• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home A

Palestina dalam Gambar, Januari 2025

by Adara Relief International
Februari 3, 2025
in A, Palestina dalam Gambar, Publikasi
Reading Time: 1 min read
0 0
0
Palestina dalam Gambar, Januari 2025

Seorang gadis kecil berjalan tanpa alas kaki, membawa jerigen kosong untuk mengambil air, setelah hujan semalaman membanjiri kamp tenda pengungsi di Deir el-Balah, Jalur Gaza bagian tengah (1/1). Di tengah suka cita menyambut tahun baru, warga Gaza harus menahan dingin akibat kerasnya blokade kemanusiaan dan agresi genosida Israel. (Abdel Kareem Hana/AP Photo/ Al Jazeera)

76
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram
Serangan Israel di Jalur Gaza telah membunuh sedikitnya 63 warga Palestina (2/1). Serangan tersebut dilaporkan terjadi di seluruh daerah, termasuk di zona kemanusiaan al-Mawasi. Di antara mereka yang terbunuh adalah jurnalis foto Hassan al-Qishaoui, menambah jumlah pekerja media yang terbunuh menjadi 217 orang sejak 7 Oktober 2023. Korban yang syahid dan terluka dibawa ke RS Arab Al-Ahli dan RS Syuhada Al-Aqsa. (Omar Al-Qattaa/AFP/ Al Jazeera/ Anadolu/ WAFA)
Kantor media Pemerintah Gaza mengatakan bahwa jurnalis foto Omar Salah Al-Derawi dan orang tuanya terbunuh setelah serangan udara menargetkan rumahnya di daerah Al-Zawaida di Gaza bagian tengah (3/1). Pembunuhan terhadap Al-Derawi kini menambah jumlah jurnalis Palestina yang terbunuh di Gaza menjadi 218 sejak 7 Oktober 2023. (AP Photo/ Anadolu/ The New Arab)
Rumah Sakit Indonesia dan banyak bangunan di dekatnya rusak akibat serangan Israel, di Beit Lahia, Gaza utara (4/1). Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa Gaza utara memiliki tiga rumah sakit umum, yakni Kamal Adwan, Beit Hanoun, dan Rumah Sakit Indonesia, yang semuanya telah dihentikan layanannya akibat serangan Israel. (Khalil Ramzi Alkahlut/Anadolu/ Al Jazeera)
Serangan Israel telah membunuh lebih dari 200 warga Palestina di Gaza selama tiga hari terakhir (5/1). Rumah sakit kewalahan oleh banyaknya korban, sementara serangan langsung Israel terhadap fasilitas medis dan blokade terhadap pasokan medis telah memperparah situasi yang dihadapi rumah sakit. Di RS Syuhada Al-Aqsa di Deir el-Balah, banyak orang yang terluka harus meninggal sebelum dapat dirawat. (Abdel Kareem Hana/AP Photo/ Al Jazeera)
Pemimpin dan pemeluk Kristen Ortodoks berkumpul di Gereja Kelahiran di Betlehem, Tepi Barat yang diduduki, untuk merayakan Natal (7/1). Berbeda dengan cabang agama Kristen lainnya, Gereja Ortodoks merayakan Natal setiap 7 Januari. Gereja Ortodoks menggunakan kalender Julian untuk jadwal liturginya, sedangkan kelompok Kristen lainnya mengikuti kalender Gregorian yang diluncurkan oleh Paus Gregorius XIII pada tahun 1500. (Getty Images/ BBC/ Africa News)
Sekelompok aktivis berkumpul di depan Penjara Sde Teiman di Naqab (gurun Negev) dekat Jalur Gaza (10/1). Mereka menuntut pembebasan warga Palestina yang ditangkap oleh pasukan Israel di Gaza dan pembebasan warga Palestina yang ditangkap tanpa dakwaan, termasuk dokter Palestina Hussam Abu Safi ya, yang ditangkap tanpa adanya informasi apa pun terkait kondisinya. (Mostafa Alkharouf/Anadolu/ Al Jazeera/ MEMO)
Jet tempur F-16 Israel lepas landas dari pangkalan udara Ovda dekat Eilat. Militer Israel pada Sabtu (11/1) melaporkan pesawat tempurnya melancarkan sekitar 110 serangan udara di Tepi Barat yang diduduki sejak dimulainya agresi di Gaza pada Oktober 2023. Militer Israel mengklaim serangan udara mereka di Tepi Barat membunuh sedikitnya 165 warga Palestina. (Arsip: Abir Sultan/EPA-EFE/ Al Jazeera)
Pada pekan pertama tahun ajaran baru, Israel menyasar lima sekolah yang dijadikan tempat penampungan pengungsi di Gaza (12/1). Sementara itu, The Education Cluster, sekelompok agen bantuan yang dipimpin oleh UNICEF, pada akhir tahun lalu menemukan bahwa 100% sekolah di Gaza utara telah diserang, dirusak, atau dihancurkan secara langsung, dan penilaian pada September menemukan bahwa 96% dari semua gedung sekolah di seluruh Jalur Gaza telah rusak atau dihancurkan. (Save the Children/UNICEF/ Al Jazeera/ Reliefweb)
Dokter Khaled al-Saedni, yang kakinya diamputasi setelah terluka dalam serangan Israel, berjalan dengan kaki prostetik dan penyangga untuk memeriksa pasien dan orang-orang yang terluka di RS Syuhada Al-Aqsa di Deir el-Balah, bagian tengah Jalur Gaza (13/1). Israel terus menyerang tenaga kesehatan dan telah menahan sedikitnya 262 tenaga kesehatan, termasuk dr. Hussam Abu Safi a, Direktur RS Kamal Adwan, fasilitas kesehatan terkemuka di Gaza utara. (Ramadan Abed/ Reuters/ Al Jazeera)
Seorang anak laki-laki mengangkut sekarung barang yang dapat diselamatkannya setelah serangan Israel menghancurkan tenda pengungsian (14/1). Setidaknya 38 warga Palestina terbunuh dan ratusan lainnya terluka dalam serangan yang menargetkan Kota Deir al-Balah, Kota Gaza, dan Khan Younis. (Omar al Qatta/AFP/ Al Jazeera/ Anadolu)
Kerumunan warga Palestina bersorak dan berpelukan saat diumumkannya berita mengenai tercapainya kesepakatan gencatan senjata dan pembebasan tawanan antara Israel dan Hamas yang bertujuan untuk mengakhiri agresi selama lebih dari 15 bulan di wilayah Palestina (15/1). Namun, Israel memperingatkan bahwa beberapa poin “masih belum terselesaikan”. (Mohammed Salem/ Reuters/ Al Jazeera/ Al Monitor/ CNN)
Tiga perempuan menangisi jenazah orang terkasih mereka yang terbunuh dalam serangan Israel di Kota Gaza (15/1). Setidaknya 103 warga Palestina, termasuk 31 perempuan dan 27 anak-anak, terbunuh, dan lebih dari 264 orang terluka akibat serangan Israel di Gaza sejak diumumkannya perjanjian gencatan senjata. Perjanjian tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada hari Ahad, 19 Januari. (Omar Al-Qattaa/AFP/ Al Jazeera/MEMO)
Pasukan Israel membunuh sedikitnya 82 orang di Gaza, termasuk sedikitnya 30 orang di Kota Gaza, hanya beberapa jam sejak Hamas dan Israel mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan gencatan senjata (16/1). Di antara korban terbunuh terdapat 23 anak dan 27 perempuan. (Ashraf Amra/Anadolu/ CNN/ Al Jazeera/ MEE)
Seorang anak laki-laki berlari sambil membawa bendera Palestina bertuliskan frasa Arab ‘Kami berkorban demi bangsa’, di sebuah kamp di Bureij, Gaza bagian tengah (17/1), saat orang-orang bersiap untuk memulai gencatan senjata pada Ahad. Kabinet Benjamin Netanyahu telah meratifikasi perjanjian gencatan senjata di Gaza setelah lebih dari 460 hari agresi genosida yang membunuh lebih dari 46.788 warga Palestina dan melukai 110.453 orang. (Eyad Baba/ AFP/FMEP/ AP News/ BBC/ Al Jazeera)
Warga Palestina menyaksikan matahari terbenam dari samping kamp pengungsian internal di Jalur Gaza selatan (18/1), menjelang gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Ratusan ambulans dan truk bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan diperkirakan akan segera mengalir ke Gaza. Sementara itu, dalam pidato pertamanya sejak kesepakatan gencatan senjata diumumkan, Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Israel tetap memiliki hak untuk melanjutkan perang di Gaza dan bahwa AS mendukungnya jika fase kedua perjanjian gencatan senjata gagal disepakati. (Haitham Imad/EPA-EFE/ Al Jazeera/ BBC/ Anadolu)
Anggota Badan Pertahanan Sipil Gaza merayakan kemenangan di Kota Gaza. Perayaan terjadi di seluruh Gaza setelah gencatan senjata mulai berlaku pada Ahad (19/1) pagi. Sebelumnya, Hamas menyerahkan nama tiga tahanan Israel yang rencananya akan dibebaskan pada hari itu. (Mahmoud Issa/ Reuters/ Al Jazeera/ MEE)
Truk-truk tujuan Gaza yang membawa air, obat-obatan, makanan, bahan bakar, dan kebutuhan pokok lainnya menunggu izin masuk di gerbang utama penyeberangan Rafah (19/1). Kesepakatan gencatan senjata mengharuskan 600 truk bantuan diizinkan masuk ke Gaza setiap hari selama enam pekan gencatan senjata awal, termasuk 50 truk yang membawa bahan bakar. (Hamada Elrasam/ VOA/ The Guardian)
Para pengungsi di Gaza menunjukkan kebahagiaan ketika kembali ke rumah mereka di Rafah (20/1). Meski demikian, mereka terkejut menilai skala kehancuran yang ditimbulkan oleh Israel. Menurut PBB, pembersihan lebih dari 50 juta ton puing-puing akibat pengeboman Israel dapat memakan waktu 21 tahun dan menghabiskan biaya hingga $1,2 miliar. (Khalil Ramzi/Reuters/ The Guardian
Khalida Jarrar, anggota terkemuka Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP), disambut oleh para kerabatnya saat tiba di Ramallah dari penjara militer Israel di Ofer (20/1). Sekitar 90 tawanan Palestina telah dibebaskan sebagai ganti dari tiga tahanan yang diserahkan oleh Hamas ke Israel, sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata. (Alaa Badarneh/EPA/ AP News/ Al Jazeera)
Layanan kesehatan Palestina mengatakan sedikitnya 10 warga Palestina terbunuh dan 35 lainnya luka-luka dalam penyerbuan Israel atau operasi militer “Iron Wall” ke Kamp Pengungsi Jenin pada Selasa (21/1) dini hari, yang berlanjut hingga larut malam. LSM Israel B’Tselem menuding pemerintah Israel menggunakan gencatan senjata Gaza sebagai “alasan dan kesempatan untuk meningkatkan penindasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat”. (Majdi Mohammed/AP/ Al Jazeera/ France24)
Sekitar 2.000 keluarga Palestina telah mengungsi dari Kamp Pengungsi Jenin di tengah serangan militer Israel yang memasuki hari kedua (22/1). Mereka terpaksa menyebar ke desa-desa terdekat dalam kondisi yang sulit dan kekurangan kebutuhan dasar. (Issam Rimawi/ Anadolu/ MEMO)
Para perempuan Palestina duduk di seberang reruntuhan rumah tempat dua warga Palestina terbunuh dalam serangan Israel di Desa Burqin, dekat Jenin, di Tepi Barat yang diduduki (23/1). Setelah menembaki rumah tersebut, Israel meratakannya dengan buldoser. (AFP/ Al Jazeera/ MEMO/ Euronews)
Warga Palestina di Gaza utara menyiapkan tenda-tenda untuk keluarga-keluarga yang mengungsi ke tengah dan selatan Gaza, dua hari sebelum mereka diharapkan untuk kembali, sesuai jadwal kesepakatan gencatan senjata (24/1). Ratusan ribu warga Palestina akan kembali ke Jalur Gaza utara dalam situasi rumah-rumah yang hancur setelah serangan militer Israel, terutama di Jabalia, kota-kota Beit Hanoun, dan Beit Lahiya. (Mahmoud Issa/ Reuters)
Hamas membebaskan empat perempuan tentara Israel dalam putaran kedua pembebasan berdasarkan kesepakatan gencatan senjata (25/1). Setelah pembebasan mereka, Israel membebaskan 200 tawanan Palestina dari pusat penahanan, termasuk 121 tawanan yang telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. (Abbed Hajar/AP News/ CNN/ Al Jazeera)
Konvoi Palang Merah yang membawa tawanan Palestina tiba di Ramallah, Tepi Barat, sebagai bagian dari putaran kedua perjanjian pertukaran tawanan antara Hamas dan Israel (25/1). Para tawanan menyampaikan kondisi mengerikan di penjara-penjara Israel, tetapi komitmen mereka tetap teguh terhadap perjuangan Palestina. (Issam Rimawi/ Anadolu Agency/ MEMO)
Konvoi kendaraan di Asmarat, Provinsi Kairo, Mesir (termasuk ambulans dari seluruh sahabat Adara-red), berbaris menunggu waktu untuk menuju Gaza (26/1). Konvoi yang terdiri dari pasokan medis, ambulans, dan bantuan makanan tersebut merupakan bagian dari bantuan kemanusiaan yang akan memasuki Jalur Gaza sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 19 Januari 2025. (Mohamed Hossam/EPA-EFE/ Al Jazeera)
Taima, ibu dari Laila, memeluk jenazah putrinya saat pemakaman (26/1). Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan bahwa Laila al-Khatib, anak berusia dua tahun, meninggal karena “luka kritis” setelah kepalanya ditembak oleh pasukan Israel di Jenin, utara Tepi Barat yang diduduki. (Raneen Sawafta/Reuters/ Haaretz/ Ahram/ Al Jazeera)
Ratusan ribu warga Palestina kembali ke wilayah utara Jalur Gaza yang hancur(27/1). Pada pekan-pekan awal agresi, Israel memerintahkan evakuasi besar-besaran wilayah utara dan menutupnya segera setelah masuknya pasukan infanteri. Hamas mengatakan bahwa kepulangan tersebut merupakan “kemenangan bagi rakyat Gaza, sekaligus pernyataan kekalahan bagi penjajah dan kegagalan rencana pemindahan”. (Ramadan Abed/ Reuters/ Al Jazeera/ MEE/ AP News/ PBS)
Berjalan kaki menuju utara Gaza, Rifaat Jouda memegang tangan putranya yang down syndrome sambil membawa barang-barang menuju rumahnya di Kota Gaza (28/1). Bersama dengan pengungsi lain, ia menempuh perjalanan sejauh 30 kilometer (18,6 mil) di sepanjang jalan pesisir. “Meskipun sangat lelah dan sulit, kami bertekad untuk kembali,” pungkasnya. (Abdelhakim Abu Riash/Al Jazeera)
Rabu (29/1), Belgia, Irlandia, Luksemburg, Malta, Norwegia, Slovenia, dan Spanyol menyampaikan kepada Dewan Keamanan PBB penyesalan mereka atas keputusan parlemen Israel yang “menghapuskan” operasi UNRWA di Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur) yang diduduki. Tujuh negara tersebut mengutuk penarikan diri Israel dari perjanjian tahun 1967 antara Israel dan UNRWA, termasuk segala upaya Israel dalam menghalangi kapasitas UNRWA dalam mengoperasikan dan melaksanakan mandat Majelis Umum PBB. (UN Media/ Norway UN/ Al Jazeera/ Press TV)
Dengan penuh kegembiraan, massa di Ramallah, Tepi Barat, menyambut tawanan Palestina yang dibebaskan dari penjara Israel (30/1). Israel membebaskan 110 tawanan Palestina sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata, sehari setelah tiga tahanan Israel dan lima tawanan Thailand dibebaskan dari Gaza. (Mahmoud Illean/ AP Photo/ The Guardian/ Al Jazeera/ CNN)
Ratusan orang berkumpul di Rafah sisi Mesir, perbatasan Mesir dengan Gaza, untuk memprotes usulan presiden AS Donald Trump agar warga Gaza dipindahkan ke Mesir dan Yordania (31/1). Dalam dua pekan terakhir, Trump terus menyampaikan usulan tentang relokasi penduduk Gaza keluar Palestina, namun dengan tegas Mesir dan Yordania menentang usulan tersebut. (Ali Moustafa/Getty Images/ Al Jazeera/ Le Monde/ The Guardian/ PBS)

 

Baca Juga

Palestina dalam Gambar, Desember 2025

Adara Palestine Situation Report 74

ShareTweetSendShare
Previous Post

Gaza, Dia yang Akan Kembali Bercahaya

Next Post

Akhirnya! Israel Tarik Pasukan dari Perbatasan Rafah, 50 Pasien Dievakuasi Setiap Hari

Adara Relief International

Related Posts

Sambil membawa termos logam di jalanan Kota Gaza, Mohammed Ashour (15 tahun) menjual kopi kepada para pejalan kaki (1/12). Ia meninggalkan pendidikannya setelah ayahnya terbunuh dalam genosida Israel dan sekarang menghidupi keluarganya sebagai pencari nafkah utama. Setidaknya 39.000 anak dilaporkan telah kehilangan satu atau kedua orang tua dan ekonomi di Gaza dan kehancuran yang meluas telah merampas sumber pendapatan lebih dari 80 persen angkatan kerja, (Al Jazeera/Truthout)
Palestina dalam Gambar

Palestina dalam Gambar, Desember 2025

by Adara Relief International
Januari 14, 2026
0
26

Mahmoud Wadi, jurnalis foto lepas dan operator drone untuk media lokal dan internasional, dibunuh dalam serangan drone Israel saat ia...

Read moreDetails
Adara Palestine Situation Report 74

Adara Palestine Situation Report 74

Januari 14, 2026
48
Adara Palestine Situation Report 73

Adara Palestine Situation Report 73

Januari 7, 2026
125
Adara Palestine Situation Report 72

Adara Palestine Situation Report 72

Desember 31, 2025
105
Adara Palestine Situation Report 71

Adara Palestine Situation Report 71

Desember 24, 2025
26
Adara Palestine Situation Report 70

Adara Palestine Situation Report 70

Desember 17, 2025
175
Next Post
Akhirnya! Israel Tarik Pasukan dari Perbatasan Rafah, 50 Pasien Dievakuasi Setiap Hari

Akhirnya! Israel Tarik Pasukan dari Perbatasan Rafah, 50 Pasien Dievakuasi Setiap Hari

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630