehan dan penyiksaan yang ada di pusat-pusat penahanan Israel sebaga tindakan yang “belum pernah terjadi sebelumnya”. “Jika kita berbicara tentang penjara Sde Teiman, itu adalah rumah jagal dalam setiap arti kata,” katanya.

“Kami berbicara tentang tawanan yang telah dibelenggu selama 10 bulan, tawanan yang anggota tubuhnya telah diamputasi tanpa perawatan, tawanan lansia yang terbelenggu dan ditutup matanya, tawanan yang telah kehilangan 70–90 kilogram berat badan mereka.

Selain itu, para tawanan juga dibiarkan kedinginan dengan ditempatkan di ruangan terbuka, yang berarti mereka terkena angin dan air hujan. Mereka juga dipaksa untuk duduk di tanah setiap saat, dilarang berbicara satu sama lain, serta dilarang berdoa dan membaca Al-Qur’an.”

Pada akhir Februari, media Israel menayangkan rekaman Dokter Abu Safiya, yang tampak kelelahan. Ia dikawal oleh pasukan Israel dalam kondisi kedua tangan dan kakinya dibelenggul. Qassem mengatakan dokter terkejut bahwa dia sedang difilmkan dan tidak diberitahu sebelum siaran.

Mengenai situasi hukum Abu Safiya, pengacara itu mengatakan Israel berusaha membingkai ulang kasus Abu Safiya sebagai kasus keamanan reguler untuk mengajukan dakwaan.

“Setelah serangkaian interogasi dan penyiksaan berat untuk memaksanya menandatangani apa pun yang dapat mereka gunakan sebagai bukti untuk dakwaan, mereka tidak dapat menemukan alasan apa pun terhadapnya setelah lebih dari 45 hari,” katanya.

Namun, Qassem mengatakan bahwa Abu Safiya terlihat tetap optimis dengan semangat tinggi, dan mengakhiri pertemuan dengan pesan berikut: “Seorang manusia adalah sejarah, dan sejarah mereka ditentukan oleh posisi yang diambil dan dipelajari.”

Sumber: https://www.middleeasteye.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Menyita Pengeras Suara dari Aula Masjid Qibli di Kompleks Masjid Al-Aqsa

Next Post

Untuk Kedua Kalinya, Israel Menyerang dan Menangkap Pemilik Toko Buku di Al-Quds (Yerusalem)

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
20

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
Untuk Kedua Kalinya, Israel Menyerang dan Menangkap Pemilik Toko Buku di Al-Quds (Yerusalem)

Untuk Kedua Kalinya, Israel Menyerang dan Menangkap Pemilik Toko Buku di Al-Quds (Yerusalem)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630